Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Boncap.22


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan kedua orang tua Tania pasangan pasutri yang ditambah dengan Bu Ratna pun segera menuju ke Bandara untuk kmebali ke kota Kembang guna melanjutkan pekerjaan mereka masing masing.


Rendi menggenggam erat tangan sang istri yanh terlihat sendu.Bukan nya tidak mengerti dengan kondisi dan perasaan Tania yang mungkin masih ingin bersama dengan keluarga nya namun melihat betapa arogan nya Sania sehingga menimbulkan ke khawatiran untuk Rendi akan keselamatan Tania dan juga janin yang masih dalam masa rawat itu.


Sehingga Rendi pun menolak saat Tania meminta ijin untuk bersama dengan keluarganya dan akan menyusul ke Bandung setelah rasa kangen nya terhadap Mamah dan Papahnya terobati.


Beruntung Rendi mampu menjelaskan apa yang menjadi alasannya merasa keberatan meninggalkan Tania bersama dengan Sania yang begitu kentara tidak menyukai sang adik.


"Tenanglah,mereka akan baik baik saja.Aku sudah menyuruh orang untuk membantu mereka disana"ucap Rendi untuk memberi ketenangan pada sang istri.


"Terima kasih Mas,maaf sudah merepotkan kamu"jawab Tania yang kini sudah mulai berani bergelayut manja dilengan sang suami.


Bu Ratna sendiri hanya bisa tersenyum bahagia melihat kemesraan sang anak dan menantu peremouan satu satunya itu.

__ADS_1


Walaupun terbilang anak bungsu namun Tania ruoanya seorang gadis yang mandiri dan jauh dari kata manja.Sehingga Bu Ratna pun terbebas dari drama menantu wanita yang harus di ajari ini itu setelah menikah.


Tania bahkan bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan yang dia siapkan setelah membeli diwarung nasi karena selama di Surabaya ketiganya tinggal di kamar hotel.


Tania pun dengan sigap menyiapkan semua kebutuhan suami dan juga mertuanya meski pun tanpa diminta terlebih dahulu.


Awalan yang cukup membuat Bu Ratna lega karena Rendi memiliki seorang istri yang walaupun masih belia namun sudah tahu akan kewajiban dan tugas seorang istri.


*


*


Setelah nya Rendi pun langsung membawa Tania oulang ke apartemen yang kini Rendi tinggali.

__ADS_1


"Kalian tidak mampir dulu?"tanya Bu Ratna setelah turun dari mobil.


"Tidak Bu mungkin lain kali kami akan main kesini atau kami akan menghabiska akhir pekan kami disini.Tapi untuk sekarang kami mau langsung pulang,aku juga harus menyiapkan berkas yang akan dibawa besok ke kantor"jawab Rendi yang turun dari mobil untuk menyalami tangan sang Ibu dengan takzim sebelum pulang yang di ikuti oleh Tania.


"Maaf ya bu kami tidak bisa mampit tapi Tania janji kalau akhir pekan Tania sama Mas Rendi akan menginap disini"ujar Tania setelah menyalami tangan Bu Ratna.


"Iya tidak apa apa Nak,jaga diri baik baik dan hati hati dalam beraktifitas ya.Ingat ada kehidupan lain dalam tubuhmu untuk dijaga dengan baik baik"ujar Bu Ratna memeluk erat tubuh mungil yang akan sebentar lagi memberikan nya seorang cucu.


Setelah berpamitan dengan Bu Ratna Rendi dan Tania pun melajukan mobilnya menuju ke apartemen yang akan mereka tinggali pasca menikah.


Canggung,takut dan juga segan itulah yang dirasakan Tania terhadap suaminya saat ini.Tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau dia akan menikah dengan seorang pria yang begitu ingin dia jauhi dan begitu ingin dia hindari.


Namun inilah yang namanya jodoh kita tidak akan pernah tahu dengan siapa kita akan berjodoh dan dimana kita akan bertemu dengan nya.

__ADS_1


Begitu pun dengan Tania yang tidak pernah menyangka kalau jodohnya merupaka pria yang dingin ceuk,nyebelin,ngeselin namun ternyata begitu lembut dan perhatian dengan pasangan nya.


__ADS_2