Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
KAMP. Doni Si Manusia Atm


__ADS_3

Satu jam telah berlalu namun alena masih enggan membuka matanya dan berulang kali juga ponsel milik doni berbunyi karena sang istri marina tidak berhenti menghubungi nya


"halo ada apa sayang?"tanya doni yang pada akhirnya memutuskan untuk menerima panggilan dari sang istri setelah panggilan yang kesepuluh kali nya


"kenapa lama sekali sih angkat telpon nya,cepat kirim uang ke rekeningku aku habis belanja dan limitnya habis"


doni menghela nafas panjang saat panggilan dari sang istri telah berakhir,sungguh lelah rasanya memiliki istri yang hanya menginginkan uang nya saja


bahkan tentang kabar sang suami pun sepertinya enggan untuk marina ketahui karena setiap panggilan telpon yang marina lakukan padanya hanya lah masalah uang dan limit kartu kredit tidak lebih dari itu


doni pun bergegas mengetik sesuatu dilayar ponselnya dan tak lama dari itu sebuah pesan masuk dalam ponselnya


"thank you sayang,love you"


doni tersenyum getir saat melihat siapa si pengirim pesan itu


"hanya isi dompetku kah yang berarti untukmu rin?"gumam nya,sejenak doni berpikir mungkin sebuah kesalahan bagi nya memutuskan menikah dengan marina yang selalu mementingkan jalan dengan para sahabatnya dari pada mengurus semua kebutuhan nya


namun cinta yang doni miliki untuk marina membuat doni takut kehilangan dan dengan cepat mempersunting sang gadis yang setelah menikah dan mendapatkan kartu kredit dan juga kertu debit dari nya menjadi berubah drastis


bahkan kini seolah tidak punya waktu hanya untuk sekedar menyiapkan sarapan untuk doni.Marina kini selalu pulang larut malam dan bangun setelah doni berangkat kekantor

__ADS_1


karena itulah hubungan kedua nya menjadi hambar bahkan mungkin status saja yang mereka miliki untuk hubungan nya sendiri doni merasa hanya sebagai alat pencari uang untuk marina


"eeggghhtt"sebuah lenguhan dari alena mampu membuyarkan lamunan doni tentang istri nya


doni memalingkan wajah nya yang semula mantap langit langit kamar tempat alena dirawat kini beralih pada brangkat tempat alena terbaring dan benar saja si gadis itu tengah bersusah payah bangun dari tidur nya


"kamu sudah bangun?"tanya doni saat sudah berada disamping alena


"i_iya tuan,maaf saya merepotkan anda lagi"jawab alena terlihat sungkan


"tidak masalah,ayo kalau sudah kuat kita pergi kekontarakan kamu dan selesaikan masalah disana"


"tapi tuan saya___"


tanpa mendengar jawaban dari alena doni pun pergi meniggalkan gadis itu untuk mengurus kepulangan nya dan menebus resep obat yang tadi dokter berikan padanya.


Alena mengikuti langkah doni menyusuri lorong rumah sakit menuju ke parkiran tempat mobilnya terparkir


tak henti hentinya alena menatap punggung doni yang lebar terbalut dengan kemeja yang cukup pas dibadan sehingga membuat tampilan doni semakin sempurna


sesampainya didepan mobil doni alena terlihat bingung pasalnya sang supir pribadi kini tidak lagi berada disana

__ADS_1


"pak supir yang tadi kemana tuan?kok nggak ada?"tanya alena saat alena tengah duduk dikursi depan atas perintah doni dan doni pun duduk dikursi depan kemudi mobilnya


"pak jajang sudah selesai jam kerja nya jadi aku suruh pulang,kamu tenang saja aku ini jago bawa mobil kok hanya saja kalau jam kantor aku memang selalu pakai supir"jawab doni yang melihat raut wajah alena terlihat cemas


mobil pun mulai melaju meninggalkan rumah sakit tidak ada obrolan di antara kedua nya karena sama sama baru saling kenal maka mereka bingung sendiri harus memulai obrolan dari mana dulu


maka dari itu mereka memilih sama sama diam dan setelah hampir satu jam berlalu mobil doni pun kini telah sampai didepan rumah pemilik kontrakan tempat alena dan juga sang ibu tinggal


tok tok tok...


"permisi,ada orang didalam?"pekik doni dari balik pintu rumah sederhana namun cukup nyaman ditempati dengan banyaknya tanaman hias didepan teras rumah dan juga halaman rumah nya yang tidak terlalu luas itu


"maaf anda cari siapa ya?"tanya seorang wanita muda yang membukakan pintu rumah itu


"saya mencari ibu komala pemilik kontrakan sebelah sana"jawab doni seraya menunjuk keseberang rumah si pemilik kontrakan


"oh sebentar saya panggilkan dulu mamah saya nya,ayo tuan silahkan masuk dan duduk dulu"jawab si gadis cukup ramah dan memeprsilahkan untuk doni masuk dan menunggu mamah nya didalam rumah


doni pun mengikuti langkah gadis itu di ikuti oleh alena dibelakang nya.


.

__ADS_1


*****


__ADS_2