Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Aliyah Nabila Hernawan


__ADS_3

"Memang pacar kamu tidak akan marah kalau kita jalan bareng?"tanya Andri begitu saja melihat kedekatan nya dengan pria asing tadi membuat Andri yakin kalau di antara keduanya ada hubungan spesial.


"Nggak.Aku sudah ijin kok sama dia dan selama aku bisa menjaga batasan tentu tidak ada alasan untuk dia buat ngelarang aku jalan sama teman apalagi ini sudah terbilang saudara tentu nggak masalah"jawab Aina tanpa melihat ekspresi Andri yang sudah berubah menjadi muram durja.


"Begitu ya.Besok aku kabari deh bisa apa nggak nya"jawab Andri menghela nafas berat nya.


Kadang ekspetasi akan sangat bertolak belakang dengan realita yang ada dan sepertinya itulah yang terjadi pada Andri saat ini.


Kalah sebelum berperang atau layu sebelum berkembang mungkin itulah yang saat ini dia alami.Sakit namun bagaimana lagi disaat semesta tidak merestui perasaan nya berlabuh ditempat yang diinginkan.


Berusaha ikhlas pun rasanya terlalu sulit disaat harus mengakhiri padahal memulai pun belum 🤭.


*


*


"Masuklah.Aku harus pergi dan tidak akan ikut masuk kedalam"ucap Andri disaat mobil yang dia bawa sudah terparkir dihalaman rumah orang tua nya.


"Kakak mau pergi kemana?ini sudah larut Kak lebih baik kita masuk sama sama dan istirahat didalam"ujar Aina yang mendadak merasa khwatir dengan pria dewasa disamping nya saat ini.


"Masuklah.Aku baik baik saja"jawab Andri dengan nada datar dan dingin.

__ADS_1


'justru bersamamu membuatku tidak baik baik saja'gumam Andri dalam hati.


Dengan berat hati Aina pun turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah mewah itu seorang diri.Aina memandangi mobil Andri yang perlahan lahan melaju mrninggalkan kediaman orang tuanya.


'Kenapa sikapnya jadi aneh gitu ya?huuhhh'gumam Aina setelah mobil Andri tidak ada lagi dalam pandangannya.


Aina pun berjalan langsung menuju ke arah kamar tamu yang biasa dia dan Bu Ratna tempati jika sedang berada dijakarta.


Namun baru saja membuka pintu kamarnya ponsel miliknya berbunyi dan menampilkan nama Angga dilayar ponselnya.


Angga adalah seniornya Aina dikampus dan mereka sudah menjalin hubungan selama 6 bulan.


"Wa'alaikumsalam,besok kita ketemu ya"jawab Angga dari sebrang sana.


"Tapi Aina lagi diJakarta Kak"


"Iya aku tahu.Kebetulan aku juga lagi diJakarta ada sedikit urusan,gimana bisa?"


"Iya baiklah.Kabari saja lagi kapan dan dimana nya ya Kak"


Aina pun mengakhiri sambungan telpon nya lalu bergegas masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri lalu beristirahat setelah seharian menghabiskan waktu dirumah sakit menemani sang Kakak.

__ADS_1


*


*


"Bagaimana apa kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kita?"tanya Bima saat menggendong Bayi mungilnya yang tengah sedikit rewel padahal sudah diberi ASI oleh sang Ibu.


Namun nampaknya si bayi masih betah berada dipangkuan sang Ayah.Terbukti setelah digendong sang Ayah si bayi pun mulai terdiam dan tertidur kembali.


"Mas saja yang ngasih dia nama"jawab Ayana yang juga tak henti henti memandangi wajah Bima persi mini.


"Bagaimana Aliyah Nabila Hernawan?"


"Bagus,cantik secantik wajahnya"


"Baiklah kita beri nama itu saja ya"


"Iya Mas.Lebih baik Mas istirahat tidurkan saja Aya dibox bayi nya"ucap Ayana saat melihat si kecil Aya tertidur pulas di pangkuan Bima.


Bima pun menidurkan bayi Aya dibox bayi yang tersedia disana kemudian beranjak menuju kesofa tempat yang akan menjadi ranjangnya selama aang istri menginap dirumah sakit.


Lelah namun Bima cukup bahagia karena kini keluarga kecilnya sudah dilengkapi dengan kehadiran aang buah hati yang akan memberi warna baru dalam rumah tangganya.

__ADS_1


__ADS_2