![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
Setelah makan malam bersama usai semua penghuni rumah sederhana itu memutuskan untuk beristirahat dikamar masing masing
begitu pun dengan ayana dan bima,kedua nya memasuki kamar yang sama dengan kecanggungan yang hakiki
pasalnya meski sudah satengah tahun lebih mereka menikah ayana dan juga bima jarang tidur dalam satu kamar
bahkan bisa dihitung dengan jari kalau antara bima dan ayanq tidur dikamar yang sama dan itu membuat situasi saat ini begitu canggung walaupun mereka suami istri
"lebih baik mas bersih bersih dulu biar aku siapkan baju ganti untuk tidur malam ini"ucap ayana memecah keheningan di antara mereka berdua
"tapi aku nggak bawa baju ganti"jawab bima bingung sendiri karena dia datang memang tidak ada niat untuk mwnginap
bima pikir keluarga ayana akan menolak kedatangan nya dan akan kembali pulang namun tidak pernah disangka sangka ternyata keluarga istrinya itu begitu hangat menyambutnya
"bagaimana kalau pinjam punya rendi?mas nggak masalah kan kalau pakai baju rendi dulu?"
"baiklah,jika rendi tidak keberatan meminjamkan baju nya untukku"jawab bima pasrah
karena sangat tidak mungkin untuknya tidur dengan pakaian kantor,pasti akan sangat tidak nyaman.
"ya sudah aku kekamar rendi dulu ya mau pinjam baju nya mas mandi saja dulu"
"iya terima kasih dan maaf sudah merepotkan"
__ADS_1
"iya mas,sama sama jangan sungkan aku ini kan istri mas juga,ya sudah aku pergi dulu ya"
"hhmmm"
bima dan ayana pun memisahkan diri,ayana yang keluar kamar untuk meminjam baju pada rendi sedangkan bima sendiri langsung masuk kedalam kamar mandi yang ada dikamar ayana.
tok tok tok....
ayana mengetuk pintu kamar rendi untuk meminjam baju santainya karena bima tidak membawa baju ganti untuk dia gunakan saat tidur.
"masuk"seru rendi yang masih anteng dimeja kerja dengan laptop nya
"kamu belum tidur ren?"tanya ayana saat memasuki kamar adik bujang nya
"belum kak,tumben kemari ada apa?"
"oh,ya sudah kakak ambil saja dilemari pilih saja yang kakak pikir itu nyaman buat mas bima"
"baiklah,makasih ya adikku sayang"
"nggak usah lebay deh,ayo cepat ambil baju nya ntar suami nya kabur loh ditinggal lama lama"goda rendi karena ayana masih berdiam diri didepan meja kerja nya
"amit amit deh ren,kamu kalau ngomong suka ngawur"
__ADS_1
ayana pun beranjak dan mulai memilih beberapa helai kaos dan juga celana training milik rendi untuk digunakan sang suami selama dia tinggal disana
karena untuk saat ini belum ada pembicaraan tentang bagaimana akhir pernikahan mereka dan bagaimana nanti kedepan
"wah kakak mau minjam apa mau ngerampok?"tanya rendi saat melihat ayana membawa setumpuk baju dari lemari rendi untuk dibawa kekamarnya
"pinjem dulu,siapa tahu mas bima mau lama nanti aku kembaliin dalam ke adaan untuh rapih dan wangi jadi kamu tenang saja ok,oh terima kasih my baby boy"ucap ayana sembari melangkah keluar kamar adiknya itu
sementara rendi hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah sang kakak lalu kembali fokus dengan apa yang tadi dia kerjakan.
sesampainya didalam ternyata bertepatan dengan bima yang baru selesai dengan acara mandi nya
ayana terpaku ditempat saat melihat bima keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang dia lilitkan dipinggang nya
memamerkan otot otot perut miliknya yang membentuk dengan indah disana
ayana menelan salivanya dengan susah payah kala netranya memandangi tubuh kekar milik suami nya itu
bahkan ayana tidak menyadari kalau kini bima telah berdiri dihadapan nya menatap heran pada sang istri yang tengah fokus menatap padanya
bima pun semakin mengikis jarak diantara mereka lalu berbisik tepat ditelinga ayana
"setampan itukah aku,hingga membuatmu begitu terpesona?"bisik bima tepat ditelinga ayana yang membuat ayana terbangun dari lamunan nya.
__ADS_1
*
*****