![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
Acara yang ditunggu tunggu Ayana dan Bima pun kini tiba.Sedari pagi kediaman itu sudah terlihat sibuk dengan persiapan acara pengajian aqiqahan sang putri tercinta yaitu Aliyah Nabila Hernawan yang kini berusia genap 2 minggu.
Bayi mungil itu terlihat cantik dengan gaun yang serupa dengan Ibu,nenek,oma dan juga aunti satu satunya yaitu Aina.Kelima wanita beda generasi itu nampak cantik dengan gaun brukas berbentuk kaftan yang khusus dipesan oleh Mamah Risma dari butiK ternama langganan nya.
Sedangkan para pria juga mengenakan baju koko yang senada dengan warna gaun kaftan yang dikenakan oleh para wanita didalam keluarga itu.
Acara demi acara berlangsung dengan lancar semua yang tamu undangan dengan tulus mendoakan doa doa terbaik untuk si kecil Aliyah atau baby Aya.
Menjelang sore hari acara pun selesai hanya meninggalkan beberapa kerabat yang masih betah bercengkrama dan berbincang ringan mengisi waktu sebelum semuanya beranjak meninggalkan kediaman itu.
"Mas aku masuk dulu ya mau tidurin Aya dikamarnya"ucap Ayana pamit kepada Bima yang masih terlihat asik berbincang dengan kerabat jauhnya.
"Iya sayang,nanti Mas nyusul ini masih asa yang harus dibicarakan"jawab Bima seraya mengusap lembut rambut Ayana yang tertutupi oleh hijab yang Ayana kenakan khusus untuk acara pengajian untuk anak pertamanya itu.
Ayana pun bangkit dari duduknya dengan membaqa si kecil Aya untuk ditidurkan diranjang miliknya.Agar bayi mungil itu bisa tidur dengan nyaman.
__ADS_1
*
*
Sementara dihalaman belakang nampak Aina tengah asik menikmati waktunya seorang diri.Menepi sejenak dari keramaian orang orang yang hampir tidak Aina kenali karena kebanyakan yang datang merupakn tamu dan sanak saudara dari Mamah Risma.
"Dicari cari malah asik disini"ujar seseorang yang mampu membuat hati Aina berdebar dan berbunga bunga.
Aina hanya tersenyum manis saat mendapati seorang pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu berjalan mendekat.
"Kenapa disini?sendirian lagi,bikin panik tau nggak"celoteh Andri yang sedikit menggerutu karena cukup lama dia berkeliling untuk mencari gadis yang begiti dia rindukan padahal hanya beberapa menit saja mereka berpisah.
"Nggak.Ngapain Mas cariin kamu"jawab Andri membuang muka kesalnya karena Aina tidak peka dengan rasa rindu yang dia rasakan saat ini.
Aina yang sengaja menggoda Andri pun segera memeluk erat tubuh kekar yang kini berdiri disampingnya.Aina menghirup aroma tubuh pria yang sudah menguasai seluruh hatinya itu.
__ADS_1
"Ngapain peluk peluk?Bukan nya tadi nggak suka aku cariin?"ujar Andri yang berusaha melepas pelukan Aina walaupun sebenarnya sangat merindukan pelukan itu.
"Ck ngambekan banget sih calon suami aku ini.Jangan dilepas atuh kan Aina kangen banget sama Mas"ucap Aina sembari mempererat pelukannya dan membenam wajahnya didada bidang Andri.
Andri yang begitu merindu pun akhirnya pasrah dan membalas pelukan hangat calon istri kecilnya itu.
"Besok mau nggak temani Mas?"tanya Andri memecah keheningan diantara keduanya yang begitu menikmati waktu waktu berdua mereka disela sela kesibukan acara sang Kakak.
"Kemana Mas?Aina sih ayo ayo ajah selama itu tidak ketempat yang seperti tempo hari ajah.Aina nggak mau kalau ketempat begitu"
"Nggak kok sayang.Ini acara lumayan formal,sebuah acara pembukaan cabang perusahaan rekan bisnis Mas.Mau ya?"
"Boleh.Tapi memang nggak apa apa ya kalau aku ikut?"
"Memang kenapa dan siapa juga yang nggak bolehin kamu ikut,hhmm?"
__ADS_1
"Iya nggak ada.Hanya saja Aina masih kurang percaya diri kalau datang ke acara seperti itu.Apalagi harus nemenin orang hebat kaya Mas,pasti bakal banyak banget yang nyinyirin aku"
"Nggak usah pedulikan mereka karena sebaik apapun kita tetap saja akan buruk dimata orang yang benci dengan kita.Jadi lenih baik kamu fokus saja ngurusin dan temani calon suami kamu ini biar nggak ada yang berani godain lagi"jawab Andri sembari mencubit sayang hidung mancung Aina.