Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
KAMP. Rumah Kenangan


__ADS_3

"oh sebentar saya panggilkan dulu mamah saya nya,ayo tuan silahkan masuk dan duduk dulu"jawab si gadis cukup ramah dan memeprsilahkan untuk doni masuk dan menunggu mamah nya didalam rumah


doni pun mengikuti langkah gadis itu di ikuti oleh alena dibelakang nya.


setelah doni masuk si gadis tadi pun beranjak menuju ke arah paling dalam rumah mungkin gadis itu tengah menuju ka arah dapur untuk memanggil sang mamah yang merupakan pemilik rumah kontrakan yang alena dan almarhumah ibu nya tempati


dan setelah menunggu beberapa menit akhirnya wanita muda itu kembali lagi dengan seorang wanita paruh baya yang tengah mengenakan daster khas rumahan lengkap dengan hijab instans yang senada dengan daster yang ia kenakan.


"maaf menunggu lama,ada keperluan apa ya mas?eh ada alena juga?"tanya bu komala pada doni dan juga alena yang duduk bersebelahan disofa yang sama saat dirinya tengah duduk tepat dihadapan doni hanya terhalang oleh meja kaca yang terletak ditengah tengah


"perkenalkan saya doni kerabat jauhnya bu fatimah ibu dari alena,saya kesini ingin menyelesaikan tunggakan bu fatimah bu sekalian ijin untuk pamit karena alena akan saya bawa untuk tinggal bersama dengan keluarga saya"ucap doni sedikit berbohong


namun hanya itulah cara satu satunya agar si pemilik kontrakan tidak berpikir yang aneh aneh terhadapnya apalagi terhadap alena


"oh iya mas,terima kasih sebelum nya atas etikad baik mas nya tapi kenapa alena harus dibawa pergi?saya masih bersedia kok untuk mengontrakan rumah itu untuk alena dengan bayaran semampu nya alena"tanya bu komala cukup terkejut saat ada orang asing yang akan membawa alena pergi


"terima kasih sebelum nya bu namun alena telah saya daftarkan ke universitas terbaik dikota dan saya rasa sangat tidak mungkin untuk alena pulang pergi dari sini jaraknya terlalu jauh maka dari itu saya akan membawa nya kekota bu"jelas doni lagi

__ADS_1


setelah berbincang beberapa saat doni dan alena pun ijin pamit pada bu komala untuk undur diri dan pergi menuju kontrakan nya


alena menatap nanar seluruh ruangan yang terdapat dirumah sederhana yang telah 5 tahun dia tempati dengan almarhumah bu fatimah


"ayo bereskan barang mu,sebelum malam kita sudah harus menemukan tempat baru untukmu"ujar doni saat melihat alena hanya terdiam ditempat tidak bergerak sedikit pun


alena pun membawa langkah kakinya menuju kasebuah kamar yang agak sempit yang hanya terisi satu ranjang single size dan juga lemari pakaian yang tidak terlalu besar


alena mengambil sebuah tas yang cukup besar dari atas lemari pakaian nya dan mulai mengemas beberapa pakaian yang dia rasa masih cukup layak pakai


sedangkan yang biasa dia pakai dalam keseharian nyab tida tinggalkan agar tyidak terlalu banyak barang yang dia bawa


dan doni hanya bisa menatap sendu gadis yang kini tidak memiliki siapa siapa lagi itu,entah apa yang membuat doni merasa berat untuk meninggalkan nya bahkan doni rela meninggalkan pekerjaan nya demi menemani dan menyelesaikan maslaah gadis yang bartu dia kenal itu


walaupun bu fatima telah 5 tahun bekerja dengan nya namun sunggu ini pertama kalinya doni bertemu dengan alena anak satu satunya dari wanita yang selalu memberinya nasihat dan pendapat bagaikan seorang ibu pada anaknya


bu fatimah adalah satu satu nya art yang tidak menginap dirumah nya,dia selalu datang jam 6 pagi dan pulang jam 5 sore atau jam 8 malam kalau memang dirumah ada sebuah acara yang mengharuskan nya untuk bekerja lembur

__ADS_1


tapi doni selalu memberinya bonus sebagai ganti waktu bu fatimah yang doni pakai melebihi jam kerjanya.


.


***


Mobil yang doni bawa melaju membelah ramainya jalan ibu kota.Karena selalu menangis membuat alena tertidur sepanjang perjalanan menuju kekota


doni terpaksa membawa alena kedaerah perkotaan karena sangat tidak mungkin membawa alena kerumah nya karena marina seorang istri yang cukup pencemburu


bahkan tak jarang marina cermburu dengan kedekatan antara doni dan juga bu fatimah dan itu membuat doni sedikit menjaga jarak dengan bu fatimah jika ada sang istri dirumah


doni sungguh tidak tega melihat wanita paruh baya yang telah begitu baik padanya dibentak bentak seenaknya oleh sang istri yang usia nya jauh lebih muda dari bu fatimah.


maka dari itulah doni selalu bercerita pada bu fatimah jika marina tidak sedanga ada dirumah.


.

__ADS_1


*****


__ADS_2