Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Pergi


__ADS_3

"ayana tunggu,berhenti ayana"pekik bima saat melihat ayana berlari keluar dari restoran dengan air mata yang telah membasahi wajah cantiknya.


namun disaat bima akan beranjak untuk mengejar ayana langkah nya terhenti saat tangan alena mencekal tangan nya


"sudahlah sayang biarkan dia pergi,lagi pula buat apa sih bertahan dengan wanita kaya dia memanfaatkan mamah hanya demi mendapatkan kamu"ucap alena yang membuat bima dilanda kebimbangan


bima cukup khawatir dengan kondisi ayana saat ini namun rasa kecewanya terhadap ayana juga tidak bisa bima kesampingkan


ditambah ucapan alena yang menambah rasa kecewa dan juga marah pada istri kedua nya itu


bima pun memilih kembali duduk walaupun hati dan perasaan nya tidak tahu lagi sudah seperti apa,satu sisi dia begitu marah dan kecewa namun satu sisi dia juga begitu mencemaskan ayana yang berlari dengan menangis.


***


Sementara ayana kini telah berada didalam taksi sambil masih menangis menuju kerumah utama keluarga Hernawan.


saat masih dalam taksi ayana sempat menghubungi rani kalau hari ini tidak bisa kembali untuk bekerja karena urusan keluarga dan rani pun cukup mengerti dan tidak mempermasalahkan nya meski pun harus lembur menggantikan ayana.


"sudah sampai non"ucap pak supir taksi saat taksinya sudah berada didepan rumah keluarga bima

__ADS_1


"ah,iya pak maaf saya malah melamun.Terima kasih ya pak"ucap ayana sembari menyerahkan beberapa lembar uang pada pak supir tadi


"tunggu non"cegah pak supir saat ayana mau keluar dari mobilnya


"iya pak,kenapa?"tanya ayana yang kini telah berada diambang pintu mobil


"ini uang nya kelebihan non"ucap pak supir sembari menyerahkan kembali 2 lembar uang yang ayana berikan tadi


"tidak apa pak ambil saja,anggap saja itu rezeki anak anak bapak untuk hari ini terima kasih karena bapak sudah mengantarkan saya selamat sampai tujuan"ayana pun keluar dari taksi dan bergegas masuk kedalam rumah


"assalamualaikum"ucap ayana mengucap salam saat masuk kedalam rumah


"iya bi ada keperluan mendadak jadi pulang lebih awal,oh mamah dimana?"


"ibu belum pulang arisan mungkin nanti malam baru pulang non"


"oh....ya sudah aku masuk kamar dulu ya bi"


"iya non silahkan"

__ADS_1


setelah berbincang dengan mbok sum ayana pun bergeagas masuk ke dalam kamarnya dan mengambil koper yang tersimpan di sisi lemari dikamarnya


bulat sudah kini tekadnya untuk pergi meninggalkan rumah kediaman keluarga Hermawan


tidak ada lagi alasan untuk ayana tetap tinggal di sana ayana pun mulai mengemas pakaiannya ke dalam koper dan barang-barang milik pribadinya berhubung ayana baru sebentar tinggal disana jadi barangnya juga tidak terlalu banyak


dan mempermudah Ayana untuk membereskannya dengan cepat setelah mengepak barang ayana beranjak dari tempatnya menuju ke meja rias yang ada di kamarnya


ayana mengambil sebuah buku dan pulpen lalu mulai menulis sesuatu di atas kertas itu


setelah 10 menit berlalu ayahnya pun merampungkan tulisannya di atas kertas lalu memasukkannya ke dalam amplop


tak lupa ayana pun mengeluarkan dompetnya dan mengambil 2 buah kartu yang dulu sempat bima dan mama Risma berikan padanya


lalu memasukkan dua kartu itu ke dalam amplop beserta tulisan yang tadi dia selesaikan yang merupakan sebuah surat untuk mamah risma dan juga untuk bima "maafkan yana mah,yana tidak bisa berjuang lagi.Terima kasih karena mama telah menyayangi ayana seperti mamah menyayangi anak-anak mamah sendiri ayana sayang mamah"lirih ayana saat menatap amplop yang berisi surat untuk mama risma


"jika ini yang terbaik dan ini yang kamu inginkan aku pergi bim.Terima kasih karena kamu telah mewujudkan keinginanku selama ini.Terima kasih karena telah memberikanku kesempatan untuk menjadi istrimu selamat tinggal Abimanyu Pradita aku mencintaimu"


ayana pun keluar dari kamar dengan menyeret kopernya menuju ke lantai bawah untuk menemui bi assih dan berpamitan dengannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2