Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Boncap.32


__ADS_3

Dan disinilah ketiganya sekarang.Satu jam sebelum Sania datang Tania sudah berada dikantor suaminya banyak orang atau karyawan kantor itu begitu mengagumi dan memuji istri orang kedua yang memiliki jabatan penting dikantor itu.


Selain cantik Tania juga dikenal dengan keramahan dan juga rendah hati.Secara meskipun dia seorang istri yang memiliki jabatan penting namun Tania masih suka menyapa karyawan lain bahkan tidak segan menundukan kepalanya demi menunjukan rasa hormat atau rasa terima kasihnya.


Karena merasa lelah dan mengantuk Tania pun memilih menunggu sang Kakak diruangan pribadi suaminya yang ada diruangan itu.


Selang 30 menit berada didalam Tania pun mulai mendengar suara seorang wanita yang mengajak suaminya berbincang namun nampak tidak ada tanggapan apapun dari Rendi karena hanya suara Sania yang terdengar oleh indra pendengar Tania yang berada didalam kamar pribadi itu.


Dengan menarik nafas sepenuh dada dan mencoba menenangkan hatinya yang bergemuruh hebat Tania pun akan memulai aksinya.


Memergoki kelakuan Sania selama ini yang tanpa sepengetahuan kedua orang tua dan juga adiknya.Entah apa yang dipikirkan wanita dewasa itu sehingga nekad melakukan hal yang memalukan.


Dengan menguatkan hatinya Tania pun mulai membuka pintu kamar itu dan berpura pura tidak tahu apa apa tentang apa yang terjadi diluar kamar.

__ADS_1


"Sayang aku lapar"seru Tania manja


Memperlihatkan wajah bantalnya padahal dia sama sekali tidak tidur hanya merebahkan tubuhnya yang kini mudah sekali kelelahan seiring bertambah besar perutnya saat ini.


"Kok sudah bangun?bukan nya baru saja tertidur ya?"tanya Rendi yang langsung mendaratkan kecupan sayang dikening dan juga bibir sang istri yang nampaknya masih mengantuk itu namun terpaksa harus bangun karena perutnya yang keroncongan.


"Anak kamu ini loh sayang rakus banget,padahal baru saja jajan eh minta di isi lagi"jawab Tania berenggut dan masih dengan nada manjanya memeluk posesif tubuh kekar sang suami seolah menunjukan kalau pria tampan itu adalah miliknya.


"Itu bagus dong sayang,itu artinya anak kita sehat dan siap berjuang disaat melahirkan nanti.Jangan berenggut gitu ah jadi pengen pulang kalau kamu sudah cemberut gini"ucap Rendi sembari mencubit manja hidung sang istri.


"Kak Sania?Kak Sania disini juga?"tanya Tania yang berpura pura tidak tahu akan keberadaan sang kakak disana.


Menatap penuh tanya ke arah sang kakak yang nampaknya begitu gugup mendapati sang adik ada disana tengah memeluk erat tubuh kekar Rendi.

__ADS_1


"I_iya dek,kakak hanya mampir untuk menanyakan lowongan kerja pada suami kamu"jawabnya gelagapan.


Sungguh hal itu sangat mengejutkan untuknya.Dia tidak menyangka kalau adiknya ada disana.Melihat Sania yang begitu gugup Tania pun mencoba mengalohkan pembicaraan dengan mencari obyek yang bisa mengalihkan perhatian.


Dan tidak sengaja netranya menangkap meja yang sudah dipenuhi menu makan siang yang tadi disiapkan oleh Sania.


"Wah kamu sudah siapkan makan siang ya sayang,ih gemes banget sih jadi makin cinta deh"Tania pun semakin memeluk erat tubuhbkekar Rendi dengan wajah yang berbinar bahagia mendapati menu makan siang telah tersedia dimeja sofa tamu ruangan kerja Rendi.


"Itu tadi Sania yang bawa sayang,Mas belum pesan apa apa tadinya Mas mau ajak kamu makan diluar"jawab Rendi yang tak henti hentinya mendaratkan kecupan sayang diwajah cantik Tania yang semakin chubby efek dari kehamilan nya.


"I_itu aku tidak sengaja bawa karena dirumah masak nya kebanyakan jadi aku bawa saja kemari"jawab Sania yang masih terlihat gugup.


"Oh begitu,ya sudah lebih baik kita makan bersama saja,kan sayang makanan sebanyak itu kalau tidak kita makan"

__ADS_1


Tania pun mulai melepaskan pelukannya ditubuh Rendi dan berpindah dengan menyatukan tangan mereka lalu menuntun Rendi menuju ke arah sofa mengabaikan Sania yang menatap tak suka saat Tania duduk disofa dan mulai memakan makanan yang dia bawa.


__ADS_2