Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Cemburu Maksimal


__ADS_3

"Assalamualaikum,lihat Kak aku datang dengan siapa?"ucap Aina saat masuk kedalam ruang rawat inap Ayana dan Bayi nya namun masih berdiri di ambang pintu.


"Wa'alaikumsalam,memang kamu datang sama siapa Nak?"jawab Bu Ratna yang mewakili Ayana yang tengah asik menggendong bayi nya.


"Taaarraaa...ayo masuk Kak.Lihat bayi nya gemesin banget deh"ujar Aina sembari menggandeng tangan Bagus dan hal itu benar benar membuat seseorang yang tengah duduk disofa merasa emosinya naik sudah sampai ke ubun ubun.


Dan tanpa sadar mencengkram kuat sendok yang dia pakai untuk makan hingga patah.Hari ini Aina benar benar membuat Andri kewalahan mengelola emosinya.


Ingin rasanya menyeretnya pulang dan mungkin mengurungnya seharian didalam rumah namun apalah daya kala diantara mereka tidak ada hubungan apapun.


Bahkan Andri tidak tahu apakah perasaan nya terbalaskan atau tidak,secara selama ini hubungan keduanya terbilang biasa aja.


Bilang dekat nggak dibilang jauh juga nggak.Entahlah sepertinya Andri harus benar benar memutuskan akan melangkah maju kedepan meraih cintanya atau mundur perlahan dengan resiko harus menerima kenyataan jika kelah wanita idaman nya bersanding dengan pria lain.


Lelah dengan pikiran nya sendiri Andri pun nampak menyibukan diri dengan pekerjaan nya yang dia lakukan melalui ponselnya.


Dan ternyata cukup ampuh untuknya melupakan segala pikiran pikiran buruk tentang hubungan antara dirinya dan juga Aina.

__ADS_1


Ingin rasanya membawa gadis manis itu masuk dalam dekapan namun terlalu sulit saat dia belum memahami apakah hal itu diperbolehkan secara dia adalah adik dari adik iparnya.


Larut dalam pekerjaan nya membuat Andri tidak ngeuh dengan sekitarnya hingga sebuah tangan yang menyentuh lengan nya membuyarkan fokusnya terhadap pekerjaan nya.


"Antar Aina pulang ya?Aina cape pengen pulang"ucap Aina manja seraya menggenggam erat tangan Andri.


Andri yang syok mendapatkan hal itu dari wanita yang begitu dia sukai hanya diam terpaku menatap tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Aina.


"Kak,kok malah bengong?ga mau ya?ya udah deh kalau gitu Aina pulang naik taksi aja"ucap Aina langsung bangkit dari duduknya karena tidak mendapat respon dari Andri.


Namun langkah Aina terhenti saat tangan nya dicengkram erat oleh Andri.


"Kak Aina pulang dulu ya,besok pagi Aina kesini lagi"ucap Aina berpamitan dengan Kakaknya Ayana dan juga Bima.


Dan dari situ baru Andri menyadari kalau diruangan itu hanya tertinggal dirinya dan Aina sedangkan yang lain nya nampaknya telah meninggalkan ruangan itu termasuk pria yang tadi Aina bawa masuk yang membuat hatinya dongkol.


"Iya Dek hati hati ya.Kak nitip Aina ya"ucap Ayana yang akan ditinggalkan oleh orang terakhir yang ada diruangan itu.

__ADS_1


"Iya kamu tenang saja akan aku pastikan kalau dai pulang dengan selamat dan utuh tanpa kurang apapun"jawab Andri meyakinkan.


Kedua nya pun keluar dari ruangan itu tanpa melepaskan tautan tangan diantara keduanya.


"Kakak tadi kemana?kok ngilang?padahal tadi aku mau ajakin Kakak makan bareng"ucap Aina memecah keheningan diantara dirinya dan juga Andri.


"Bukannya sudah ada yang nemenin ya?kenapa malah cari aku?"jawan Andri dengan nada dingin dan datar bahkan tanpa menoleh sedikit pun dan memilih lebih fokus dengan setir mobilnya.


Kini kedua nya memang sudah berada didalam mobil dan tengah menuju kembali kerumah keluarga Hernawan dimana Aina dan Bu Ratna tinggal selama diJakarta.


"Kakak lihat ya kalau aku pergi dengan Kak Bagus?kenapa nggak nyamperin padahal aku pengen banget loh makan bareng dengan Kakak"ucap Aina yang nampaknya memberikan sebuah kode yang belum dimengerti oleh Andri.


"Memang nya kenapa harus makan sama aku?ada hal spesialkah,sampe pengen makan berdua?"


"Iya.Jujur aku selalu kepikiran karena belum berterima kasih dengan cara yang benar.Makanya aku pengen ajak Kakak makan malam,gimana?mau nggak besok atau lusa kita jalan?".


*

__ADS_1


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2