![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
"bangunlah aku tahu kamu tidak tidur"ucap doni saat membelai pipi alena yang basah
perlahan alena pun membuka matanya,alena menatap doni penuh dengan rasa takut
"ma_mas"lirih alena saat netra mereka saling bertemu
dengan tangan yang bergetar karena rasa takut alena memberanikan diri untuk menyentuh dan menggenggam tangan doni
"ma_maafkan a_aku ma_mas"ucap alena lagi yang kembali menangis sesegukan memegangi tangan doni
"mandi dan bersiaplah,hari ini juga ikut aku pulang ke singapura"jawab doni masih dengan nada dingin sembari melepas genggaman tangan alena dari tangan nya
alena yang mengerti akan kondisi sang suami yang masoh diliputi amarah hanya bisa menuruti apapun yang doni minta
tanpa berucap alena menuruni ranjang dan akan beranjak kekamar mandi namun disaat dia akan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi alena merintih kesakitan
"aawww ssstttt"pekik alena memegangi area tubuh intinya
__ADS_1
mendengar alena merintih doni menghentikan langkah nya yang hendak ke ruang ganti dan menoleh kembali kebelakang
"ada apa?apa sakit?"tanya doni tanya doni yang walaupun dalamnke adaan marah tetap tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya terhadap alena
alena yang takut doni akan kembali marah dan mengamuk hanya bisa mengangguk pelan dan mencoba berusaha tetap melangkah walaupun ada rasa yang begitu berdenyut dari inti tubuh nya akibat permainan doni semalam yang terbilang cukup kasar bahkan doni melakukan nya berkali kali
namun baru saja dua langkah alena melangkahkan kakinya tubuh nya kini terasa melayang,alena tersentak saat menyadari kalau kini tubuhnya tengah ada dalam gendongan doni
alena menatap lekat wajah pria yang kini jauh lebih dewasa dan matang itu penuh dengan rasa penyesalan,sungguh dia tidak bermaksud mengkhianati pria yang sudah menjadi malaikat penolong nya itu
"mandilah,bersihkan dirimu lalu kita pergi dari kota laknat ini"ucap doni saat sudah menurunkan alena dan mendudukan nya di closet dan berbalik meninggalkan alena disana untuk membersihkan diri
namun langkah doni terhenti saat dia merasakan sepasang tangan pelukannya begitu erat bahkan doni bisa merasakan punggung nya yang masih polos karena belum sempat memakai baju kini telah basah dipenuhi oleh air mata alena
"mandilah dulu,setelah itu kita bicarakan lagi masalah ini"ucap doni yang kini mulai melembutkan nada suara nya
dan kembali lidah alena seakan kelu hanya anggukan kepala yang mampu alena lakukan untuk menjawab setiap ucapan doni
__ADS_1
doni mengurai pelukan alena pada tubuh nya dan berlalu begitu saja tanpa menoleh sedikitpun ke arah alena yang berada dibelakang nya
alena pun mulai membersihkan diri dibawah kucuran air shower yang dingin terasa menusuk dikulit mulusnya yang kini sedikit dihiasi oleh memar dibeberapa bagian kaki,paha serta lengan nya dan tak terlewatkan juga tanda merah diseluruh area dadanya
selang 30 menit alena menyudahi acara bersih bersih tubuh nya dan keluar kamar mandi dengan menggunakan bathrobe serta handuk kecil yang dia lilitkan diatas kepala untuk menutupi rambutnya yang basah
alena mengedarkan pandangan nya ke seluruh area kamar yang kini sudah tidak seperti kamar umumnya namun kini kamar itu bagaikan sebuah gudang yang semua isi nya sudah berantakan tak karuan
alena melangkahkan kaki nya menuju ruang ganti untuk memakai baju yang mungkin masih tersedia untuk dia bakai
pasalnya semalam sebelum aksi oanas di atas ranjang nya bersama dengan doni,doni menghancurkan semua isi kamar itu terlebih dahulu
begitu pun dengan baju baju milik alena yang tak terhindar dari amukan si pemilik black card yang menunjang kehidupan dan juga penampilan alena saat ini.
*
*****
__ADS_1