![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
Andri dan juga Aina yang mendengar teriakan Mamah Risma pun sontak terbangun dan bangkit dari tidur nya secara bersamaan bahkan keduanya terlonjak kaget secara bersamaan saat melihat sang Mamah Mamah tengah berdiri di ujung ranjang menatap tak percaya pada anak anaknya.
"A_Aina?"
"I_Ibu"ucap Aina yang tak kalah kagetnya dengan sang Ibu yang ikut serta dengan Mamah Risma mengunjungi apartemen Andri.
Tadi pagi Mamah Risma memang sengaja mengajak Bu Ratna untuk berbelanja segala keperluan acara aqiqahan untuk sang cucu yang akan diselenggarakan satu minggu kedepan.
Namun berhubung ini adalah acara aqiqahan cucu pertama dari masing masing tentu sang nenek dan sang oma begitu antusias menyelenggarakan acara yang cukup meriah untuk cucu pertama mereka.
Namun saat memilih menu catring yang akan dipakai untuk menu jamuan diacara nanti tiba tiba Mamah Risma teringat dengan si sulung yang sudah beberapa hari ini tidak terlihat dirumah nya alias tidak pulang kerumah.
Mamah Risma pun berinisiatif untuk mengunjungi apartemen sang anak karena Mamah Risma yakin kalau Andri ada disana.
__ADS_1
Dan benar saja Andri ada disana dengan seorang gadis yang begitu familiar.Ya dia adalah Aina Adik dari menantu kesayangan nya Ayana.
"Ka_kalian?apa apa ini?"tanya Mamah Risma yang masih belum percaya dengan penglihatan nya.Sementara Bu Ratna hanya bisa terdiam membisu menatap sendu anak gadisnya yang sudah berani tidur bersama seorang pria yang belum ada ikatan apapun dengan nya.
Mamah Risma dan Bu Ratna pun begitu syok mendapati kedua anaknya yang tertidur disatu ranjang dengan saling berpelukan.Belum lagi penampilan keduanya yang begitu mendukung praduga negatif kedua wanita paruh baya yang kini masih berdiri mematung didepan ranjang milik anaknya.
"Pakai baju kalian lalu temui kami diluar"titah Mamah Risma dengan nada dingin dan juga cukup tegas.
Kedua Ibu itu pun berlalu meninggalkan kedua anaknya yang masih belum beranjang dari tempatnya.
"Tapi apa Kakak yakin kalau kita tidak melakukan___"Aina tidak dapat melanjutkan ucapan nya saat ingatan tentang ciuman keduanya muncul begitu saja dibenaknya.
Andri pun hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal mendengar ucapan Aina.Semalam entah karena suasana dan posisi mereka yang mendukung atau entah karena sebuah rasa yang terlalu lama dipendam yang akhirnya keluar begitu saja.
__ADS_1
Andri tiba tiba membenamkan bibir kenyalnya diatas bibir Aina yang begitu manis dirasa oleh Andri dan tidak ada penolakan sama sekali dari Aina sehingga ciuman itu terus berlanjut hingga beberapa saat dikebersamaan mereka.
Hingga Andri menghentikan aksinya untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan.Walaupun dia harus menekan rasa yang bergejolak didalam tubuhnya.
"Sudahlah lebih baik kita pakai baju dulu dan kita temui Mamah dan Ibu.Kita serahkan semua keputusan pada mereka"Andri pun bangkit terlebih dahulu dan masuk kedalam kamar mandi terlebih dahulu untuk membersihka diri dan bersiap siap mendapatkan cecaran pertanyaan dan tentunya juga sangsi atas perbuatannya.
Selang 15 menit Andri pun nampak keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian lengkap yang sebelum nya dia ambil dari lemari sebelum masuk kekamar mandi dan kini giliran Aina yang akan melakukan hal yang sama.
"Aku sudah siapkan baju ganti untuk kamu didalam.Tapi maaf hanya baju itu yang terlihat kecil dan sesuai dengan ukuran tubuhmu"ucap Andri saat Aina tengah berjalan melewatinya untuk masuk kedalam kamar mandi.
Aina sendiri hanya mengangguk lemah untuk menjawan ucapan Andri.Setelah Aina masuk kedalam kamar mandinya Andri pun bergegas menghubungi orang kantor untuk mengabarkan kalau hari ini dia akan mengambil cuti untuk menyelesaikan permasalahan di antara keduanya.
*
__ADS_1
*
"Sekarang jelaskan sama Mamah ada hubungan apa di antara kalian?kenapa kalian harus senekad ini?kenapa kalian tidak meminta ijin saja pada kami untuk menikah?kenapa harus begini?ini dosa na,dosa sayang"ucap Mamah Risma melayangkan beberapa pertanyaan setelah kedua anaknya keluar dari kamar dan kini tengah duduk disofa bersebrangan dengan Mamah Risma dan juga Bu Ratna.