Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
ep.66


__ADS_3

"bu kami pamit dulu ya,ijinkan saya membawa kembali ayana untuk ikut bersama saya"ucap bima berpamitan dengan bu ratna,rendi san juga aina


kini keluarga kecil itu tengah mengantar kepergian anak sulung dikeluarga itu untuk kembali pulang bersama suaminya


"iya nak tentu ibu akan ijinkan,tolong jaga ayana dan ibu mohon jika nak bima sudah tidak berkenan melanjutkan pernikahan ini atau ayana membuat kecewa tolong kembalikan secara baik baik pada kami"jawab bu ratna sendu


jujur sangat berat untuknya melepas ayana pergi namun bu ratna juga tidak bisa mencegah hal itu karena kini yang jauh lebih berhak atas ayana adalaj bima suami nya


"kali ini saya tidak akan pernah mengijinkan ayana untuk pergi dari saya lagi bu,jika pun ayana keluar dari rumah saya pastikan saya akan menyertainya kemana pun langkahnya pergi"jawab bima cukup tegas san itu membuat keluarga ayana merasa sedikit kelegaan melepas putri sulung mereka pergi mengikuti suaminya


"ayana pamit ya bu,maaf kalau ayana tidak bisa membantu dan menjaga ibu lagi"ucap ayana sembari memeluk tubuh wanita paruh baya yang telah melahirkan nya itu


tangis keduanya pun tak dapat terelakan lagi,sedih harus berpisah jauh namun terharu karena ayana bisa kembali berkumpul dengan suaminya

__ADS_1


"iya sayang hati hati dijalan ya,kabari ibu kalau sudah sampai dijakarta"jawab bu ratna memberi usapan lembut dipunggung anak sulungnya yang tengah bergetar karena tangisnya


"iya bu,kakak pergi ya ren tolong jaga ibu dan kabari kakak kalau ada apa apa"setelah melepas pelukannya dengan sang ibu kini ayana berganti memeluk erat tubuh pria satu satunya dikeluarga itu


"iya kak tenang saja aku akan selalu menjaga ibu,kakak pergilah raih kebahagiaan kakak doa kami akan selalu menyertaimu"jawab rendi pada kakaknya itu


"jangan nakal,kuliah yang bener ingat pulang tepat waktu dan hindari pergaulan bebas kakak tidak bisa lagi mengawasi kamu tapi kakak percaya kalau adik bungsu kakak bisa dipercaya dan bertanggu jawab"ucap ayana yang kini memeluk erat tubuh adik bungsunya yang sudah sedari tadi menangis sesegukan karena tidak bisa menutupi kesedihan nya berpisah dengan kakak pertama nya yang selalu menjadi teman berbagi cerita dan kini keduanya harus dipisahkan oleh jarak.


"iya kak,aina pasti akan kangen banget sama kakak jangan lupa kasih kabar setiap hari ya"jawab aina disela isak tangisnya


lambaian tangan ayana dari jendela pintu mobil yang akan membawanya kembali kerumah sang suami pun menutup acara perpisahan di antara mereka.


"ya sudah bu aku juga pamit kekantor ya,ayo dek bukan nya kamu juga kuliah pagi"ucap rendi yang juga pamit kekantornya setelah mobil ayana menghilang masuk kedalam keramaian jalan bersama dengan mobil mobil penghuni jalan.

__ADS_1


"iya kak ayo,bu aina juga pamit kekampus ya ada kuliah pagi soalnya"


setelah mendapat anggukan dari bu ratna kedua anak nya itu pun masuk kedalam mobil masing masing yang akan membawa mereka ketempat tujuan masing masing


aina kekampus sedangkan rendi kekantor,bu ratna sendiri langsung melakukan aktifitasnya dikedai walaupun kini bu ratna melakukan kesibukan nya seorang diri namun hal itu tidak menjadi halangan untuknya untuk tetap membuka kedai itu


karena kepulangan ayana bersama dengan bima membuat bu ratna kehilangan satu satunya orang yang membantunya didapur kedai


sejenak bu ratna pun berpikir mungkin akan lebih baik mencari rekan untuk membantunya sehingga dia tidak akan merepotkan anak anaknya yang sudah sibuk dengan urusan masing masing.


*


*

__ADS_1


*****


__ADS_2