![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
"Tania Sabiani Putri,tolong maju kedepan"titah wanita yang bernama Ana Herlina itu,wanita yang menjabat sebagai ketua HRD disana.
"Ma**ti aku"gumam Tania dalam hati.
Perlahan Tania pun maju ke arah lebih depan dan jadilah kini Tania dan juga Rendi saling berhadapan.Namun hanya Rendi yang menatap ke arah Tania,Tania sendiri lebih memilih melihat lantai tempat dimana kakinya berpijak saat ini.
"Nona Tania Sabiani Putri?"tanya Bu Ana saat Tania berdiri dibagian paling depan barisan.
"I_iya saya Bu"jawab Tania tergagap karena gugup dan jujur dia juga merasa takut dengan atasan nya saat ini.
"Kenapa menunduk?kami didepan loh ini,bukan dibawah"ucap Bu Ana lagi sambil terkekeh karena Tania tak kunjung memperlihatkan wajahnya.
"Eh,i_iya Bu maaf"Tania pun mulai mengangkat wajahnya yang begitu terlihat gugup dan juga takut.
Sedangkan Rendi hanya menatap dingin tanpa ekspresi sama sekali saat kedua netra itu bertemu dan saling mengunci.
__ADS_1
"Nona Tania Sabiani pertama tama kami ucapkan selamat karena sudah terpilih dan bisa bergabung bersama kami disini.Dan saya akan memberi tahukan pada kamu tentang penempatan kamu selama magang disini.Berhubung posisi sekertaris Pak Rendi kosong dan Pak Rendi membutuhkan bantuan seorang sekertaris maka kamu akan ditempatkan diposisi itu,selamat ya jarang jarang loh karyawan magang bisa menempati posisi itu"jelas Bu Ana yang begitu bersemangat menjelaskan dimana Tania akan ditempatkan selama bekerja disana.
Tania menatap tak percaya pada Bu Ana yang baru saja menjelaskan posisinya selama bekerja disana.Senang?oh tentu saja.Tania benar benar merasa kesal dengan takdirnya saat dimana.
Dimana dia selalu dipersatukan dengan pria yang selalu membuatnya kesal setengah mati.Rasa kagum dan juga sungkan nya yang dulu tertanam dihatinya lenyap sudah saat dia mengenal pria yang dulu dia kagumi itu.
"Dosa apa aku ini?kenapa lagi lagi harus terlibat dengan pria yang menyebalkan itu sih?"gumam Tania dalam hati.
*
*
"Itu meja kerja kamu,semua yang harus kamu kerjakan ada di atas meja.Bekerjalah dengan baik jika ingin mendapatkan nilai baik"ucap Rendi menunjuk sebuah meja yang tak jauh dari pintu yang menuju keruangan nya.
Setelah memberi tahu dimana Tania akan bekerja dan tanpa banyak kata lagi Rendi pun masuk kedalam ruangan nya untuk menyelesaikan tugasnya.
__ADS_1
Keduanya pun mulai sibuk dengan pekerjaan nya masing masing hingga tak terasa waktu jam makan siang pun tiba.
Tania melirik jam yang ada dilayar ponselnya sudah lewat 15 menit yang lalu dari waktu makan siang namun tidak ada tanda tanda pria super nyebelin bin ngeselin itu keluar dari ruangan nya.
"Bener bener ngeselin ini orang,nggak tahu apa kalau disini ada orang yang kelaparan"gerutu Tania saat melirik ke arah pintu ruangan atasan nya masih nampak tertutup rapat.
Merasa tidak ada pergerakan sama sekali dari ruangan itu Tania pun bangkit dan memberanikan diri mengetuk pintu ruangan atasan nya dan masulk setelah si mpunya ruangan menyerukan ijin untuk
Tania masuk kedalam.
"Maaf Pak mengganggu,saya mau ijin pamit untuk makan siang"ujar Tania dengan perasaan ragu dan juga takut menghadapi atasan yang super nyebelin dan dingin itu.
"Saya sudah pesan makanan jadi kamu duduk saja dulu disofa itu sebentar lagi pesanan nya datang dan kita akan makan siang bersama disini"jawab Rendi yang sama sekali tidak mengalihkan pandangan nya dari layar laptop yang ada dihadapan nya dan membuat Tania melongo tak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini.
"Apa katanya?makan siang bersama?emang sejak kapan aku setuju makan siang sama dia?ya tuhan kenapa engkau pertemukan aku dengan orang yang begitu menyebalkan ini"gumam nya masih dalam hati.
__ADS_1