Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Pindah


__ADS_3

"kita bicara diluar kak,na kamu temani dulu ibu ya"


"iya kak"jawab aina yang masih terisak walaupun sudah berkurang dari tangis histerisnya tadi.


"duduk kak"rendi menuntun sang kakak yang terlihat lemas itu untuk duduk dikursi ruang tamu rumah keluarga nya


"apa rencana kakak sekarang?semua warga sudah tidak menerima kita lagi kak,apa kakak punya rencana?"tanya rendi saat kedua nya telah duduk dikursi


"kakak tidak tahu ren,kakak tidak pernah berpikir kalau semua nya akan seperti ini"lirih ayana yang tak kalah syok dengan sang ibu dengan apa yang terjadi hari ini


"bagaimana kalau kita pindah saja ke bandung?sepertinya kakak juga gakan pulang kesana lagikan"lanjut rendi


"dari mana kamu tahu kalau kakak gakan pulang kesana lagi?terus bagaimana pekerjaan kamu kalau kita pindah ke bandung"


"aku bukan orang buta kak sampai nggak lihat koper segede gaban gitu"jawab rendi sambil menunjuk ke arah koper yang terletak diambang pintu


"dan untuk kerjaan aku dipindah tugaskan kak,aku ditunjuk untuk menjadi manager dicabang bandung,bagaimana kalau kita pindah kesana saja?"

__ADS_1


"kakak tidak tahu lagi harus apa ren tapi jika itu yang terbaik untuk kita dan juga ibu kakak akan ikut kamana pun kamu membawa kakak dan ibu"


"baiklah mumpung barang kakak masih dikoper lebih baik kita pergi sekarang aku akan menghubungi orang rumah untuk menyiapkan kamar disana agar kita bisa beristirahat setiba nya disana"


"rumah?kamu sudah punya rumah disana?"tanya ayu terkejut saat rendi bilang sudah menyiapkan rumah dibandung


"iya,sebenarnya aku sudah dipindahkan kesana seminggu yang lalu namun belum sepenuhnya pindah karena harus menyiapkan dulu rumah untuk ibu dan aina,aina sebentar lagi lulus jadi aku akan membawa ibu dan aina tinggal disana biar aku tenang"


"kenapa cuma bawa aina sama ibu?kakak nggak di ajak?"


"kakak kan sudah menikah,lagi pula rumah yang kakak tempati 2x lipat besarnya dengan rumah aku di bandung mana berani aku ngajak kakak tapi sepertinya sekarang mau tidak mau harus di ajak deh"ucap rendi sedikit menggoda sang kakak yang terlihat stres dengan kondisi nya.


"heheheh...maaf,tapi kenapa pulang?sendirian lagi,ada masalah?"cecar rendi yang melihat kakaknya pulang membawa koper sendirian tanpa ditemani keluarga bima


"hhmm,kakak sudah memutuskan untuk berpisah dengan bima ren"


"kenapa?"

__ADS_1


"kakak rasa ini yang terbaik"


"baiklah jika itu yang terbaik untuk kakak,aku akan selalu mendukung kakak,ayo lebih baik kita mulai bereskan barang ibu dan juga aina mobil jemputan nya sebentar lagi sampai"


"baiklah maaf ya kalau kakak mengecewakan kalian"


"jangan bicara seperti itu,seenggak nya kakak sudah berusahakan,sudah jangan banyak bicara lagi ayo bantu bereskan barang ibu dan juga aina kita berangkat malam ini juga"


ayana pun mulai memasukan pakaian pakaian bu ratna pada koper yang cukup besar dan untuk barang lain nya ayana memasukan nya kedalam kardus


begitu pun dengan aina keluarga kecil itu nampak disibukan dengan mengepak barang barang yang akan mereka bawa untuk tinggal dirumah dan dilingkungan baru.


setelah satu jam berlalu ayana dan juga adik adiknya itu telah menyelesaikan acara mengepak barang nya dan tak lama mobil yang rendi peaan untuk mengantarkan mereka ke bandung pun tiba


rendi dibantu sang supir memasukan semua barang ke bagian bagasi mobil sedang kan ibu,aina dan juga ayana masuk dibagian belakang tepat dibagian kursi belakang rendi dan sang supir duduk


dengan berat hati bu ratna pun harus meninggalkan rumah peninggalan sang suami tercinta nya namun bertahan disana juga sudah tidak mungkin

__ADS_1


karena warga terlanjut termakan hasutan yang seli lakukan dengan menyebarkan berita palsu tentang ayana.


*****


__ADS_2