![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
Tania terkesiap saat sepasang tangan kekar Rendi tiba tiba melingkar diperutnya yang masih terlihat rata walaupun kini tengah berisi satu nyawa hasil dari ketidak sengajaan yang mereka alami.
"Astaghfirullah,Mas bikin kaget saja"pekik Tania yang dibuat oleh tindakan Rendi.
"Masak apa sih,hhmm?asik banget ampe ga sadar ada orang dibelakang"ucap Rendi sembari menjatuhkan dagunya dibahu Tania yang tertutup cardigan rajut yang dia kenakan untuk melengkapi dress panjang dibawah lutut namun tanpa lengan sehingga Tania harus menambahkan cardigan untuk menutupi lengan nya.
Bisa saja Tania melepas atau memakai dress itu tanpa cardigan namun alahkah kurang sopannya jika itu dia lakukan saat akan berkunjung kerumah calon mertuanya.
"Ini aku bikin seblak Mas,Mas mau?kalau mau aku tambahin porsinya?"ujar Tania masih asik mengaduk bumbu dalam wajan panas itu lalu menambahkan air kedalam wajan berisi bumbu seblak yang sudah mewangi yang artinya bumbu sudah matang dan siap dicampur dengan bahan lain.
"Boleh,tapi jangan terlalu pedas ya.Ingat kamu juga harus sudah mencoba mengurangi makan makanan pedas itu tidak baik untuk ibu hamil"ucap memberikan perhatiannya pada Tania yang akan melahirkan anak untuknya.
__ADS_1
"Iya Mas ini juga sudah dikurangi kok,terima kasih ya tolong jangan pernah lelah untuk terus mengingatkan ku ya?selama itu unuk kebaikan ku dan juga calon anak kita insya allah aku akan nurut kata Mas"ucap Tania sembari mematikan kompor lalu berbalik dan memeluk erat tubuh kekar calon ayah untuk anak yang tengah dia kandung saat ini.
"Menginap disini ya,jangan pulang.Lagi pula dirumah kan tidak ada siapa siapa,Mas khawatir kalau kamu sendirian dirumah"ujar Rendi membelai sayang surai Tania yang terurai.
"Tapi kita belum menikah Mas,cukup satu kali kita melakukan kesalahan itu.Maskipun kita akan menikah dan akan mempunya anak tapi kita belum boleh tinggal bersama apalagi tidur satu kamar"jawab Tania mendongakkan kepalanya agar bisa menatap wajah tampan yang awalnya begitu menyebalkan itu.
"Apartemen ini memiliki duabkamar sayang,jadi tidak usah takut.Lagi pula aku hanya ingin menjagamu bukan berniat macam macam.Kita akan tidur dikamar yang berdeba"
Tania pun mengurai pelukan nya dan mulai menyiapkan dua mangkok untuk diisi oleh makan yang abru saja selesai dia masak dan membawanya kemeja makan untuk disantap bersama dengan sang atasan yang kini telah berubah menjadi seorang kekasih.
*
__ADS_1
*
Sementara ditempat lain nampak adik kakak tengah saling menatap begitu mendapat kabar bahagia darinya.
Bukan tidak senang mendapatkan kabar kalau Rendi akan segera menikah namun yang membuat keduanya kaget adalah wanita yang akan dipersunting oleh Rendi yang ternyata adalah Tania yang merupakan sahabat dari Aina sewaktu masih kuliah diBandung.
Belum selesai keterkejutan Ayana dan juga Aina tentang calon ipar baru mereka kini keduanya nampak syok dengan berita kedua yang disampaikan sang ibu lewat sambungan telpon yang dilakukan Bu Ratna karena memang sudah tidak ada waktu lagi untuk bicara secara langsung dengan kedua putrinya itu.
Sehingga dengan terpaksa Bu Ratna pun menyampaikan semuanya lewat sambunga telpon dan mengabarkan akan pergi ke Surabaya esok hari bersama dengan Tania dan juga Rendi.
"APA HAMIL?TANIA HAMIL?"pekik keduanya hingga sang ibu harus menjauhkan ponsel dari telinganya saking kerasnya kedua putrinya itu berteriak karena kaget.
__ADS_1