Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Sambutan Hangat


__ADS_3

Setelah memakan waktu kurang lebih satu jam akhirnya mobil yang ditumpangi Alena dan juga Doni tiba dikediaman hernawan.


Kedua nya pun sepakat untuk tinggal dirumah Mamah Risma selama mereka diJakarta.Alena menggenggam erat tangan Doni saat kedua nya turun dari mobil dan berjalan menuju arah pintu utama.


"Assalamualaikum"ucap Doni mengucap salam saat masuk kedalam rumah yang ternyata sudah cukup ramai.


"Wa'alaikumsalam"jawab yang ada diruang tamu secara bersamaan.


"Kamu sudah sampai Don?"tanya Mamah Risma seraya bangkit dari duduknya dan menghampiri Doni dan juga Alena yang baru saja masuk.


"Iya Mbak,apa kabar?"jawab Doni seraya menyalimi Mamah Risma dengan takzim di ikuti oleh Alena.


"Baik alhamdulillah baik.Wah Alena kamu juga lagi isi Nak?"tanya Mamah Risma yang sudah mulai ramah kembali dan melupakan apa yang sudah terjadi dengan mereka.


Mamah Risma pun kini akan menerima Alena kembali sebagai anggota keluarga nya.Namun bukan untuk menjadi menantu melainkan sebagai Adik Iparnya.


"Kok Nak sih Mbak?Adek dong diakan istri aku"seru Doni yang tidak terima dengan panggilan yang Mamah Risma berikan.


"Astaghfirullah maaf Don lupa"jawab Mamah Risma diiringi tawa lepas melihat adik yang terkenal kalem itu kini berenggut


"Gimana kabar kamu Dek?kamu baik baik saja kan?sudah berapa bulan kandungan nya?"tanya Mamah Risma menghampiri dan meraih tangan Alena yang nampak dingin dan juga basah saking gugup dan juga takut kedatangan nya akan mendapat penolakan dari kelurga mantan suami sekaligus keluarga sang suami.(nah bingungkan?ya pokoknya gitulah ya...heheheh)

__ADS_1


"Ba_baik Mbak,alhamdulillah baik dan ini kandungan nya sudah mau memasuki bulan ke 6"jawab Alena dengan rasa haru karena dia masih diterima walaupun pernah menorehkan luka dihati mereka.


"Syukurlah.Ayo masuk istirahatlah"ujar Mamah Risma kepada kedua adiknya itu.


"Mbak Alena?"seru Ayana yang baru saja keluar dari arah dapur untuk membawakan cemilan untuk para tamu nya.


Ayana berjalan mendekati dan memeluk erat tubuh wanita hamil itu.


"Apa kabar Mbak?wah kita kembaran yah?"tanya Ayana dan juga berseru girang saat melihat perut keduanya yang nampak seperti badut memblendung kedepan.


"Alahamdulillah baik yan,iya sebentar lagi kita akan jadi ibu ya yan"jawab Alena seraya mengusap perutnya yang buncit.


"Ya sudah ayo masuk semua kita istirahat didalam"ucap Mamah Risma yang menyarakan agar semua nya masuk dan mengorbrol santai didalam rumah.


*


"Ini rumah apa istana ya?gede banget"gumam nya seraya memainkan air kolam renang yang ada didepan nya.


Aina berjalan mundur dengan pandangan dia arahkan keseluruh area taman belakang dan tanpa Aina sadari dibelakang nya ada seseorang yang berjalan mendekat dengan pandangan yang tertuju pada ponsel ditangan nya hingga tidak menyadari kalau didepan nya ada seseorang yang tengah berdiri memandangi sekeliling bagian belakang rumah milik orang tuanya.


Bruk....

__ADS_1


"Aaaa..."


Byurrr....


"Astaghfirullahaladzim"pekik Andri yang baru saja menubruk tubuh Aina hingga Aina tercebur kedalam kolam.


"Aaaa,tolong...aku nggak bisa berenang"teriak Aina dari dalam air dengan suara yang timbul tenggelam.


Mendengar teriakan Aina,Andri pun langsung menceburkan dirinya kedalam kolam lalu menangkap tubuh Aina yang timbul tenggelam karena memang Aina yang tidak tahu cara berenang.


"Tenang,tenang kamu sudah aman"ucap Andri yang sudah memeluk erat tubuh Aina yang masih meronta karena belum tersadar kalau sudah ada seseorang yang menahan tubuhnya agar tidak tenggelam.


Perlahan Aina pun berhenti meronta saat merasakan dekapan erat dipinggang nya.Dengan nafas yang masih ngos ngosan Aina mendongakkan kepala nya untuk melihat siapa gerangan orang yang sudah menolong nya.


"Kamu?"


"Kakak?"


Ucap keduanya secara bersamaan saat netra mereka saling bertemu.


*

__ADS_1


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2