![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
"Wah lucunya.Bu Aina boleh gendong nggak?gemesin banget tahu nggak sih kamu itu Nak"seru Aina girang saat si bayi mungil itu sudah dikirim keruang rawat inap Ibunya yaitu Ayana.
"Boleh tapi harus hati hati ya.Masih lembek soalnya"ucap Bu Ratna memberika bayi yang awalnya berada dalam gendongan nya kini beralih pada Aina.
"Ayo duduk saja,biar aman.Aku juga mau lihat wajah ponakan aku kaya apa"ucap Andri tanpa ragu dan canggung menggandeng tangan Aina menuju sofa untuk duduk disana sembari menimang bayi mungil itu.
"Lucu ya Kak.Gemesin banget"ucap Aina lagi namun kini lawan bicara nya bukan lagi sang Ibu melainkan Andri si pria yang diam diam mengagumi kecantikan nya.
Namun entah apa yang dipikirkan oleh Andri.Walaupun begitu menyukai namun Andri tidak pernah berani berjalan lebih jauh untuk mendekati ataupun mendapatkan Aina.
Dia lebih suka mencintai dalam diam walaupun hal itu begitu menyiksa dirinya namun untuk maju pun rasanya terlalu sulit saat menyadari wanita muda itu adalah Adik dari Adik Iparnya.
"Kamu suka?"tanya Andri ambigu
"Suka.Suka banget jadi pengen punya satu biar ada teman main dirumah"jawab Aina dengan binar bahagia diwajahnya.
"Mau aku buatin?"tanya Andri lagi.
"Boleh.Nanti kalau sudah jadi kabari aku ya,biar aku ambil buat dibawa ke Bandung"
__ADS_1
"Kalau begitu ayo kita pulang atau ke hotel biar cepat jadi adonan bayi nya"bisik Andri yang membuat tubuh Aina membeku dan meremang seketika.
Andri terkekeh saat melihat reaski Aina saat mendengar bisika kramat nya.Sungguh benar benar menggemaskan dimata Andri.
"Itu Adek nya nangis kasih ke Ibu nya gih kasihan"lanjut Andri saat melihat Aina masih bergeming walaupun si bayi sudah menangis dipangkuan nya
"Hah?ah iya maaf.I_ini Kak bayi nya mungkin lapar"ucap Aina terbata bata karena merasa gugup setelah mendengar bisikan aneh dari seorang pria dewasa.Aina pun memberikan bayi Ayana kepangkuan Ibunya untuk disusui agar berhenti menangis.
*
*
Dan benar saja dia adalah Bagus,pelanggan setia san juga teman dari sang Kakak yaitu Rendi.
"Aina?ngapain kamu disini?"tanya Bagus yang melihat Aina berjalan ke arahnya.
"Kak Ayana melahirkan Kak ya jadi aku disini.Kakak sendiri ngapai disini?"tanya Aina balik.
"Aku nemenin Mamah yang masih dirawat"jawab Bagus yang memang terlihat lelah dengan adanya warna hitam dibawah matanya.
__ADS_1
"Sekarang kamu mau kemana?"tanya Bagus yang melihat Aina sepertinya akan pergi.
"Mau kekantin rumah sakit.Mau barengan?aku lapar banget"
"Boleh.Tapi bagaimana kalau kita makan diluar sekalian menyegarkan tubuh yang lelah ini"ajak Bagus yang memang tengah dilanda kelelahan dan kecemasan dengan kondisi sang Mamah.
"Boleh deh tapi jajanin ya"
"Siap neng geulis.Ayo"
Keduanya pun berjalan berdampingan menuju ke arah gerbang yang menuju keluar area rumah sakit untuk pergi kesebuah cafe yang terdapat didekat rumah sakit.
Dan tanpa kedua nya sadari ada sepasang mata yang menatap tajam kearah mereka serta kepalan tangan dikedua tangan nya yang menandakan kalau dia begitu tidak suka atau marah melihat kedekatan diantara keduanya.
Orang itu pun berlalu dari tempatnya berdiri dengan menekan rasa kesal didada karena merasa dikhianati padahal tidak ada hubungan apapun diantara keduanya.
*
*
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...