Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Cerita Masa Lalu


__ADS_3

"Sebentar Mas ada yang telpon.Mungkin itu ibu yang lagi nyariin kita"ucap Aina sembari sedikit mendorong dada Andri agar memberi jarak dari dirinya.


Dengan perasaan yang tidak rela Andri pun mengurai pelukan nya dan kembali memeluk Aina dari arah belakang saat Aina berbalik untuk mengambil ponsel miliknya yang berada didalam handbag yang dia bawa saat kepesta tadi.


"Halo Assalamualaikum Mah,ada apa?"tanya Aina pada si penelpon yang memanglah benar sang Mamah yang menanyakan keberadaan nya.


"Wa'alaikumsalam,kamu dimana Nak?jangan pulang terlalu larut ya.Ingat besok harus fitting baju buat acara akad sama resepsi"ucap Bu Ratna mengingatkam kegiatan Aina untuk esok hari.


"Iya Bu,nanti selesai acara Aina sama Mas Andri langsung pulang"jawab Aina sedikit berbohong karena tidak ingin membuat Bu Ratna cemas dan timbul kesalah pahaman baru.


"Baiklah,ingat langsung pulang ya Nak"


"Iya Ibu,paling satu jaman lagi ya disini masih rame ramai soalnya.Nggak enak pergi begitu saja sebelum acara nya selesai"

__ADS_1


"Baiklah.Hati hati dijalan ya sayang,assalamualaikum"


"Iya bu,wa'alaikumsalam"


Selama Aina bertukar informasi dengan sang Ibu,Andri masih saja bergelayut manja dibahu sang calon istri kecilnya.


"Katanya mau jelasin sesuatu?kok malah mesum"ujar Aina menggoyangkan bahunya agar kepala Andri yang sedari tadi nemplok disana bisa terlepas.


"Yang tadi itu namanya Nadin.Dia adalah pacar Mas saat masih bersekolah dulu,kami berpacaran selama 2 tahun dan terpaksa berpisah karena Nadin memutuskan untuk kuliah diluar.Awalnya hubungan kami baik baik saja,walaupun LDR tapi komunikasi kami lancar dan baik.Lalu setelah 4 tahun menunggu dengan setia tiba tiba dapat kabar kalau dia akan menikah dengan teman satu kampusmya disana.Itulah kisah tentangku dan dia"jawab Andri sendu kala harus mengingat masa masa hancur dalam dirinya.


"Apa Mas yakin kalau dia sudah menikah?karena sepertinya dia juga begitu merindukan Mas"tanya Aina yang melihat wanita yang merupakan mantan dari calon suaminya itu terlihat syok saat mendengar kabar kalau Andri akan menikah.


"Tentu saja sayang.Aku tidak akan mungkin percaya begitu saja pada omongan orang sebelum aku melihat sendiri buktinya.Dan itu terbukti dan terlihat oleh mata kepala aku sendiri karena aku sengaja datang dihari bahagianya.Dia bahkan tersenyum bahagia dengan balutan gaun pengantin yang begitu indah dan cantik"jelas Andri lagi dengan sedikit rasa ngilu di ulu hati saat mengingat lagi kenangan bagaimana dirinya menyaksikan kebahagiaan sang mantan dengan pria lain.

__ADS_1


"Maaf sudah membuka kembali luka lama Mas"ucap Aina yang ikut merasakan sakit saat Andri menceritakan kisah pilu percintaan nya yang terdahulu.


"Nggak apa apa.Lagi pula Mas tidak mah terjadi kesalah pahaman di antara kita nantinya.Kita akan menikah dan kita harus saling terbuka,apapun permasalahan nya sekecil apapun masalah itu ingat kita,aku dan kamu wajib tahu"


"Iya Mas Aina akan ingat itu dan Aina juga akan berusaha untuk selalu terbuka pada Mas"


"Harus itu.Baiklah lebih baik kita pulang ya,nanti para Mamah itu ribut lagi kalau kita nggak pulang."


"Iya Mas,ayo"


"Eittss,tunggu dulu.Sekali lagi ya buat booster esok hari"ucap Andri sembari menaik turunkan alisnya dan tentu Aina paham dengan maksud pria dewasa yang sebentar lagi mempersunting dirinya itu.


Keduanya pun kembali meraup manis madunya cinta dengan menyatukan kembali nafas mereka dan bertukar saliva tentunya.

__ADS_1


__ADS_2