![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
Tok tok tok...
"Masuk"
"Maaf Pak mengganggu,ini sudah jam 3 Pak dan sudah waktunya kita pergi ketempat pertemuan yang Bapak maksud tadi pagi"ucap Tania mengingatkan Rendi yang nampaknya suka sekali lupa waktu jika sudah berkutat dengan pekerjaan nya.
"Baiklah.Apa kamu sudah siapkan berkas yang akan kita bawa untuk pertemuan kali ini?"tanya Rendi sembari mempersiapkan dirinya untuk pergi kesebuah pertemuan bisnis yang diadakan disebuah restoran mewah yang sudah mereka pesan sebelumnya.
"Sudah Pak,semua sudah siap dan kita tinggal berangkat saja"jawab Tania yang memang menyukai dunia kerja ketimbang dunia persekolahan atau perkuliahan.
Tania malah lebih antusis saat harus pergi bekerja dari pada pergi kekampus untuk belajar.Dan itu menambah rasa kagum untuk Rendi karena tidak salah baginyabsudah menempatkan Tania disisinya.
Selain cepat tanggap Tania rupanya juga penyuka pekerjaan seperti dirinya sehingga keberadaan Tania cukup membantu walaupun baru satu hari gadis itu bekerja bersama dengan nya.
Keduanya pun mulai meninggalkan kantor untuk melakukan pertemuan bisnis itu.Disaat rekan rekan yang lain nya sudah bersiap pulang namun Tania sepertinya harus sedikit bersabar untuk tiba dirumah karena mendadak si atasan dingin memintanya menemani ke acra pertemuan itu.
Namun tidak ada keluhan sama sekali dari gadis yang baru satu hari merasakan dunia kerja.Tania malah sangat menikmati kesibukan nya hari ini.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan keduanya nampak larut dalam dunia masing masing.Rerndi yang nampak sibuk memperlajari setiap point point yanga kan dibicarakan dalam pertemuan nantui.
Sedangkan Tania sendiri sibuk bermain ponsel dan berkirim pesan dengan sang sahabat yang kini sudah memiliki seorang suami yang tak lain adalah Aina adik dari Rendi.
ā
[Na kamu tahukan kalau hari ini aku mulai magang disebuah perusahaan yang aku suka banget] ~Tania
[Tahulah,kan kamu sudah cerita dari satu minggu yang lalu.Memang kenapa?] ~Aina
[Tahulah,itukan perusahaan tempat Kak Rendi bekerja.Jadi kalau bukan Kak Rendi pasti Kak Bagus] ~Aina
[Ck,sudah ketebak ya.Menyebalkan,sudah ah aku mau lanjut kerja lagi] ~Tania
[Heheheh...selamat bekerja ya cantikku š] ~Aina.
"Cantik,cantik.Cantiklah aku kan perempuan,ck"gumam Tania yang masih biosa terdengar cukup jelas oleh telingan Rendi yang duduk disampingnya.
__ADS_1
Keduanya memang nampak duduk berdampingan dijok bagian belakang mobil yang dipakai oleh Rendi dengan jasa supir untuk mengantar keduanya menuju tempat tujuan.
"Kamu bilang apa barusan?"tanya Rendi yang membangunan Tania dari lamunan nya
"Maaf apa Pak?"tanya Tania yang berbalik bertanya karena gugup gumaman nya terdengar oleh orang yang disampingnya.
"Seharusnya saya yang nanya?kamu bilang apa barusan?"kesal Rendi yang sepertinya Tania tengah asik berbincang dengan entah siapa itu namun jelas jelas membuatnya begitu kesal.
"Ng_nggak kok Pak saya nggak bilang apa apa,maaf jika saya sudah mengganggu konsentrasi Bapak"Tania begitu merutuki tindakan nya yang terbilang ceroboh dan tidak bisa mengendalikan diri jika sudah bertukar pesan dengan Aina.
"Itu kamu tahu,jadi duduk yang manis dan diamlah"jelas Rendi yang kembali kemode dingin dan ketusnya.
Tania pun hanya bisa terdiam menikmati perjalanan nya dengan situasi yang sunyi sepi hanya diisi oleh suara deru mesin mobil yang juga bersuara halus.
Selang 30 menit berlalu mobil yang ditumpangi Rendi dan juga Tania memasuki sebuiah pekarangan parkiran sebuah restoran mewah yang akan mereka jadikan sebagai tempat pertemuan bisnis nya kali ini.
Namun disaat akan memasuki pintu masuk bertepatan juga dengan seseorang yang pernah menempati satu ruang istimewa dihati Rendi dan terpaksa harus melupakan dikala cinta itu masih tumbuh berkembang dengan begitu indahnya yang juga akan memasuki tempat yang sama dan bertemulah mereka disini.(ada yang tahu itu siapa nya Rendi dan apa hubungan keduanya?yuuk mari lanjut di Bab selanjutnya š).
__ADS_1