Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Boncap.9


__ADS_3

Sementara Tania sendiri sibuk memikirkan tingkah Rendi yang terlihat aneh saat melihat pasangan dari rekan bisnisnya barusan.


"Apa itu wanita yang dulu pernah diceritakan oleh Aina?" gumam nya dalam hati saat teringat akan cerita sang sahabat tentang sang Kakak yang gagal melamar pacarnya karena pacarnya telah memutuskan hubungan mereka secara sepihak.


"Kok malah melamun?ayo turun kita sudah sampai dikantor"ucap Rendi yang melihat Tani hanya diam melamun didalam mobil.


Dan hal itu pun membuat Tania terbangun dari lamunan nya.


"Hah,ah maaf Pak"jawab Tania yang merasa malu ketahuan melamun oleh atasan nya segera turun dan mengikuti langkah Rendi yang sudah terlebih dahulu memasuki kawasan kantornya.


*


*


Dua bulan sudah Tani bekerja sebagai sekertaris dari seorang Rendi yang ternyata seorang atsan yang cukup tegas dan juga dingin.

__ADS_1


Tak jarang Rendi terlihat marah jika satu karyawannya melakukan kesalahan.Semua keryawan disana dituntun teliti dan juga tidak melakukan kesalahan didalam bekerja dan hal itu baru disadari Tania setelah dua bulan bekerja bersama dengan pria yang selalu membuatnya dongkol setiap harinya.


Bukan galak atau sok berkuasa namun Rendi selalu saja melarangnya melakukan kegiatan dengan karyawan lain apalagi yang berlawanan jenih maka dengan menggunakan kekuasaan nya Rendi akan menghalangi atau melarang Tania ikut serta melakukan kegiatan dalam bentuk apapun.


Seperti siang ini yang lagi lagi Tania dilarang mengikuti acara makan siang perusahaan untuk merayakan salah satu karyawan yang naik jabatan.


Namun lagi lagi Tania harus menelan rasa kecewanya saat Rendi melarang keras untuk dirinya ikut bahkan pria yang memasuki usia dewasa itu mengurung Tania didalam ruangan nya sehingga Tania tidak bisa kabur dari nya.


"Bapak kenapa sih?kenapa Bapak selalu melarang saya untuk ikut serta dalam acara kantor?ini tidak ada dalam peraturan kantor manapun loh ya"protes Tania berenggut yang lagi lagi di abaikan oleh Rendi.


Tidak masuk akal dalam pikirnya langsung menghampiri dan mencodongkan tubuh mungilnya didepan tubuh Rendi yang masih fokus duduk dikursi kebesaran nya.


Rendi begitu terkesiap saat Tania mencondongkan tubuh mungilnya didepan tubuhnya.Bahkan kulit mulus wajah Tania begitu jelas terlihat karena ada didepan matanya.


Rendi kembali dibuat tercengang saat tangan mungil Tania bergriya ditubuhnya meraba setiap saku jas dan kemeja yang dikenakan nya untuk mencari kunci pintu yang tadi sempat Rendi simpan didalam laci meja tanpa sepengetahuan Tania.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan?"tanya Rendi setelah bisa menguasai diri dari rasa terkejutnya lalu mengcengkram kedua tangan Tania yang bergriya bebas menjelajahi tubuh kekarnya untuk mencari kunci pintu ruangan itu agar bisa keluar dan pergi dari hadapan bos yang super menyebalkan nya itu.


"Saya mencari kunci pintu"jawab Tania menatap kesal pada Rendi.


"Buat apa?"tanya Rendi yang menatap balik kearah wajah cantik Tania yang sudah dua hari ini terlihat sedikit memucat.


"Bukan urusan Bapak.Lagi pula kenapa sih selalu melarang aku keluar dan berhubungan dengan teman teman yang lain"kesal Tania mencoba melepaskan kedua tangan nya dari cengkraman tangan Rendi.


"Jawab dulu memang kamu mau kemana dan bertemu dengan siapa,hhmm?"Rendi semakin mencengkram tangan Tania lalu menariknya hingga Tania jatuh kedalam pangkuan nya.


"Pa_Pak ja_jangan begini"Tania mendadak gugup saat Rendi melepaskan cengkraman nya lalu beralih melingkarkan tangan nya dipinggang Tania yang tengah duduk di atas pangkuan nya.


Lalu mendekap erat wanita yang sudah menmbuatnya kalang kabut kala melihat wanita itu berbincang atau malah pergi dengan lawan jenisnya.


"Kenapa?bukan kah kita sudah melakukan yang lebih dari ini satu bulan yang lalu".

__ADS_1


__ADS_2