![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
Serangkaian acara pun dilalui dengan lancar,semua yang hadir nampak mengucapkan doa doa terbaiknya untuk ibu dan calon anak nya nanti.
Senyum bahagia pun tidak pernah meninggalkan wajah cantik dan tampan si mpunya acara.Saat hari menjelang sore acarapun nampak telah selesai dilaksanakan dengan lancar dan para tamu undangan pun sudah meninggalkan tempat acara.
Menyisakan si pemilik rumah dan beberapa kerabat yang masih betah berada disana untuk sekedar menghabiskan waktu dengan bercengkrama mengobrol santai namun cukup menyenangkan ditengah tengah kesibukan masing masing dan sulit mengatur waktu untuk bertemu.
Rendi yang melihat sang istri yang sudah nampak kelelahan pun ijin pamit undur diri terlebih dahulu untuk masuk kedalam kamar untuk beristirahat dan membawa serta Tania untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya setelah berkegiatan seharian ini menyambut para tamu undangan yang hadir dalam acara empat bulanan kehamilannya.
"Kamu tunggu dulu disini biar Mas siapkan air hangat untuk kamu mandi lalu beristirahat ya"ucap Rendi menuntun sang istri untuk duduk diranjang kamar miliknya.
"Biar aku saja Mas,kamu juga pasti cape"Tania menahan tangan Rendi saat pria itu akan beranjak menuju kekamar mandi.
"Tidak apa apa,biar Mas saja.Kamu cukup istirahat saja ya,ingat kamu tidak boleh terlalu cape"ujarnya lagi membelai sayang pucuk kepala Tania yang tertutup hijab dan meninggalkan jejak sayang dikening sang istri sebelum berlalu menuju kamar mandi.
Tak berselang lama Rendi pun kembali keluar kamar mandi mendapati istrinya telah siap untuk mandi dengan melepas gamis dan juga hijab yang dia kenakan saat ini.
__ADS_1
"Ayo sayang air nya sudah siap"ujar Rendi sembari menuntun sang istri masuk kedalam kamar mandi.
Ada rasa bahagia didalam hati Tania saat dirinya begitu diperlakukan dengan baik dan begitu dimanjakan oleh sang suami.
Hal yang tidak pernah dia dapatkan dari keluarganya.Pasalnya sang Mamah dan Papah begitu condong ke Sania dalam hal apapun.
Dan itulah yang membuat Tania tumbuh menjadi wanita yang mandiri dan sedikit tomboy,itu dia lakukan untuk menjaga dirinya agar terhindar dari apapun yang akan merugikan dirinya terutama masalah asmara dan seorang pria.
Dia tidak mau seperti Sania yang selalu mengalami depresi kala cintanya kandas ditengah jalan dan itu membuat kedua orang tuanya jauh lebih memperhatikan sang Kakak dari pada dirinya.
Kehadiran Aina yang selalu ada membuatnya merasa memiliki kasih sayang seorang saudara.Karena selama ini Sania selalu saja menganggapnya sebagai seorang saingan bukanlah saudara.
"Mandilah,Mas akan buatkan susu hangat untukmu"ujar Rendi lagi sebelum meninggalkan istrinya didalam kamar mandi untuk membersihka diri.
Namun langkah Rendi terhenti saat Tania mencekal pergelangan tangan nya lalu tanpa aba aba dan pemberitahuan dahulu Tania menarik tangan Rendi lalu satu tangan nya lagi meraih tengkuk pria bertubuh kekar itu.
__ADS_1
Dengan sedikit berjinjit Tania menyatukan bibir kedunya hingga membuat Rendi terkesiap dibuatnya.
"Terima kasih Mas"ucap Tania setelah pangutan singkat itu terlepas.
"Hey sejak kapan istri kecilku ini mulai berani nakal,hhmm"tanya Rendi sembari mencubit manja hidung mancung sang istri yang sudah terlihat memerah karena malu.
"Le_lebih baik Mas keluar aku mau mandi"jawab Tania memalingkan wajah merahnya dan mencoba mengalihkan pertanyaan dari suaminya.
Tania pun segera memberi jarak dan berniat melangkah menuju bathtub dan bersiap untuk membersihka didinya hingga tiba tiba kini giliran dirinya yang ditarik hingga menubruk dada bidak Rendi.
"Ya Ampun Mas,bikin kaget saja"ptotes Tania memukul dada bidak Rendi yang tersenyum aneh padanya.
"Tanda terima kasih nya mana?"tanya Rendi sembari mempererat pelukan nya pada tubuh Tania.
"Tanda terima kasih apa?"
__ADS_1
"Bukan nya tadi kamu bilang Terima kasih ya sama Mas?lalu tanda terima kasih nya mana?"