![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
Rendi dan juga Rani sama sama tertegun ditempatnya begitu netra keduanya sama sama bertemu dan saling mengunci.
Namun Rendi segera tersadar saat sentuhan lembut tangan Tania mendarat dilengannya,membangunkan Rendi dari lamunan nya akan wanita yang pernah membuat hari harinya indah namun juga membuatnya hancur.
"Kenapa Pak?apa ada yang salah?"tanya Tania yang melihat Rendi tiba tiba menghentikan langkahnya dan berdiam diri ditempatnya.
"Hah,ah maaf.Ayo kita jalan"jawab Rendi yang melewati Rani begitu saja.
Sungguh masih saja terasa sakit kala harus bersitatap dengan wanita yang begitu istimewa dihatinya dulu dan kini telah menjadi milik orang lain.
Dan Rendi pun ternyata masih sulit menyembunyikan perasaan nya terhadap Rani yang lebih memilih pria pilihan orang tuanya ketimbang menunggunya yang tengah berjuang menjemput kesuksesan.
Dan kerja kerasnya selama ini tidaklah sia sia.Kini Rendi begitu dibanggakan dan disegani oleh rekan rekan kerjanya.
Selain karena kejujuran nya,ketekunan Rendi pun mampu membawanya hingga keposisi saat ini.
Bagas yang telah ditunjuk oleh sang ayah untuk menempati posisi Direktur pun memilih Rendi sebagai wakilnya.
__ADS_1
Alhasil kini Rendi pun begitu disibukan dengan pekerjaan Bagus yang kerap dilimpahkan kepadanya.Namun Rendi tidak pernah keberatan akan hal itu.
Selain karena Rendi memang penyuka pekerjaan Rendi juga memanfaatkan pekerjaanya untuk mengalihkan semua kegundahan dan juga rasa sakit di hatinya.
*
*
"Maaf Mbak apa sudah melakukan reservasi sebelum nya?"tanya resepsionis yang menyambut kedatangan Rendi dan juga Tania saat masuk kedalam restoran mewah itu.
"Sudah Mbak tolong tunjukan dimana tempat yang sudah dipesan atas Rendi Rahardiansyah"jawab Tania ramah dan juga sopan dan itu membuat wajah Rendi kembali berseri saat melihat wajah cantik Tania yang tengah berinteraksi dengan resepsionis restoran itu.
Setibanya disana rupanya tamu yang berjanji temu dengan Rendi pun nampaknya belum tiba dilokasi berhubung waktu janji temu masih ada 10 menit lagi sehingga Rendi pun memaklumi hal itu.
Rekan nya tidak salah kalaupun belum datang karena Rendi datangnya yang lebih awal dari jam perjanjian.
"Silahkan,ini ruangan VIP yang dipesan oleh Bapak Rendi Mbak"ujar salah satu karyawan yang mengantarkan Tania dan juga Rendi ke sebuah ruangan VIP yang ada direstoran itu.
__ADS_1
"Iya Mbak terima kasih"jawab Tania.
"Apa mau pesan menunya sekarang Mbak?"tanya karyawan itu lagi setelah Rendi dan juga Tania menempati kursinya.
"Nanti saja kami masih menunggu yang lain"kini bukan Tania yang menjawab melainkan Rendi.
"Baiklah jika sudah siap memesan Bapak bisa panggil saya,permisi"
Tania dan juga Rendi pun kembali terdiam dan menghabiskan waktu menunggu kedatang rekan bisnis Rendi datang dengan kesunyian hingga sebuah ketukan pintu membangunkan keduanya dari lamunan masing masing.
Tok tok tok...
"Maaf permisi Pak,saya datang mengantarkan rekan anda yang sudah tiba disini"ucap karyawan tadi yang membantu menunjuka ruangan untuk pertemuan Rendi dan juga rekan bisnisnya.
"Selamat sore Pak Rendi maaf sepertinya saya datang terlambat"ujar pria yang baru saja masuk kedalam ruangan itu dengan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengannya.
Seorang pria seumuran Rendi yang berpenampilan cukup rapih yang bernama Ahmad Renaldi baru saja masuk bersama dengan pasangan yang dia bawa untuk menemaninya saat ini.
__ADS_1
Dan lagi lagi Rendi dibuat terkejut saat melihat seseorang yang berjalan dibelakang pria yang bernama Ahmad yang tak lain adalah Rani,sang mantan yang pernah menorehkan luka dihatinya.