![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
Setelah menempuh perjalan selama hampir tiga jam lewat pesawat lalu dilanjutkan dengan mobil yang khusus disewa oleh Rendi selama beraktifitas di kota yang terkenal sebagai Kota Pahlawan itu.
Akhirnya Rendi beserta sang ibu dan juga calon istrinya tiba disebuah rumah sakit dimana ayah dari Tania dirawat disana.
Dengan perasaan yang gugup kedua calon pasangan pengantin itu berjalan berdampingan dengan tangan yang saling bertautan untulk memberi dukungan satu sama lain nya.
Setelah melewati beberapa lorong ketiganya pun tiba didepan sebuah pintui kamar rawat yang sudah lama dihuni oleh pasien bernama Pak Purnomo yang tak lain adalah ayah dari Tania.
Tok tok tok....
Dengan perasaan gugup Rendi pun memberanikan diri mengetuk pintu yang tertutup rapat itu dengan dukungan sang ibu dan juga Tania tentunya.
"Masuk"
__ADS_1
Terdengar suara seorang wanita yang menyerukan agar tamunya masuk tanpa menunggu dibukakan pintu oleh orang yang ada didalam akamr itu.
Perlahan Rendi pun mulai memutar handle pintu dan kini nampaklah kedua orang tua Tania yang nampaknya tengah berbincang dan nampak satu orang lagi wanita dewasa yang menyertai kedua calon mertua Rendi nanti nya itu.
"Assalamualaikum"ucap Rendi,Bu Ratna dan Tania secara bersamaan saat memasuki ruangan yang ternyata berbagi ruangan dengan pasien lain hanya terhalang oleh sekat tirai.
"Wa'alaikumsalam"jawab Bu Ajeung yang merupakan Mamah dari Tania.
Tania terlebih dahulu menghampiri dan menyalami dengan takzim tangan kedua orang tuan nya lalu pada wanita yang nampak jauh lebih bdewasa dari Tania yang berdiri disamping Mamah Ajeng.
Dan hanya mengangguk sopan pada wanita yang berdiri disamping Mamah Ajeng yang menatap heran padanya dan juga Bu Ratna.
"Alhamdulillah sudah berangsur membaik Nak.Lalu mereka siapa Nak"tanya Mamah Ajeung melirik ke arah Bu Ratna dan juga Rendi tentunya.
__ADS_1
Bu Ratn pun segera maju untuk memperkenalkan diri sebagai perwakilan Rendi.
"Maaf jika kedatangan kami begitu mendadak dan mengejutkan Bapak dan Ibu.Perkenalkan saya Ratna ibu dari Rendi dan kami ingin membicarakan sesuatu yang bersifat penting dan harus disegerakan"ujar
Bu Ratna dan cukup to the point prihal apa yang akan dia sampaikan setelah memperkenalkan dirinya.
"Memang ada apa ya Bu?"tanya Mamah Ajeng menatap bingung pada Bu Ratna dan hal itu membuat Tani semakin gugup dibuatnya.
Melihat kegugupan Tania dengan sigap Rendi pun kembali memberi dukungan dan kekuatan nya melalui genggaman tangan ditangan Tania.
Dan hal romatis itu tak lepas dari pandangan orang orang sekitarnya termasuk wanita yang sepertinya jauh lebih dewasa dibandinglkan dengan Tania yang seketika menatap tidak suka akan pemandangan yang ada didepan nya saat ini dimana Rendi denganbegitu lembut memperlakukan Tania dihadapan semua mata yang ada disana.
"Apa tidak apa apa jika kita berbicara disini?karena pembahasan ini cukup sensitif dan bersifat pribadi"tanya Bu Ratna melirik sekitarnya.
__ADS_1
"Tidak apa apa,kebetulan tempat yang lain kosong hanya ini yang terisi.Memang nya apa yang ingin anda sampaikan?"
"Baiklah kalau begitu.Begini Bu Ajeng pertama tama saya mewakili anak saya ingin meminta maaf pada Ibu dan Bapak karena sudah berbuat satu kesalahan pada putri Ibu dan Bapak namun kedatangan kami kesini ingin mempertanggung jawabkan apa yang telah anak saya lakukan kepada Nak Tania yang tidak lain adalah putri Ibu dan Bapak".