![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
"Assalamualaikum,Ibu"ucap keduanya memberi salam secara bersamaan lalu menyalim tangan Bu Ratna dengan takzim.
"Wa'alaikumsalam,Nak Tania apa kabar"jawab Bu Ratna tersenyum menyambut tamunya walaupun masih dengan kebingungan nya.
"Alhamdulillah baik Bu"
"Kita masuk Bu,ada yang ingin kami bicarakan"ucap Rendi yang semakin membuat kedua alis Bu Ratna menyatu.
"Baiklah,ayo masuk"Bu Ratna pun mempersilahkan keduanya masuk mengikuti langkahnya.
"Duduklah biar Ibu buatkan dulu minum"
Rendi dan Tania pun duduk disofa ruang tamu dengan duduk berdampingan tidak lupa dengan tangan yang masih saling bertautan.
"Tenanglah,Ibu pasti akan merestui kita"ujar Rendi menenangkan Tania yang nampak begitu gugup dan juga takut.
Bahkan kedua telapak tangan nya hingga berkeringan dan juga terasa begitu dingin.
"Tapi aku takut Pak"Tania semakin mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Rendi.
__ADS_1
"Eh lupa terus?bilang apa kalau diluar pekerjaan?"protes Rendi menyentil hidung mancung Tania.
"Maaf,Mas.Hehehehe"
"Nak gitu dong.Tenanglah kita akan jelaskan pada Ibu dan semoga Ibu mengerti dengan kondisi kita saat ini.Nah itu Ibu sudah kemari"tunjuk Rendi pada sosok sang Ibu yang sudah datang kembali membawa nampan minuman beserta cemilan nya.
Tania hanya mampu menganggukan kepalanya tanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh Rendi.Dan kedatangan Bu Ratna membuat Tania bertambah gugup menghadap calon mertuanya nanti.
"Minumlah,lalu katakan apa yang ingin kalian sampaikan"Bu Ratna pun mengambil duduk didepan kedua anak muda yang kini sudah mulai terlihat gugup.
Namun senyum Bu Ratna yang meneduhkan mampu membuat Rendi mantap mengatakan semuanya pada sang Ibu dan juga meminta restunya untuk meminang calon Ibu untuk anaknya nanti itu.
Bu Ratna pun tersenyum lega akhirnya sang anak membawa seorang wanita untuk dipersunting menjadi istrinya.
Walaupun Bu Ratna belum tahu apa penyebab sang putra akhirnya memutuskan mengakhiri masa lajangnya.
"Tapi bukankah kalian tidak saling dekat?kenapa tiba tiba meminta restu menikah?"tanya Bu Ratna yang sebenarnya sudah merestui keduanya tanpa harus tahu alasan dibalik keputusan itu.
Namun Bu Ratna begitu penasaran apa yang membuat anak laki laki nya itu berubah pikiran dan kini memutuskan untuk menikah.
__ADS_1
Deg....
Jantung Tania dan juga Rendi seakan berhenti berdetak saat Bu Ratna menanyakan alasan dibalik keputusan Rendi yang akhirnya mau menikah juga.
Rendi menghela nafas sepenuh dada sebelum menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di antara keduanya.
"Begini Bu____"
Rendi pun mulai menceritakan awal mula kejadian malam panas yang terjadi di antara keduanya yang membuat Bu Ratna tercengang tak percaya.
Belum lagi berita kehamilan Tania yang menambah keterkejutan untuk Bu Ratna.Walau begitu Rendi menegaskan kalau dia sangat menyayangi Tania.
Terlepas ada mau pun tidak ada nya kejadian malam itu Rendi memang sudah menyukai wanita yang kini tengah mengandung anaknya,darah daging nya itu.
"Lalu apakah kalian sudah meminta ijin dan restu kedua orang tua mu Nak Tania?"tanya Bu Ratna setelah mendengar semua cerita yang disampaikan oleh anak keduanya itu.
"Belum Bu,orang tua Tania kebetulan sudah dua bulan ini tinggal disurabaya.Karena Papah tengah sakit dan harus dirawat dirumah sakit disana jadi mereka belum bisa pulang kesini"jawab Tania sendu.
Sedih rasanya jika ingat kondisi sang Papah saat ini.Papah Tania mengalami stroke saat menjalani tugas diSurabaya dan mengharuskan dirawat dirumah sakit hingga saat ini belum bisa kembali ke ibu kota.
__ADS_1
"Karena itulah aku juga ingin mengajak Ibu untuk pergi kesurbaya untuk melakukan pernikahan disana"ujar Rendi menambahakan jawaban Tania.