Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Tangis Bima


__ADS_3

"mamah belum tidur?"tanya bima pada mamah risma yang masih fokus membaca buku yang ada dipangkuan nya


"mmm..."namun hanya deheman yang mampu keluar dari mulut itu karena harus menekan rasa marah san juga kecewa terhadap sang anak


"aku kekamar dulu ya mah,mamah juga sebaiknya cepat istirahat"ucap bima lagi lalu beranjak dari tempatnya berdiri menuju kamar pribadinya.


"bagaimana mamah bisa istirahat bim sedang kan sampai saat ini mamah belum tahu kondisi ayana dan dimana dia sekarang"gumama mamah risma saat bima sudah meninggalkan nya


mamah risma memang sempat pergi kerumah orang tua ayana setelah membaca surat itu dan alangkah terkejutnya mamah risma saat mendapati rumah itu tengah kosong dari penghuninya


belum lagi dengan jawaban para warga yang dia temui untuk menanyakan keberadaan keluarga ayana


mamah risma begitu syok saat tahu kalau keluarga ayana telah diusir warga karena ayana merupakan istri simpanan seorang pengusaha.


sementara bima sendiri berjalan gontai menapaki satu persatu anak tangga yang akan membawa nya ke kamar pribadinya dimana orang yang dia cari ada disana,pikir bima saat ini.


bima menghela nafas lalu membuangnya kasar sebelum memutar handel pintu kamarnya


bima mengernyitkan dahi nya saat membuka pintu kamar nampak begitu gelap


"assalamualaikum,yan kamu didalam?kok kamarnya gelap?"ucap bima mengucap salam sembari bertanya pada penghuni kamar saat masuk kedalam kamar yang masih gelap

__ADS_1


kembali bima menyatukan kedua alisnya karena tak ada jawaban atas salam yang dia ucapkan


bima merabakan telapan tangan nya pada dinding kamar tepat dinding samping pintu untuk menyalakan lampu karena saklarnya terletak disana


bima bertambah heran saat kamarnya nampak bersih dan juga rapih tidak ada tanda tanda atau jejak bahwa seseorang menghuni kamar itu


bima melanjutkan langkah nya menuju ke arah lemaru pakaian yang selama ini ditempati oleh ayana untuk menyimpan semua baju dan barang milik pribadinya


bima kembali tercengang saat melihat dua lemari itu telah kosong dari isi nya


bima berlari keluar kamar menuju kelantai bawah dimana tadi sang mamah duduk membaca buku


namun langkah nya terhenti saat melihat anak bungsunya berhenti dihadapan nya dengan nafas yang ngos ngosan


"ay_ayana dimana mah?kenapa kamar nya kosong?"tanya bima pada sang mamah


namun mamah risma bergeming hanya tangan nya yang bergerak mengambil sebuah amplop dari dela buku yang dia baca tadi


"ini bacalah..."


"ini apa mah?"tanya bima saat mamah risma menyodorkan sebuah amplop putih padanya

__ADS_1


"ini titipan dari ayana untuk kamu,mamah lelah mamah tidak ingin membahas apapun saat ini jadi lebih baik kamu baca saja ini"


mamah risma pun meninggalka bima yang masih terpaku menatap amplop yang tadi diberikan oleh mamah risma.


bima berjalan ke arah sofa dan duduk disana,dengan cepat bima membuka amplop itu


hal pertama yang dia lihat adalah 2 buah kartu atm yang sempat dia berikan untuk nafkah selama menjadi istrinya


dan bima pun kembali merogoh isi amplop itu dan menemukan sebuah surat didalam nya dan bima pun mulai membuka dan membaca surat yang ditinggalkan ayana untuknya.


["hai bim,apa kabar?maaf ya kalau aku tidak sempat pamit.Aku cuma mau bilang maaf sama kamu,maaf kalau selama ini aku sudah jadi beban untuk kamu dan juga mamah risma sungguh aku tidak berniat sedikit pun untuk memanfaatkan kalian karena aku sungguh sungguh menyayangi kalian.Aku juga ingin berterima kasih karena kamu sudah memberi aku kesempatan untuk jadi istri kamu,aku pergi ya bim semoga kamu bahagia bersamanya.Selamat tinggal Abimanya Peadipta Hernawan"]


bima meremas kertas itu dan tanpa disadari cairan bening telah jatuh dari pelupuk matanya


belum ada cinta yang dia rasakan untuk ayana namun entah kenapa saat dia tahu ayana pergi hatinya begitu terasa sakit


bima menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya,bahu nya terlihat bergetar menandakan kalau dia kini tengah menangis sesegukan


.


*****

__ADS_1


__ADS_2