Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Akhirnya Sah(Andri&Aina)


__ADS_3

Akhirnya setelah menunggu waktu dua minggu yang mendadak serasa dua abad itu pun tiba.


Disebuah kamar hotel disalah satu hotel ternama nampak gadis cantik berbalut kebaya berwarna putih gading lengkap dengan makeup dan sanggul ala putri solo tengah duduk dipinggir ranjang dengan gelisah.


"Kamu gugup ya Dek?"tanya Ayana yang menghampiri sang adik yang nempak begitu gusar menanti acara ijab kabul yang akan dilaksanakan setengah jam lagi.


"Iya Kak.Aina kok mendadak takut ya Kak?"jawab Aina sembari terus meremas tangan nya yang saling bertautan.


"Takut?takut kenapa?"


"Takut kalau Mas Andri akan kabur sebelum akad dimulai Kak"jawab Aina sendu.


Seketika tawa Ayana pun pecah mendengar jawaban daria dik bungsu nya itu.Suasana yang tadinya tegang pun kini mencair dengan kekonyolan sang adik dengan pikiran nya yang aneh.


"Lah pikiran mu Dek aneh aneh wae.Pria bucin akut kaya gitu masa ninggalin hari yang dia tunggu tunggu.Bismillah sayang semua pasti berjalan dengan lancar,restu dan doa Ibu akan selalu menyertai langkahmu dan suami mu nanti"timpa Bu Ratna mencoba menenangkan anak bungsunya yang begitu gusar dan cemas.


(reader ada yang sama nggak sama Aina??kalau Author sebelum kata sah terdengar asli nggak berani natap wajah suami,takut bukan dia orang nya 😅😅😅)


Hingga kecemasan dan kegundahan itu berganti dengan rasa gugup yang teramat besar kala Bima datang dan mengintrupsikan untuk Aina agar segera bergabung bersama dengan mempelai pria karena ijab kabul akan segera dilaksanakan.

__ADS_1


Dengan di apit oleh Bu Ratna dan juga Ayana,Aina berjalan anggun menuju ke tempat dimana pria yang sebentar lagi sah menjadi suaminya tengah menunggu.


Andri terkesiap begitu Aina muncul,berjalan ke arahnya dengan anggun nan cantik dalam balutan busana pengatin khas putri solo menambah kecantikan yang begitu paripurna.


Sampai Aina duduk pun Andri masih terpaku menatap tak percaya pada wanita yang kini sudah duduk manis disamping nya menunggu janji suci pernikahan yang akan dia ucapkan untuk menyatukan mereka berdua dalam hubungan yang halal.


"Ayo Nak Andri apa sudah siap untuk ijab kabulnya?"tanya Pak penghulu yang duduk tepat disamping Rendi yang akan menjadi wali menggantikan sang ayah yang telah berpulang kerahmatullah beberapa tahun yang lalu.


"Wah sepertinya mempelai pria kita sangat terpesona ya dengan mempelai wanitanya sampai mengabaikan pertanyaan saya"ucap Pak penghulu pura pura merajuk yang membuat Aina salah tingkat dan malu tentunya.


Seketika ruangan yang tadinya penuh ketegangan pun menjadi riuh dengan gelak tawa para tamu undangan yang khusus di undang untuk menjadi saksi acara Ijab Kabul pagi ini.


Seketika Andri pun tersadar dari lamunan nya dan baru menyadari kalau dirinya sudah menjadi bahan tawaan para tamu undangan saat ini.


"Eehhheeemmm"


Andri pun berdehem dan mulai menegakan tubuhnya menghadap kw arah depan untuk menutupi kegugupan nya saat ini.


"Bagimana Nak Andri sekarang sudah bisa kita mulai Ijab Kabulnya?"tanya ulang Pak penghulu pada Andri yang kini sudah biaa di ajar berkomunikasi.

__ADS_1


"Insya allah siap Pak"jawab Andri mantap.


Andri pun menatap ke arah Rendi yang akan menjadi wali untuk Aina menggantikan sang ayah yang telah berpulang.


"Baiklah kalai begitu,mari kita mulai saja ijab kabulnya.Bismillahirohmannirohim ayo Nak Rendi sudah siapkan untuk menjadi wali wakil?"tanya Pak Penghulu pada Rendi.


"Insya allah siap Pak"


"Baiklah ayo silahkan Nak Rendi kita mulai.Nak Rendi ayo jabat tangan Nak Andri untuk melakukan ijab kabulnya."


Kedua pria yang sebentar lagi akan menjadi saudara itu pun saling berjabat tangan untuk prosesi ijab kabul yang akan di ucapkan oleh Andri.


"Bismillahirohmannirohim,Ananda Andriansyah Pradiptya Hernawan bin Wahyu Hernawan Almarhum saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Aina Gayatri binti Suryo Mulyono Almarhum dengan maskawinnya berupa satu perangkat alat sholat beserta uang tunai sebesar 150juta dibayar tunai.”


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Aina Gayatri binti Suryo Mulyono Almarhum dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”


"Bagaimana saksi,sah?"


"Sah"

__ADS_1


"Sah".


__ADS_2