Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Boncap.34


__ADS_3

Dan benar saja sang ayah dan sang ibu tengah berdiri di ambang pintu menatap tajam oada putri sulungnya itu.


"Apa yang kamu lakukan Nak?kenapa harus Nak Rendi?masih banyak diluar sana yang masih berstatus lajang yang bisa kamu dekati Nak tapi kenapa harus adik iparmu sendiri?"tanya Mamah Ajeng yang sudah tidak bisa menahan air matanya kala mendapati anak pertama nya melakukan hal yang begitu memalukan.


"Tapi aku maunya Rendi Mah,aku suka sama dia dan aku mau Tania mengalah untukku dan biarkan aku bersama dengan Rendi karena kami saling mencintai mah"jawab Sania setengah merengek pada sang Ibu dan hal itu membuat Rendi terperangah tak percaya.


"Apa katanya tadi?saling mencintai?oh ya tuhan wanita ini sungguh benar benar sakit jiwa"batin Rendi.


"Tutup mulutmu,dasar tidak tahu diri.Bawa pulang anakmu Mah jangan biarkan dia buat malu kelaurga kita lagi"tegas Papah Purnomo pada Mamah Ajeng agar membawa anak sulungnya keluar dari ruangan itu.


"Nggak aku nggak mau pergi aku mau disini,Ren.tolong bantu jelasin dong tentang hubungan kita jangan jadi pengecut begitu dong.Kita saling mencintaikan kamu juga menginginkan akukan,ayo katakan pada Papah dan Mamah Ren"ujar Sania membujuk Rendi untuk menjelaskan hubungan yang sama sekali tidak pernah ada di antara mereka.


"Maaf Sania tapi aku hanya mencintai Tania dan tidak akan pernah ada wanita lain selain Tania dalam Hidup aku"tegas Rendi yang menambah rasa malu diwajah kedua mertuanya.


"Nggak kamu pasti bohong,kamu cuma berbohongkan?ayo bilang pada___"


Plaaakkkk....

__ADS_1


Ucapan Sania terhenti saat sebuah tamparan yang dilayangkan sang Mamah mendarat dipipi mulusnya hingga wajah Sania pun berpaling ke arah samping saking kerasnya tamparan yang diberikan oleh sang Mamah.


"Ma_Mamah"lirih Sania menahan rasa perih dan juga panas akibat tamparan itu.


Tanpa kata lagi Mamah Ajeng menyeret anak sulung nya keluar dari ruangan itu meninggalkan Rendi dan Papah Purnomo disana.


"Maafkan atas apa yang dilakukan anak saya Nak,Papah benar benar malu padamu dan juga Tania"ucap Papah Purnomo menundukan kepalanya karena begitu malu dengan apa yang dilakuka Sania saat ini.


"Sudahlah Pah,lagi pula aku memanggil Mamah dan Papah bukan untuk hal ini.Aku juga tidak menyangka kalau kali ini Sania akan berbuat senekad itu"jawab Rendi yang membuat Pak Purnomo mengerutkan dahinya.


Rendi pun menghela nafas beratnya sebelum menjawab dan menjelaskan apa yang selama ini dilakukan Sania dikantornya.


"Apa Tania mengetahui apa yang Sania lakukan?"tanya Pak Purnomo setelah mendengarkan penjelasan dari Rendi tentang Sania.


"Tania sudah tahu semuanya Pah dan Tania masih berbaik hati dengan memaafkan semua yang sudah dilakukan oleh Sania.Tapi maaf Pah untuk Rendi sendiri Rendi belum bisa memaafkan apa yang telah dilakukan oleh Sania karena dia sudah sangat keterlaluan Pah"


"Baiklah Papah mengerti.Mulai sekarang Papah akan lebih memperhatikannya lagi,maaf atas semua kekacauan ini"

__ADS_1


"Iya Pah,maaf juga jika Rendi membuat keluarga Papah menjadi seperti ini"


"Tidak masalah,anak itu memang butuh penanganan khusus.Papah titip Tania ya,tolong jaga dan lindungi dia karena kini Tania hanya memiliki kamu Nak".


*


Satu tahun kemudian...


.


Tania masih menatap sendu tiga batu nisan bertuliskan nama Papah,Mamah dan sang kakak disana.Mereka bertiga meninggal secara bersamaan dalam sebuah kecelakaan tunggal yang mereka alami saat menempuh perjalanan menuju kerumah sakit dimana Tania akan melahirkan.


Dan tepat pada saat sang anak lahir keluarga Tania pun tiba dirumah sakit yang sama namun bukan untuk menjenguk cucu pertama mereka melainkan sebagai pasien korban kecelakaan lalu lintas.


Dengan tubuh yang masih lemas pasca melahirkan putra pertamanya Tania pun mengantarkan ketiga keluarganya ketempat peristirahatan yang terakhir mereka.


Ditemani sang suami Tania nampak begitu terpuruk.Dihari yang seharusnya menjadi hari bahagia untuknya dengan kelahiran sang putra pertama nya Tania malah dirundung duka yang mendalam kala mendapat kabar kalau kedua orang tua dan juga kakaknya tidak bisa diselamatkan dari insiden kecelakaan tunggal yang mereka alami saat menuju kerumah sakit saat Tania akan melahirkan.

__ADS_1


__ADS_2