Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
ep.64


__ADS_3

Saking malunya ayana berlalu begitu saja tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut nya sedangkan bima hanya menggelengkan kepala nya sembari terkekeh kecil melihat rona merah diwajah ayana


"kamu terima saja mobil ini,anggap ini hadiah dari kakak untuk kelulusan kamu dulu walaupun sudah agak terlambat"ujar bima saat melihat aina masih kebingungan dengan apa yang dia dapatkan pagi ini.


"tapi kak___"jawab aina yang langsung dapat gelengan dari bima


"kakak nggak menerima penolakan kalau kamu tidak mau mobil itu biar daniel membuangnya atau menjualnya kembali"lanjut bima lalu berbalik mengejar ayana yang sudah terlebih dahulu masuk kedalam rumah


aina membulatkan matanya saat bima menolak barang yang telah dia berikan dikembalikan padanya


"bagaimana non apa mau saya bantu membuang nya apa menjualnya"tanya daniel yang sedikit menahan tawa nya karena melihat tingkah aina yang menurutnya terlalu lucu


"eh jangan,bi_biar saya ambil saja mana kuncinya tadi"pasrah aina yang akhirnya menerima mobil itu walaupun dengan berat hati


"sudah tidak apa apa nak,anggap ini rezeki kamu biar lebih semangat dan rajin lagi kuliah nya"ucap bu ratna akhirnya memberika pendapatnya setelah tadi hanya menjadi pendengar saja


"tapi,apa tidak apa apa bu beneran aina boleh menerima mobil itu?"tanya aina sedikit ragu pasalnua bu ratna dan pak suryo dulu mendidik anak anaknya untuk selalu berusaha sendiri jika ada kemauan dan tidak sembarangan menerima hadiah tanpa melakukan apapun terlebih dahulu.

__ADS_1


"untuk kali ini ibu setuju dan memperbolehkan kamu menerima hadiah nya"jawab bu ratna sembari mengusap lembut rambut aina.


aina pun menganggukan kepalanya dan menerima kunci mobil yang daniel berikan padanya


"ayo nak daniel ikut sarapan didalam,dari.jakarta kesini kan cukup jauh pasti nak daniel belum sempat sarapan kan"tanya bu ratna pada pria dihadapan nya


"apa tidak merepotkan bu?"tanya daniel sedikit sungkan


"tentu tidak dong,ayo mari masuk nak"


ketiga nya pun berjalan beriringan menuju kerumah sederhana milik bu ratna kini karena rendi telah menyerahkan hak milik rumah itu pada bu ratna


*


*


Sedangkan disebuah kantor terdapat seorang pria yang nampak tidak bisa fokus dengan pekerjaan nya bahkan ketukan pintu yang sedari tadi berdentum diruangan itu pun tak mampu menyadarkan nya dari lamunan nya

__ADS_1


"fokus woy"bentak rendi pada atasan dan juga teman nya itu


saking kesalnya rendi sampai melempar berkas yang dia bawa tepat didepan bagus yang larut dalam lamunan nya


"bisa nggak sih nggak ngagetin"sentak bagus tak kalaj sewot dengan rendi karena terlalu kahet dengan apa yang rendi lakukan


"bisa asal bapak bagus dewantara nya juga fokus kerja dan mendengarkan saya selaku rekan kerja anda pak"jawab rendi yang beralih dengan nasa bicara seformal mungkin guna menekan rasa kesalnya


"biasa aja ngomong nya,serem tahu nggak kalau kamu udah ngomong formal gitu"


"bisa tentu bisa asal kamu nya fokus,memang asa apa sih?ada masalah yang beratkah?sampai sampai nggak fokus dari tadi"tanya rendi sembari duduk didepan bagus


"masalah hati ren,aku lagi patah hati banget nih"jawab bagus lirih sedikit mendrama dengan memberenggutkan wajahnya.


*


*

__ADS_1


*****


__ADS_2