Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Kisah Alena Meidina Putri


__ADS_3

Seorang gadis yang baru saja ditinggal pergi oleh sang ibu masih terduduk bersimpuh disamping undukan tanah yang masih basah itu


taburan bunga mengiasi undukan tanah dengan nisan yang bertuliskan Fatimah nama sang ibu disana


dan disebelahnya nisan bertuliskan nama Ahmad Handoko yang merupakan makan sang ayah yang telah meninggalkan nya 5 tahun yang lalu disaat dia masih duduk dibangku sekolah menengah pertama


dan semenjak sang ayah pergi sang ibulah yang menggantikan peran ayah mencari nafkah untuk kebutuhan kedua nya


dan sang ibu pun tidak pernah menikah lagi karena tidak ingin hidupnya dan sang anak menjadi beban untuk orang lain


bu fatimah adalah salah satu art yang bekerja dirumah keluarga Doni Harnawan,seorang pengusaha muda yang cukup sukses dikota itu


berkat kerja kerasnya dan juga dukungan dari sang kakak wahyu hernawan doni mampu memperbesar prusahaan nya hingga sudah ada 3 cabang di luar kota dan kini tengah proses pendirian cabang diluar negri.


"bangun lah dek ini sudah sore,ayo aku antar pulang"ucap doni pada gadis yang masih enggan beranjak dari samping makam sang ibu


"aku harus pulang kemana tuan?ibu sudah pergi dan kami tidak punya rumah untuk aku tempati"jawab si gadis yang kini mulai menangis lagi


"tidak punya rumah?lalu selama ini kalian tinggal dimana?"tanya doni yang selama ini tidak terlalu tahu akan kehidupan para art nya


namun dari 3 art yang dia punya hanya dengan fatimah lah doni cukup akrab dan dekat karena bagi doni fatimah sudah seperti ibunya sendiri yang selalu memberi wejangan disaat dia terlibat masalah dalam perusahaan nya ataupun dengan pernikahan nya


"kami tinggal dirumah kontrakan tuan dan itu sudah sejak satu bulan yang lalu belum terbayar karena ibu sakit"jawab gadis itu sendu

__ADS_1


"baiklah,ayo bangun alena biar aku antar kamu kekontrakan dan kita selesaikan permasalahan disana terlebih dahulu lalu kita akan cari tempat baru untuk kamu tinggali"ucap doni sembari mengulurkan tangan nya pada gadis yang bernama alena itu


iya,gadis yang ditinggal pergi oleh bu fatimah adalah alena putri semata wayangnya yang kini tengah duduk dibangku kelas XII sebuah sekolah negri dikota itu


alena mendongakan kepala nya menatap wajah tampan sang majikan dari almarhumah ibu nya itu namun detik kemudian alena kembali menunduk sungguh ada getaran aneh dalam dirinya saat melihat wajah pria dewasa yang ada disampingnya kini


"ayo bangunlah aku akan membantu mu menyelesaikan masalahmu di kontrakan dan aku akan mencarikan tempat tinggal yang baru untukmu"ucap nya lagi saat tidak mendapatkan respon dari alena


"tidak tuan,saya tidak mau merepotkan tuan biar nanti saya pikikan bagaimana jalan keluarnya"jawab alena sendu dan mulai beranjak dari duduknya


namun saat akan melangkah tubuh alena limbung dan menubruk tubuh doni,entah karena kelamaan terduduk disana atau entah karena masih syok dengan kepergian sang ibu


kaki alena terasa lemas dan tidak cukup kuat untuk menompang bobot tubuh nya padahal alena cukup mungil untuk ukuran anak gadis seusia nya


"maaf saya kurang hati hati tuan say_____"belum sempat alena meneruskan uapan nya alena kini kehilangan kesadaran nya


wajahnya pucat pasi dan tubuh yang melemah membuat doni dilanda kepanikan dengar sigap doni mengangkat tubuh alena yang tidak sadarkan diri itu dan membawa nya masuk kedalam mobil miliknya


"jalan pak,kita kerumah sakit sepertinya anak ini butuh penanganan dokter"ucap doni pada pak jajang supir pribadinya


"baik den"pak jajang pun mulai melajukan mobilnya menuju kesebuah rumah sakit terdekat


sesampainya disana dengn bantuan para suster doni membawa alena keruang IGD untuk dilakukan pemeriksaan

__ADS_1


setelah bebebrapa menit berlalu dokter yang menangani alena pun keluar dan menemui doni untuk mengatakan diagnosa nya pada alena


"bagaimana keadaan nya dokter?"tanya doni yang terlihat cemas


"adik anda baik baik saja,dia hanya syok dan kelelahan setelah istirahat dan diberi obat serta vitamin dia boleh dibawa pulang"jawab dokter tadi


"iya dok terima kasih"


dokter pun meninggalkan teman setelah mempersilahkan doni masuk untuk melihat kondisi alena dan menemani nya hingga alena sadar dari pingsan nya.


.


*****


*Dear reader kesayanagn nah berhubung kemarin ada yang kasih saran buat kisah alena nya digabung sok mangga aku kabulin ya....


namun untuk yang penasaran dengan ayana danbima harap bersabar nanti setelah kisah alena selesai baru kita sambung lagi ya...


berhubung kisah ayana dan bima juga tinggal yang manis manis nya jadi ngga ada salahnya kalau kita juga tahu kisah alena yang jauh dari kata bahagia.


selamat menunggu dan menyaksikan kisah ke 2 pasangan[doni-alena dan ayana-bima] ini ya


🌸 Happy Reading...🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2