Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Boncap.23


__ADS_3

Tania terkesiap saat sepasang tanga kekar memeluknya dari arah belakang.Belum lagi saat merasakan bibir kenyal sang suami telah mendarat bebas diceruk leher jenjangnya yang terbebas dari rambut karena saat ini Tania mencepol rambutnya hingga memperlihatkan leher mulus nan outih bersih miliknya.


"Mas aku lagi cuci piring"ucap Tania saat Remdi terus saja menciumi leher hingga telinga milik Tania yang membuat seluruh tubuh gadis manis itu meremang


"Besok saja lanjutinnya sekarang lebih kita lakukan hal yang menyenangkan"jawab Rendi sembari mengangkat tubuh mungil itu dalam gendongan nya bergegas memasuki kamar yang akan mereka berdua tempati setelah sah menjadi suami istri.


"Aawww,Mas ih ngagetin aja"seru Tania yang dibuat kaget oleh tindakan Rendi.


"Habis nya dicuekin mulu dari tadi sudah dikasih kode juga"ucap Rendi yang menahan kesal karena Tania kurang peka terhadapnya.


"Bukan nggak peka Mas tapi tanggung belum beres cucian nya"


Rendi pun hanya diam tidak menimpali lagi ucapan sang istri dan hanya fokus membawa tubuh sang istri masuk kedalam kamar dan membaringkan tubuh mungil itu di atas ranjang secara perlahan.

__ADS_1


"Malam ini ijinkan Mas berkunjung ya?sudah 4 hari loh dari kita menikah dan melewatkan malam pertama kita"pinta Rendi setengah memelas pada sang istri karena memang setelah resmi menikah keduanya belum pernah melakukan malam sakral itu berhubung selama di Surabaya Tania dan juga Rendi tidur dirumah sakit menemani sang ibu mertua menjaga Papah Tania yang tengah sakit.


"Kita ini sudah mau punya anak,mana ada malam pertama kondisi istri lagi hamil"cebik Tania memukul manja dada bidang Rendi yang saat ini tengah mengungkung nya.


"Iya tapi kan dulu kita belum sah mana dalam kondisi mabuk,nggak enak banget"


"Nggak enak banget?bukan nya Mas dalam kondisi sadar ya?aku loh yang mabuk dan ga tau rasanya kaya apa,hanya rasa sakit saja yang aku ingat"


"Iya makanya ayo kita ulang biar marasakan kenikmatan itu sama sama"ujar Rendi sembari menaik turunkan kedua halisnya.


Seketika tubuh Tania membeku saat melihat tatapan Rendi begitu dalam padanya.


"Ke_kenapa Mas kok lihatin nya gitu amat?"tanya Tania saat melihat Rendi begitu intens menatap wajahnya.

__ADS_1


"Cantik,kamu tahu Mas begitu beruntung mendapatkan kamu.Bahkan hingga saat ini Mas masih belum percaya cewek jutek yang selalu cuekin Mas akhirnya akan jadi wanita yang menemani Mas tidur dikamar ini"tangan Rendi mebelai sayang wajah Tania yang sudah nampak merona.


Semua yang doikatakan oleh suami nya saat ini benar benar membuat nya berbunga bunga dan bahagia.


Meskipun belum ada rasa cinta yang dia rasakan untuk pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu namun dia begitu merasa bahagia bisa menikah dengan pria yang baik dan bertanggung jawab seperti Rendi.


"Apa Mas tidak menyesal menikah denganku?"


"Kenapa Harus menyesal?Mas justru bahagia,walaupun Mas tahu kamu belum memiliki perasaan apapun pada Mas tapi Mas yakin suatu hari nanti kita pasti akan saling mencintai satu sama lain"lanjut Rendi lalu mendaratkan bibir kenyal nya diatas kening Tania.


Grep...


Rendi tercengang saat Tania memeluk lehernya dengan bagitu erat.Bahkan saking tidak siapnya tubuh Rendi hampir saja menekan tubuh Tania kalau saja tangan nya tidak sigap menjadi penopang tubuh kekarnya.

__ADS_1


"Jangan tinggalkan aku Mas,aku mohon jangan berhenti berusaha membuat aku jatuh cinta padamu,bantu aku agar hatiku dipenuhi oleh namamu"bisik Tania tepat ditelinga Rendi yang membuat tubuh Rendi meremang dan membangkitkan hasratnya yang sudah tertahan selama 4 hari pasca menikahi Tania.


__ADS_2