![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
Kedua tangan Sania terkepal saat Rendi meninggalkan nya dan mengabaikan nya.Rasa bencinya pada sang adik bertambah kala mendapati nasib sang adik jauh lebih baik dari dirinya.
Mendapatkan suamia yang begitu sempurna dalam segala hal bahkan menjadikan wanitanya seorang Ratu didalam hidupnya.
Sedangkan Rendi sendiri langsung pergi meninggalkan Sania dengan menekan rasa kesalnya pada wanita yang sudah menjadi kakak iparnya itu.
Namun rasa kesal itu tiba tiba saja menguap saat mendapati wajah sang istri tengah tersenyum dengan wajah yang jauh lebih segar setelah membersihkan diri.
Dengan langkah cepat Rendi langsung menghampiri dan mendekap erat tubuh sang istri guna menghilangkan rasa dongkol didalam hatinya.
"Kenapa sayang,ada apa hhmm?"tanya Tania sembari mengusap pungguh sang suami untuk menenangkan pria yang Tania rasa sedang tidak baik baik saja itu dan ini untuk pertama kalinya Tania menyematkan kata 'sayang' untuk suaminya.
Karena selama ini hanya Rendilah yang kerap memanggilnya sayang dan kali ini Tania pun sudah mantap dengan menjadikan suaminya pria satu satunya dalam hidupnya meski pun awalnya sempat meragu namun kini sudah yakin dengan pilihan nya.
"Ka_kamu bilang apa tadi?"tanya Rendi sembari memberi jarak dan menatap intens wajah sang istri.
"Kenapa sama ada apa?"jawab Tania pura pura tidak tahu apa yang dimaksud oleh Rendi.
__ADS_1
"Bukan,bukan itu"Rendi berenggut sembari melepaskan pelukannya ditubuh Tania sembari menghela nafas sepenuh dada lalu beranjak mengambil susu yang sebelumnya dia simpan di atas nakas.
"Sudahlah,lebih baik minum susunya lalu istirahat"Rendi pun menyodorkan satu gelas susu hangat pada sang istri yang nampak menahan senyumnya demi melihat wajah sang suami yang berenggut dan itu begitu menggemaskan.
"Terima kasih sayang"ucap Tania sembari meraih gelas yang berisi susu hangat yang diberikan oleh sang suami dan meminumnya hingga tandas.
Sementara Rendi sendiri masih terpaku saat mendengar dengan jelas kalau Tania lagi lagi menyematkan kata 'sayang' untuknya.
"Kenapa sayang,kok bengong?nanti kesambet loh"lanjut Tania lagi saat melihat Rendi hanya diam menatap tak percaya padanya.
Tanpa kata lagi Rendi langsung menarik Tania masuk kedalam dekapan nya.Rendi masih belum percaya kalau kini Tania sudah mulai menerima dirinya secara seutuhnya.
"Terima kasih sayang,Mas bahagia sekali.Akhirnya kamu menerima pernikahan ini dan juga aku"Rendi tak dapat lagi membendung rasa harunya saat sang istri kini sudah mulai meneria dirinya dan juga pernikahan mereka.
Bukan hanya sekedar karena tanggung jawab namun kini Tania menunjukan kalau dirinya juga sudah mulai memiliki perasaan khusus untuk Rendi suaminya.
"Tania juga mau bilang terimakasih,terima kasih karena sudah bersabar dan menungguku siap dengan ini semua hingga aku pun sadar bahwa kamulah pria terbaik untukku"
__ADS_1
Keduanya pun saling memeluk penuh rasa haru meluapkan rasa bahagia yang kini menyelimuti keduanya.
*
*
🌸Beberapa bulan kemudian...
.
Perhatian Rendi akan pekerjaan nya teralihkan oleh kedatangan seseorang yang begitu tidak dia inginkan dan tidak dia harapkan.
Seseorang yang sudah satu minggu ini gencar mendatangi kantornya meskipun Rendi sudah melarang keras agar dia tidak lagi datang kesana.
"Hai,kamu kok sibuk terus sih?sampai lupa makan.Ini aku bawakan kamu makan siang,kamu belum makan kan?"ucapnya dengan tidak tahu malunya berjalan menuju sofa yang ada diruangan kerja Rendi saat ini.
Dengan penuh percaya diri Sania begitu cekatan dan penuh perhatian menyiapkan semua menu makan siang yang dia bawa untuk makan siang bersama dengan adik iparnya yang selalu saja nampak begitu sibuk dengan pekerjaan nya hingga mengabaikan makan siang nya.(begitu pikirnya)
__ADS_1
"Makanan nya sudah siap ayo sini kita makan siang bereng.Aku juga sudah masak makanan kesukaan kamu loh,jadi ayo sini makan dulu"lanjutnya dengan begitu santai seolah olah Rendi tengah menunggunya.