![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
"Jujur aku dan Ayana begitu kaget dengan berita yang dibawa Ibu dan Mamah siang ini.Tapi jika itu yang terbaik untuk kalian aku sih tidak masalah dengan pernikahan kalian"ujar Bima setelah Andri menceritakan apa yang terjadi padanya dan juga Aina semalam.
"Lalu bagaimana dengan pendapat Kakak?"tanya Aina menatap ragu pada Ayana yang hanya menyimak tidak bersuara sedikit pun.
"Kakak sih tidak masalah Dek selama kamu yakin dengan pilihan dan keputusan kamu,hanya saja apa tidak sayang kalau nikah sekarang kamu kan masih kuliah Dek tanggung loh sudah setengah jalan"ucap Ayana memberi pendapatnya.
"Kamu pikir aku semiskin itukah hingga tidak bisa membiayai kuliah istri aku sendiri?apa perlu aku ingatkan kalau aku ini menjabat sebagai CEO didua perusahaan?"ujar Andri tidak terima dan tersinggung dengan pendapat Ayana.
"Bu_bukan begitu Kak.Maaf kalau ucapanku menyinggung hanya saja Aina pasti akan kerepotan disaat harus kuliah dan mengurus rumah tangga.Tapi aku merestui kok hanya saja aku memikirkan bagaimana Aina mengatur waktunya,hanya itu saja"jelas Ayana yang merasa tidak enak hati karena pendapatnya menyinggung Andri.
"Sudah sudah,lebih baik kita bicarakan saja bagaimana baiknya dan kapan hari sakral itu dilaksanakan.Ibu nggak mau kecolongan kaya kemarin lagi,bisa bisa perut Aina belendung duluan sebelum kalian sah kalau ditunda tunda lagi"imbuh Bu Ratna yang memang menjadi sedikit khawatir dengan kondisi pacaran anak muda jaman sekarang yang kadang lupa akan norma dan aturan yang ada.
Dua keluarga itu pun kembali fokus merencanakan acara pernikahan antara Andri dan juga Aina dan setelah disepakati oleh semuanya hari bahagia itu akan dilaksanakan satu bulan dari hari dimana mereka melakukan diskusi.
__ADS_1
Dan karena itu juga Bu Ratna dan Aina memutuskan untuk tinggal diJakarta sampai Aina menikah dengan tetap tinggal dirumah utama keluarga Hernawan.
*
*
"Apa,Aina akan menikah Bu?"tanya Rendi tak percaya dengan apa yang dia dengar.
Rendi memang baru sempat datang ke Jakarata untuk menghadiri acara aqiqahan keponakan nya Aliyah Nabila Hernawan.Namun begitu terkejutnya Rendi saat Bu Ratna meminta restu dan meminta ijin agar Rendi ikhlas dan ridho untuk dilangkahi karena pernikahan nya memang dilakukan secara mendesak.
"Memang kenapa harus menikah sekarang Bu?diakan masih kuliah.Lalu siapa calon nya bu?"
"Nak Andri Kak"
__ADS_1
"A_Andri Hernawan?"
"Iya Kak"
"Kok bisa Bu?memang boleh ya secarakan mereka kini saudara Bu?"
"Bisa Nak,selama mereka bukan saudara kandung pernikahan mereka sah.Ya walaupun nantinya statusnya akan jadi aneh"
"Huufftt.Jika memang itu yang terbaik Rendi sih tidak masalah Mah,semoga pilihan Aina ini memang yang terbaik untuknya.Tapi memang kenapa mereka harus menikah secepat ini Bu?"tanya Rendi lagi karena memang tidak tahu permaslahan yang terjadi antara Aina dan juga Andri seminggu yang lalu.
Bu Ratna pun menceritakan kronologi kejadian yang dialami oleh Andri dan juga Aina hingga keduanya berakhir tidur bersama diapartemen Andri.
Dan karena tidak mau kejadian itu terus berlanjut maka keputusan menikahkan keduanya pun kompak diambil oleh para orang tua.
__ADS_1
Rendi pun tak kalah syoknya dengan kedua Ibu yang pada awalnya mengetahui kejadian terhadap Aina dan juga Andri.Hingga rasa marah terhadap orang yang ingin mencelakai Aina pun timbul dalam diri Rendi yang tidak terima adik perempuan nya diperlakukan dengan buruk hingga hampir dilecehkan.
Namun Bu Ratna berpesan untuk tidak lagi mempermasalahkan hal ini apalagi balas dendam dengan si pria yang membawa Aina ketempat Aneh itu .Namun entahlan Rendi hanya merasa belum tenang jika belum melayangkan bogem mentah diwajah pria brengsek yang hampir mencelakai adiknya.