![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
"Bismillahirohmannirohim,Ananda Andri Pradiptya Hernawan bin Wahyu Hernawan Almarhum saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Aina Gayatri binti Suryo Mulyono Almarhum dengan maskawinnya berupa satu perangkat alat sholat beserta uang tunai sebesar 150juta dibayar tunai.”
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Aina Gayatri binti Suryo Mulyono Almarhum dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”
"Bagaimana saksi,sah?"
"Sah"
"Sah"
"Baarakallahu likulii wahidimmingkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin"
Akhirnya senyum penuh dengan rasa lega pun muncul diwajah pasangan pengantin yang baru saja sah menjadi pasangan suami istri itu.
Dan setelah ijab kabul selesai serangkaian acara lainnya pun mulai dijalani oleh kedua pengantin baru itu.
Mulai dari penandatangan dokumen pernikahan,pemasangan cincin pernikahan,sungkeman,saweran dan tak lupa dokumentasi untuk acara sakral itu.
__ADS_1
Hingga kini berlanjut ke acara beramah tamah dengan para tamu undangan dan juga acara jamuan untuk para tamu yang sengaja di undang untuk menjadi saksi di acara sakral antara Andri dan juga Aina.
Senyum bahagia pun tak lepas dari wajah kedua mempelai yang kini tengah menempati pelaminan menyambut para tamu yang sengaja menyempatkan waktu untuk datang dan mengucapkan selamat kepada pengantin baru itu.
*
*
"Kalian istirahatlah dulu,mumpung masih ada waktu hingga acara resepsi nanti malam dimulai.Gunakan untuk mengumpulkan tenaga menyambut oara tamu sesi ke_2"ucap Mamah Risma mengintrupsi anak dan menantu barunya itu.
"Iya Mah,kalau begitu kami kekamar dulu ya Mah,ayo sayang Mas bantu kamu jalan"jawab Andri sembari bangkit dari duduknya dan membantu Aina yang sedikit agak kesusahan saat berjalan karena kain batik yang dia gunakan sebagai pelengkap kebaya akadnya.
Sebuah kamar residen suit dipilih Mamah Risma untuk menjadi tempat pasutri baru itu beristirahat sejenak sebelum kembali menjadi Raja dan.Ratu diatas pelaminan.
Aina terpana saat memasuki sebuah kamar mewah yang dipenuhi oleh bunga dan juga lilin khas pengantin baru menyapa pandangan nya hingga dia hanya bisa terpaku didepan pintu yang sudah tertutup rapat kembali.
"Bagaimana kamu suka,sayang"bisik Andri tepat ditelinga Aina seraya memeluk erat tubuh Aina yang masih terbalut kabaya akad yang dia gunakan tadi saat prosesi sakralnya dengan Andri yang kini sudah resmi menjadi suaminya.
__ADS_1
"Iya Mas,suka suka banget.Terima kasih kejutan nya"jawab Aina yang tak bisa lagi menutupi air mata bahagianya.
Andri yang menyadari kalau istri kecilnya tengah menangis pun segera membalikan tubuh Aina hingga kini mereka saling berhadapan.
"Kenapa menangis sayang,apa ada yang salah?"tanya Andri sembari mengusap air mata Aina dengan jempolnya.
"Nggak Mas,aku hanya bahagia dan ini adalah air mata bahagia.Terima kasih Mas,terima kasih untuk semuanya"jawab Aina lalu berhambur masuk kedalam pelukan sang suami.
"Aku juga mau berterima kasih sama kamu.Terima kasih karena sudah mau menjadi istriku,sungguh terima kasih sayang.Mas mencintaimu"ucap Andri saat membalas pelukan hangat Aina.
"Iya Mas,aku juga,aku juga mencintaimu Mas Andriansyah Hernawan"balas Aina mengurai pelukan nya dan menatap wajah tampan Andri yang kini jauh lebih tampan dan keren dalam balutan jas pengantin yang senada dengan kebaya yang dikenakan oleh Aina.
Dan kemudian kembali terulang untuk yang kesekian kalinya bibir mereka saling bertemu dan saling menyapa.
Menikmati rasa manis dan juga kenyalnya bibir ranum itu dan kini jauh lebih nikmat dan panas kala status sah telah mereka sandang.
Sudah tidak ada lagi pembatas dan larangan untuk keduanya melakukan yang lebih dari itu dan jauh lebih panas lagi.
__ADS_1
Namun ciuman panas Andri harus terhenti saat Aina dengan lembut melepas pangutan keduanya dan mendorong dada Andri agar sedikit memberi jarak di antara mereka.
"Kita bersih bersih dulu yuukk,habis itu makan baru lanjut.Aku lapar sayang"ujar Aina dengan nada manja meminta suaminya memberi dia waktu untuk membersihkan diri dan mengisi perutnya yang sudah berteriak teriak sedari tadi.