![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
Disaat Rendi menggodanya Tania merasakan sesuatu yang bergejolak dalam perutnya yang ingin segera dia keluarkan.
Dengan cepat Tania bangkit dari pangkuan Rendi dan berlari ke arah kamar mandi yang ada didalam ruangan pria itu.
Setelah tiba disana Tania pun segera mengeluarkan semua isi perutnya.Melihat apa yang terjadi pada Tania Rendi pun segera mengikuti langkah gadis itu masuk kedalam kamar mandi.
"Hoek...hoek...hoek..."
Rendi yang panik segera menghampiri Tania yang nampak memuntahkan isi perutnya ke dalam closet dengan wajah yang sudah memucat.
"Hey kamu kenapa?apa yang terjadi?"tanya Rendi yang kemudian ikut berjongkok dibelakang Tania lalu memijit tengkuk gadis itu.
"Apa kamu sakit?"tanya nya lagi saat Tania sudah mulai tenang dan berhenti muntah.
"A_aku tidak tahu Pak.Tapi ini sudah dari dua hari yang lalu"jawab Tania yang merasakan pusing dan juga lemas menyandarkan tubuhnya didada bidang Rendi yang ada dibelakangnya.
__ADS_1
Rendi pun segera mengangkat tubuh Tania untuk memindahkan tubuh gadis mungil itu kedalam ruangan pribadinya dan membaringkan tubuh lemas Tania di atas ranjang yang selalu dia gunakan jika harus begadang dikantor.
"Aku panggil dokter ya?wajah kamu pucat banget"ujar Rendi setelah menyelimuti tubuh Tania menggunakan selimutnya.
Tania hanya mampu menganggukan kepalanya tanda setuju dengan apa yang disaran kan oleh Rendi.Saat ini dia memang membutuhkan penanganan medis setelah dua hari menahan rasa yang kurang nyaman ditubuhnya.
Rendi pun segera menyuruh asisten nya untuk menghubungi seorang dokter wanita untuk datang kekantornya dan membantu memeriksakan kondisi Tania saat ini.
Dan setelah menunggu hampir satu jam lamanya akhirnya dokter wanita yang Rendi pesan tiba diruangan nya dan segera memeriksakan kondisi Tania saat ini.
*
*
"Ibu Tania baik baik saja Pak.Hal ini memang sangat wajar dialami dimasa masa trimester pertama dan yang perlu Bapak sama Ibu perhatikan adalah makanan dan juga aktifitas sehari hari.Sangat disarankan untuk Ibu Tania untuk beristirahat dan mengurangi bekerja agar tidak mengganggu pertumbuhna janin yang ada didalam rahimnya kini.Dan selamat ya Pak anda akan menjadi seorang ayah"jelas Dokter Winda yang merupakan Dokter keluarga untuk keluarga Bagus namun bisa digunakan jasanya oleh karyawan kantor seperti yang Rendi lakukan saat ini.
__ADS_1
Rendi dan juga Tania sendiri masih terpaku dengan penjelasan Dokter tadi.Hamil?ternyata Tania tengah hamil hasil malam panas yang keduanya lalui malam itu ternyata menumbuhkan kehidupan baru didalam rahim gadis muda itu.
"Baiklah Pak,ini resep vitamin yang harus Ibu Tania minum.Kalau tidak ada lagi yang bisa saya bantu maka saya permisi dulu"ujar Dokter Winda berpamitan dengan Rendi dan juga Tania yang masih saja melongo tak percaya.
"Ba_baik Dokter mari saya antar.Terima kasih sudah berkenan datang dan memeriksa istri saya"jawab Rendi yang kemudian mengantarkan Dokter Winda hingga pintu ruangan nya.
Setelah mengantarkan Dokter Winda,Rendi pun kembali masuk kedalam ruangan pribadinya untuk melihat kondisi Tania yang mungkin saja syok mendengar kabar kehamilan nya.
Tania begitu menyesali keputusan nya yang mengulur waktu pada saat Rendi berniat meminangnya seminggu setelah kejadian itu.
Namun Tania menolaknya karena Tania memang tidak memiliki perasaan apapun pada Rendi.Hanya sebatas rasa kagum dan juga hormat sebagai karyawan kepada atasan nya.
Dan jelas itu menjadi alasan Tania menolak pertanggung jawaban yang ingin Rendi lakukan kepadanya.
Namun ternyata Tuhan seolah menghukumnya atas apa yang sudah diperbuat olehnya pada malam itu.Dimana dia menyerahkan kesucian nya kepada seorang pria yang bahkan tidak dia cintai.
__ADS_1
Walaupun semua itu terjadi dibawah kendalinya namun kesalahan tetaplah kesalahan yang harus dipertanggung jawabkan oleh Rendi dan juga Tania.