Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Boncap.5


__ADS_3

"Apa katanya?makan siang bersama?emang sejak kapan aku setuju makan siang sama dia?ya tuhan kenapa engkau pertemukan aku dengan orang yang begitu menyebalkan ini"gumam nya masih dalam hati.


"Nggak usah menggerutu.Kamu tinggal menurut saja jika ingin lulus dari sini dengan nilai yang terbaik"lanjutnya lagi yang membuat Tania menelan saliva tak percaya seakan akan atasan nya itu tahu apa yang dikatakan nya dalam hati tadi.


"Nggak kok Pak,mana berani saya menggerutu"jawab Tania menundukan kepalanya.


Sungguh nasib buruk untuknya saat ini dimana dia begitu ingin menghindar atau kalau perlu menghilang dari pandangan pria didepan nya namun semesta seolah tidak merestui dengan terus saja mempertemukan keduanya.


Tok tok tok....


Sebuah ketukan pintu memecah keheningan diantara keduanya.Tania yang berdiri tak jauh dari pintu pun segera membukakan pintu untuk orang yang baru saja mengetuk dari arah luar ruangan Rendi dimana Tania kini berada.


"Ini pasanannya mbak dan pembayaran nya sudah lunas ya lewat aplikasi


"ujar seorang pria yang berpropesi sebagai kurir makanan yang dipesan oleh Rendi tadi.

__ADS_1


"Iya baik Mas terima kasih"Tania pun segera membawa dua buah kantong plastik yang berisi kotak makanan dan juga minuman yang akan menjadi menu makan siangnya dengan sang atasan.


Rendi tersenyum tipis saat melihat Tania begitu sigap menyiapkan menu makan siang untuk keduanya dan jika dilihat sekilas keduanya nampak bagaikan pasutri yang akan melakukan makan siang.


"Maaf Pak ini makan siang nya sudah siap"ucap Tania saat menu makan siang nya sudah di tata rapih di atas meja sofa yang ada diruangan Rendi.


"Baiklah,sebentar saya cuci tangan dulu"Rendi pun bangkit dari kursi kebesaran nya dan melangkah mendekati wastapel yang ada disamping pintu kamar mandi yang terletak didalam kamar pribadi yang terdapat didalam kantornya.


Kemudian keluar kembali dan duduk disofa yang diperuntukan untuknya dengan menu makan siang pesanan nya sudah siap dimeja tepat didepan nya duduk saat ini.


"Kalau begitu selamat menikmati makan siang nya Pak dan terima kasih untuk makan siang saya hari ini,saya permisi"ucap Tania yang menghentikan gerakan tangan Rendi saat akan membuka kotak makanan nya.


"Saya akan makan diruangan saya Pak"jawab Tania sembari membawa kotak makanan dan juga minuman bagian nya.


"Memang nya siapa yang menyuruhkan kamu makan diruangan kamu?duduk dan makan disini"titahnya tidak mau dibantah

__ADS_1


Tania pun menghela nafas sepenuh dada.Sungguh entah anugrah atau musibah untuknya dipersatukan dengan Rendi saat ini.


Yang pasti saat ini Tania begitu kesal akan sikap pria yang ada didepan nya ini.Namun Tania juga tidak bisa membantah karena tatapan Rendi begitu menusuk,pertanda kalau tidak ingin ada lagi bantahan.


Tania pun akhirnya mengalah dan perlahan mulai duduk disofa disamping sofa yang Rendi duduki.Keduanya pun menghabiskan makan siang nya dengan sama sama terdiam.


Setelah 30 menit berlalu keduanya nampak telah menghabiskan menu makan siang nya.Rendi sendiri masih betah duduk disofa sembari mencuri pandang pada gadis yang kini tengah sibuk membersihkan meja dari sampah bekas makan siang keduanya.


"Sore ini kamu ikut saya,saya harus mengadakan pertemuan bisnis diluar kantor dan kamu ikut untuk membantu saya"ucap Rendi yang nampak fokus dengan ponsel ditangan nya.


"Iya baik Pak.Jika tidak ada lagi yang Bapak perlukan saya pamit untuk melanjutkan pekerjaan saya"


"Mmm,pergilah dan bersiaplah setelah jam 3 sore nanti"


"aiya baik Pak"

__ADS_1


Tania dan Rendi pun kembali fokus dengan pekerjaan keduanya.Walaupun menyebalkan namun Rendi nampak begitu perhatian pada Tania dan itu membuat Tania bingung sendiri.


"Ternyata dibalik sikapnya yang nyebelin dia perhatian juga"gumam Tania sesaat setelah keluar dari ruangan Rendi untuk kembali melanjutkan tugasnya yang sempat terjeda karena makan siang tadi dengan pria nyebelin tapi perhatian.


__ADS_2