Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
ep.56


__ADS_3

Ayana terperangah dan segera menjauh dari bima untuk menutupi kegugupan nya setelah tersadar dari lamunan nya


"i_ini baju ganti nya,lebih baik pakai baju dulu"ucap ayana terbata sembari menyodorkan satu stel pakaian santai milik rendi untuk bima pakai tanpa berbalik pada bima dan membelakangi nya


sungguh jantung ayana tidak baik baik saja saat melihat pria yang begitu dia rindukan dalam keadaan setengah telanjang itu benar benar menggoda iman nya.


ayana mengerutkan dahinya saat bima tak kunjung mengambil baju yang dia sodorkan namun detik kemudian ayana merasakan sesuatu yang melingkar diperutnya


ayana membulatkan matanya saat bima melingkarkan tangan kekarnya diperut ayana yang masih rata


"aku tidak membutuhkan nya,yang aku butuhkan adalah kamu"bisik bima ditelinga ayana


bima mencium lembut ceruk leher ayana dibagian belakang nya dan itu membuat tubuh ayana meremang


sebagai wanita dewasa tubuh ayana tidak bisa berbohong kalau sebenarnya tubuh itu begitu merindukan sentuhan sentuhan lembut tangan kekar bima yang mampu membuat dirinya melayang


ditambah lagi ayana pernah merasakan bagaimana gila nya sebuah rasa yang dimunculkan oleh sebuah penyatuan tubuh antara dirinya dan juga bima


ayana memejamkan matanya saat bima mulai menciumi leher dan juga pipi sbelah kiri dan kanan secara bergantian tak lupa bima juga mempererat pelukan pada tubuh bima

__ADS_1


merasa tidak ada penolakan dari ayana bima pun mulai melepas pelukan nya dan membalik tubuh ayana agar menghadap ke arahnya


ayana menatap lekat netra pria yang masih berstatus suaminya itu telah berkabut gairah yang mungkin telah lama dia pendam dan tidak bisa dia salurkan


secara dengan istri pertama nya pun ternyata bima mempunyai masalah yang cukup pelik


bima menyentuh dan membelai sayang pipi sebelah kanan ayana sedangkan tangan kiri nya masih setia ditengker dipinggang ayana


menahan tubuh calon ibu dari anaknya itu agar tidak bisa menghindar dari dekapan nya


semantara ayana sendiri memejamkan matanya saat sentuhan lembut tangan bima menyapa wajah ayu nya


"aku merindukan kamu ayanaku sayangku,sungguh,jangan pergi lagi dariku ya sayang,aku mohon aku tidak akan sanggup jika berpisah lagi denganmu"lirih bima tepat didepan wajah ayana


bahkan ayana bisa merasakan hangatnya hembusan nafas bima dan bisa ayana pastikan kalau kini wajah bima berada tepat dihadapan wajahnya walaupun matanya terpejam


lalu detik kemudian ayana bisa merasakan dengan jelas sesuatu yang kenyal menempel tepat diatas bibir nya


karena keget ayana pun sempat membuka matanya namun hanya sesaat,ayana kembali menutup matanya saat merasakan bima mulai ******* bibir ranum miliknya

__ADS_1


lembut dan penuh dengan perasaan ciuman yang bima lakukan membuat ayana terlena dan tanpa ayana sadari kini ayana mulai membalas ciuman itu hingga pergulatan lidah dan juga pertukaran seliva pun tidak bisa terhindari lagi


bima melepas sejenak pangutan diantara dia dan juga ayana saat bia merasa kalau ayana tengah kehabisan nafasnya


bima memberi sedikit ruang agar ayana bisa menghirup udara sebelum bima melanjutkan pangutan nya terhadap bibir ayana


bima menuntun ayana menuju ka arah ranjang milik ayana tanpa melepas pangutan diantara mereka


perlahan tapi pasti kini tubuh ayana telah terbaring dibawah kungkungan bima


"bolehkan aku mengunjungi nya sekarang?"tanya bima sembari meraba dan mengelus perut ayana yang masih rata


namun ayana yang masih bingung dengan apa yang mereka lakukan hanya bisa menganggukan kepalanya,ayu benar benar masih belum bisa percaya apa yang kini dia lakukan dengan bima


pasalnya kini mereka melakukan nya secara sadar sesadar sadar nya tanpa bantuan obat apapun seperti pertama kali mereka melakukan itu.


setelah mendapat persetujuan dari ayana,bima pun kembali menyatukan bibir mereka dan malam panas pun kembali meraka lewati penuh dengan rasa damba dan rindu yang membuncah.


*

__ADS_1


*****


__ADS_2