![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
"Baiklah Mas mandi siap siap dulu ya.Mas sudah pesan makanan kalau kamu lapar sarapan dulu saja"ucap Andri menyudahi aksi panasnya diranjang.
"Mas?"tanya Aina yang mendengar Andri sudah mengganti nama panggilan untuknya.
"Iya sayang,mulai sekarang biasakan panggil aku Mas ya.Sebentar lagi aku jadi suami kamu loh dan itu adalah panggilan yang tepat untuk seorang suami"
"iya Mas"
"Gemes banget sih"ujar Andri yang langsung menghujani Aina ciuman bertubi tubi diwajah cantiknya.
"Sudah Mas geli.Ayo siap siap kita sudah ditunggu loh ini dirumah"ucap Aina menghentikan kejahilan calon suaminya.
"Baiklah nyonya Andriansyah Hernawan.Perintah akan segera hamba laksanakan"jawab Andri sembari bangkit dari atas tubuh Aina tak lupa Andri menyambar bibir Aina sekilas sebelum benar benar menghilang dibalik pintu kamar mandi.
Aina hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya pelan saat melihat tingkah calon suaminya yang ternyata memiliki sipat lembut dan juga hangat.
Tidak seperti pertama kali mereka bertemu.Andri bagaikan manusia ws yang super dingin dan menyebalkan.
__ADS_1
*
*
Sementara dirumah Utama sedikit terjadi kegaduhan setelah mendapatkan informasi dari kedua Mamah mereka.
"Apa,Aina dan Kak Andri akan menikah?"tanga Bima dan juga Ayana secara bersamaan.
Dari raut keduanya begitu terlihat jelas kalau keduanya nampak syok mendengar kabar dari Mamah Risma yang pulang lebih awal jadi yang dijadwalkan bahkan menyuruh Bima pulang walaupun pekerjaan Bima belum selesai.
Dan disinilah semua nya berkumpul penuh dengan rasa tak percaya dengan apa yang baru saja disampaikan oleh Mamah Risma dan juga Bu Ratna.
"Karena kedua nya sudah tidur bersama sayang bahkan Aina nampak jelas tengah mengenakan kemeja Andri yang Mamah belikan sebagai kado ulang tahun tahun lalu dan Andri sendiri hanya mengenakan celana boxer"jelas Mamah Risma menjabarkan penemuannya tadi pagi diapartemen anak sulungnya.
"APA?"
Kembali Ayana dan Bima dibuat syok dengan penuturan sang Mamah.Kedua nya tidak menyangka kalau hubungan Kakak dan Adiknya sudah sejauh itu.
__ADS_1
"Tapi apa Mamah yakin?"kini giliran Bima yang bertanya karena masih belum yakin dengan apa yang dijelaskan oleh Mamah Risma.
Karena selama ini Bima cukup mengenal Andri dengan baik.Andri tidak mungkin melakukan itu sebelum ada ikatan pernikahan diantara keduanya.
Bima teringat kembali dengan kejadian beberapa tahun lalu dimana Andri begitu marah dan kecewa saat Bima meminta restu untuk menikah padahal masih berkuliah dan ternyata alasan dibalik ijin pernikahan nya adalah karena Bima sudah berhubungan layaknya suami istri dengan Alena.
Dan Bima merasa bersalah terhadap Alena yang waktu itu diketahui oleh Bima kalau Alena masih perawan.Namun setelah melakukan hal itu dengan Ayana Bima baru menyadari kalau dulu Bima bukanlah pria pertama untuk Alena.
"Tentu saja yakin Nak Bima karena tadi pagi kami melihat langsung adegan tidak senonoh itu"jawab Bu Ratna dengan raut wajah sendu.
Jujur Bu Ratna begitu kecewa dengan anak gadisnya itu namun mau marah juga rasanya percuma kala semua sudah terjadi.Walaupun keduanya mengingkari telah melakukan hal intim itu tapi tetap saja apa yang dilakukan kedua anaknya itu salah besar.
Bima dan Ayana pun melorotkan tubuhnya kesadaran sofa yang mereka duduki saat ini.Sungguh kebingungan tengah melanda pasutri yang baru saja menjadi orang tua dari bayi mungil nan lucu dan juga cantik Aliyah Nabila Hernawan.
Lamunan Ayana dan juga Bima membuyar kala suara langkah kaki yang disertai ucapan salam menggema diruangan tengah tempat mereka berkumpul.
"Assalamualaikum"ucap Andri dan juga Aina mengucap salam secara bergandengan.
__ADS_1
Bima dan Ayana menatap tak percaya pada dua orang yang baru saja masuk dengan bergandengan tangan mesra.