![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
...šø Ini bonus buat para Reader kesayangan......
... Yang sudah setia menanti kisah RENIA[REndi,taNIA] ya š¤š¤š¤...
.......
...šø Happy Reading...šø...
.......
Disaat membawa Tania menuju kamar yang sudah dia pesan tadi.Rendi teringat kembali akan cerita Andri yang melepaskan Aina dari pengaruh obat laknat itu dengan cara merendam tubuhnya didalam bathtub yang berisi air dingin.
Dan Rendi pun kini berniat melakukan hal yang sama dengan Adik iparnya itu.Setelah memasuki kamar Rendi segera memasuki kamar mandi dan mengisi bathtub dengan air dingin.
Namun disaat Rendi tengah fokus dengan kegiatan nya mengisi bathtub itu tiba tiba sepasang tangan melingkari tubuh kekarnya lalu mendekap erat tubuhnya itu.
"Ta_Tania,apa yang kamu lakukan?"tanya Rendi saat tangan mungil Tania mulai membuka kancing kemeja yang dipakainya dari arah belakang.
__ADS_1
"Ba_Bantu aku Pak,aku membutuhkanmu"lirih Tania membalik tubuh Rendi agar menghadap ke arahnya.
Rendi kembali dibuat tercengang saat melihat Tania sudah membuka seluruh baju yang dipakainya termasuk dengan segitiga pengaman yang dia kenakan saat itu.
Rendi yang sudah bisa mengendalikan dirinya pun bergegas menuju ke arah pintu dimana sebuah bathrobe tergantung disana dan berniat mengambil bathrobe itu untuk menutupi tubuh polos Tania.
Namun Tania dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Rendi hingga Rendi yang kurang persiapan pun akhirnya terjatuh dan duduk tepat di atas closet duduk yang ada disamping nya.
Dengan secepat kilat Tania duduk diatas pangkuan Rendi dengan tubuh bagian intinya berada tepat diatas tongkat hidup milik Rendi yang sepertinya mulah bereaksi saat bersentuhan dengan pawangnya.
Tania langsung mencium dan ******* bibir kenyal Rendi.Rendi pun segera mendorong tubuh Tania hingga pangutan itu pun terlepas dari bibir keduanya.
Rendi yang awalnya mencoba menahan diripun pada akhirnya mulai hanyut dan larut dalam lautan gairah yang dibuat oleh gadis yang sudah mulai menempati satu sudut didalam hatinya saat ini.
Perlahan Rendi pun bangkit dari duduknya dan membawa tubuh polos Tania dalam gendongan nya keluar dari kamar mandi tanpa melepaskan pangutan di antara keduanya.
"Apa kamu yakin akan melakukan ini?"tanya Rendi saat melepas pangutan itu untuk meraup udara yang seakan telah habis karena pangutan yang semakin panas dan berani.
__ADS_1
Tania hanya mampu menjawab dengan sebuah anggukan kepala dengan dada yang naik turun akibat pangutan keduanya.
Mendapatkan lampu hijau dari lawan mainnya saat ini Rendi pun tanpa rasa ragu kembali menyatukan nafas keduanya hingga malam panas pun terjadi diantara dua insan yang bahkan belum memiliki status hubungan apapun diantara keduanya.
Dan ke esokan harinya Tania hanya bisa menangis didalam pelukan Rendi.Saat ini Rendi memang tengah menenangkan Tania yang terus menangisi takdirnya.
Dimana dia harus kehilangan kehormatan nya dengan pria yang bahkan tidak memiliki ikatan hubungan apapun dengannya.
Dan yang lebih memalukan lagi Tania melakukan malam panas itu bersama dengan atasan nya dikantor.
"Tenanglah aku akan bertanggung jawab atas apa yang sudah kita lakukan ini"Rendi membelai sayang surai hitam milik Tania yang sedari tadi ada diatas dada bidangnya.
"Ta_tapi a_aku takut Pak"jawab Tania disela isak tangisnya dan Rendi pun semakin mengeratkan pelukan nya pada tubuh mungil Tania saat mendengar tangisan pilu gadis yang baru saja kehilangan mahkotanya itu.
Keduanya masih nampak menempati ranjang yang menjadi saksi bagaimana Tania yang menyerahkan kesucian nya kepada Rendi,begitu pun juga dengan Rendi yang menyerahkan keperjakaan nya kepada Tania.
[Flash Back Off...]
__ADS_1
.
ā¤ā¤ā¤ā¤ā¤