Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Boncap.8


__ADS_3

"Iya tidak apa apa.Kami juga baru saja tiba mari silahkan duduk"jawab Rendi yang lagi lagi tersadar dari lamunan nya oleh sentuhan lembut tangan Tania.


Bukan hanya sentuhan namun kini tangan Tania menggenggam erat tangan dingin Rendi dan menyembunyikan tangan mereka yang saling bertautan dibelakang punggung pria berbadan kekar disamping nya itu.


Untungnya Ahmad sepertinya seorang muslim yang menjaga pandang dan juga sentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya terbukti dengan tindakan nya yang hanya mengatupkan kedua tangan nya didada saat berhadapan dengan Tania yang merupakan bukan mahramnya.


Tania pun membalas hanya dengan mengatupkan satu tangan yang terbebas didepan dadanya.Begitu pun dengan Rani yang hanya mengatupkan tangan didada saat berhadapan dengan Rendi.


Rendi cukup terkesan dengan perubahan Rani saat ini.Dimana wanita yang pernah bertahta dihatinya itu kini nampak jauh lebih agamis dengan memakai pakain muslim yang lengkap dengan kimarnya.Bahkan selama mereka berada diruangan yang sama Rani terlihat lebih banyak menunduk atau melihat ke arah suaminya.


Walaupun dulu disaat masih bersama keduanya juga kerap menjaga jarak namun Rendi cukup kaget dengan perubahan penampilan Rani setelah memiliki seorang suami.


"Iya terima kasih Pak.Perkenalkan ini istri saya,maaf jika saya membawanya bersama karena saya jauh lebih nyaman membawa istri saya disaat saya ada pertemuan luar seperti ini"ujar Ahmad sembari menarik istrinya Rani yang sedari tadi berdiri agak kebelakang menyembunyikan dirinya dari pandangan orang lain,terutama Rendi yang sesekali masih melirik ke arahnya.

__ADS_1


"Tidak masalah Pak,santai saja.Karena pertemuan ini diluar kantor maka kita buat sesantai mungkin saja Pak"jawab Rendi yang kini sudah mulai fokus dengan berkas yang ada didepan nya.


*


*


Pembahasan tentang kerja sama antara keduanya pun berjalan dengan lancar dan mendapatkan kesepakatan untuk melanjutakan kerja sama itu.


Dan hal itu cukup membuat Tania kaget dengan apa yang dilakukan Rendi padanya.Tak henti hentinya Tania menatap tangan nya yang digenggam erat oleh tangan Rendi saat berjalan menuju ke arah mobil yang akan membawa mereka kembali kekantor sebelum keduanya benar benar pulang kerumah masing masing.


"Masuklah"ucap Rendi membangunkan Tani dari lamunan nya tentang perlakuan Rendi hari ininyang terbilang aneh.


Pasalnya ini merupakn hari dimana seoranmg Rendi yang menyebalkan tiba tiba bersikap manis bahkan sampai membukakan pintu mobil untuk Tania.

__ADS_1


Dengan perasan cangung dan juga sedikit malu Tania pun melepas tangan nya dari genggaman tangan Rendi lalu masuk kedalam mobil yang sudah dibukakan pintunya terlebih dahulu oleh Rendi.


Setelah memastikan kalau Tania aman dan sudah duduk dikursinya Rendi pun bergegas menyusulnya dengan mengitari mobil lalu masuk dari pintu lainnya.


"Kekantor dulu ya Pak"titah Rendi pada supir yang bertugas menjadi diver hari ini.


"Baik Pak"


Selama dalam perjalanan menuju kekantor Rendi dan juga Tania nampak terdiam.Keduanya sibuk dengan pikiran masing masing.


Rendi yang tersenyum senang saat teringat akan tindakan Tania yang tak terduga sebelumnya.Dimana gadis itu mencoba memberi kekuatan dan dukungan nya lewat genggaman tangan mungilnya yang terasa begitu hangat.


Bukan hanya tangan Rendi yang menjadi hangat oleh genggaman tangan itu namun hatinya yang telah lama membekupun kini mulai merasakan kehangatan bahkan hingga menumbuhkan getaran aneh kala bersama dengan sahabat dari adik bungsunya itu.

__ADS_1


__ADS_2