Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Boncap.21


__ADS_3

Sania membeku ditempat lidahnya pun kini terasa kelu untuk berucap dimana sang mamah mengingatkan kalau dirinya jauh lebih buruk dari Tania.


Saat sang Mamah menyinggung kasus yang tengah dia alami dalam hidupnya dimana dia harus kehilangan kehormatan dan juga janin yang tengah dia kandung karena kecerobohan yang dia lakukan.


Karena merasa kesal dan malu Sania pun hingga keluar dari ruangan itu tanpa kata sedikit pun.Sedangkan Bu Ratna dan juga Rendi hanya bisa menjadi penonton tanpa berminat untuk ikut campur.


Sepeninggalan Sania suasana kembali hening dimana Bu Ratna dan juga Rendi membiarkan Mamah Ajeng menenangkan diri dahulu sebelum membahas prihal tindakan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


"Maafkan Kakakmu ya Nak,dia memang seperti itu dan untuk Ibu dan Nak Rendi maafkan atas ketidak sopanan anak sulung saya"ujar Mamah Ajeng merasa malu terhadap sikap Sania.


"Lalu apa yang akan kalian lakukan selanjutnya Nak?"tanya Mamah Ajeng melanjutkan ucapan nya.


"Saya sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahan kami jadi sekarang ini kami hanya tinggal menunggu restu Ibu dan juga Bapak untuk merestui pernikahan saya dan juga Tania"jawab Rendi yang masih mendekap erat tubuh Tania yang masih terisak.

__ADS_1


"Baiklah,menikahlah dan berikan yang terbaik untuk anak kalian kelak.Kami sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian"ujar Mamah Ajeng yang membuat Rendi,Tania dan juga Bu Ratna merasa lega.


*


*


Akhirnya hari dimana Rendi dan Tania dipersatukan oleh ikatan suci pernikahan pun tiba.Walaupun dilaksanakan dengan secara sederhana namun tidak mengurangi kehikmatan acara sakral itu.


Ayana dan juga Aina pun ikut berbahagia walaupun hanya bisa menyaksikan acara sakral itu lewar video call yang dilakukan oleh Bu Ratna untuk keduanya namun tidak mengurangi rasa bahagia adik dan kakak dari si mempelai pria.


Dua keluarga yang baru menyatu menjadi satu keluarga pun begitu berbahagia bercampur rasa haru karena putra putri mereka telah memiliki pasangan halal yang bisa saling menjaga dan melindungi.


Namun kebahagiaan itu nampaknya tidak berlaku untuk Sania yang menatap sinis pada adik bungsunya yang baru saja menjadi seorang istri dari seorang wakil direktur sebuah perusahaan ternama dikota Bandung.

__ADS_1


Rasa iri dan juga rasa kesalnya bertambah pada sang adik kala Sania mendapati informasi tentang siapa pria yang akan menjadi adik iparnya itu.


Dan begitu tercengang nya Sania saat tahu kalau Rendi merupakan seorang pengusaha sukses dan hal itu jauh berbanding dengan pria yang mati matian Sania pertahankan dan kejar kejar selama ini.


Sania begitu membenci Tania sedari masih kecil karena menurutnya karena gara gara Tania kasih sayang kedua orang tuanya menjadi terbagi.Padahal keduanya selalu memprioritaskan Sania ketimbang Tania.


*


*


"Mah Rendi dan juga Tania ijin pamit pulang ke Bandung,maaf tidak bisa disini terlalu lama karena Rendi harus kembali bekerja"ujar Rendi setelah selama 3 hari menetap di Surabaya pasca menikahi gadis bernama Tania Sabiani putri.


"Baiklah,Mamah titip Tania ya Nak.Mamah juga sebenarnya ingin segera pulang tapi melihat kondisi Papah sepertinya masih belum memungkinkan"jawab Mamah Ajeng yang terasa berat melepas putri bungsunya namun kini harus terbiasa dan ikhlas karena sang putri kini telah menjadi seorang istri yang wajib mengikuti langkah sang suami.

__ADS_1


"Maafin Tania Mah karena Tania tidak bisa menemani Mamah disini"ujar gadis yang baru 3 hari ini menyandang status baru yaitu istri dari seorang Rendi Rahardiansyah seorang pengusaha muda yang sukses dibidangnya.


__ADS_2