Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Raja dan Ratu Sehari


__ADS_3

"Telpon dari siapa Mas?kok lama banget ngobrolnya?"tanya Aina begitu Andri masuk kembali kedalam kamar


"Itu tadi asisten aku sayang,dia mengabarkan hasil metting tadi siang.Kenapa?jangan bilang nyonya Andri cemburu"jawab Andri tersenyum senang.


"Nggak,Aina cuma nanya Mas.Sok atuh sana siap siap sebentar lagi Aina beres tinggal pake gaun nya saja"


Kedua nya pun berdiri dengan begitu serasi di atas pelaminan.Malam ini menjadi malam yang begitu berbahagia untuk pasangan kekasih halal dan juga keluarganya.


Nampak si kecil baby Aya pun terlihat anteng dalam kereta bayinya dengan menggunakan gaun mini yang kembaran dengan sang Ibu sedangkan sang Ayah mengenakan kemeja yang senada dengan gaun yang Ayana dan putrinya kenakan kompak dengan si Om ganteng Rendi yang nampaknya masih betah sendiri pasca putus dari teman Ayana sewaktu masih bekerja dibutik yaitu Rani.


Rendi dan Rani memang sepakat berpisah karena jarak yang memisahkan.Kesibukan Rendi membuatnya tidak memiliki waktu untuk sang kekasih yang berada dibeda kota.


Hingga akhirnya Rendi pun memilih mengalah dan membiarkan Rani hidup berbahagia dengan pilihan kedua orang tuanya.


*

__ADS_1


*


Tamu undangan pun mulai berdatangan memenuhi ballroom yang mereka pakai untuk acara akad dan juga resepsi pernikahan mereka.


Nampak beberapa tamu undangan yang Aina kenal tapi hampir 75% dari tamu undangan sama sekali tidak Aina kenali karena kebanyakan merupakan teman kuliah dan rekan bisnis Andri.


Aina sendiri hanya mengundang beberapa orang saja karena memang teman kuliah Aina kebanyakan tinggal diBandung.


Sedangkan teman semasa sekolah sudah pada hilang sibuk dengan kehidupan mereka masing masing dan setelah Aina pindah ke Bandung dan kuliah disana mereka putus kontak.


"Kenapa sayang?"tanya Andri yang merasakan keanehan pada istrinya.


"Mmmm..."belum sempat Aina menjawab si wanita sudah lebih dulu menyapa pasangan pengantin yang tengah berbahagia itu.


"Selamat ya And,semoga bahagia selalu"ucapnya sembari mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan pengantin.

__ADS_1


Mendengar seseorang mengucapkan selamat Andri pun refleks menoleh ke arah suara dan Andri cukup terkejut melihat Nadin disana,karena seingatnya Andri tidak mengirimkan undangan untuknya.


"Iya terima kasih Nad"jawab Andri dengan nada dingin nya.


Andri pun segera merengkuh tubuh Aina agar perasaan merasa tenang.Jujur disaat berhadapan dengan sang mantan Andri selalu merasakan gemuruh amarah didalam dadanya.


Rasa marah,kecewa dan juga benci selalu menyelimutinya disaat bersitatap dengan Nadin dan hanya dengan memeluk Ainalah Andri bisa mengontrol perasaan nya dan menenangkan dirinya.


"Selamat ya Dek atas pernikahan nya,semoga bahagia dan langgeng"ucap Nadin walaupun sedikit tidak rela namun Nadin harus menerima kenyataan kalau pria yang dulu mencintainya kini telah menjadi milil wanita lain.


"Terima kasih karena sudah datang dan mendoakan kami Mbak"jawab Aina dengan senang hati menyambut uluran tangan Nadin dan juga pelukan kecil dari wanita yang pernah singgah dihati suaminya dimasa lalu.


Nadin pun berlalu dari hadapan pengantin baru itu dengan wajah yang sendu.Dia tidak pernah menyangka akan melihat pria yang dulu merangkai mimpi indah menjalani biduk rumah tangga bersama kini malah nersanding dengan wanita lain.


Namun Nadin sadar mungkin ini adalah karma karena Nadinlah yang pertama berkhianat dengan berselingkuh hingga menikah dengan pria asing.

__ADS_1


__ADS_2