Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Boncap.11


__ADS_3

Karena sudah tidak ada masalah lagi dengan nya Rendi pun mengabaikan kehadiran pria brengsek itu lalu bergegas memasuki bilik toilet yang sudah kosong.


"Bagaimana?apa cewek yang loe maksud itu datang?"tanya seseorang yang berada tepat didepan bilik yang Rendi tempati dan menghentikan gerakan tangan Rendi yang akan membuka pintu toilet yang dia gunakan.


"Angga,Angga loe tenang saja tuh cewek sudah ada sama cewek gue"jawab Gilang sembari membersihkan tangannya diwastafel.


"Lalu apa loe bawa obat yang gue minta"


"Bawa dong.Loe tenang saja semua aman dan beres ditangan gue dan loe tinggal nikmatin aja tuh tubuh cewek yang kata cewek gue masih ori alias perawan"


"Terus siapa nama tuh cewek?"


"Ta_Ta___ta apa ya gue lupa.Mmm,oh iya Tania tuh cewek namanya Tania"


Deg...

__ADS_1


Jantung Rendi seakan berhenti berdetak saat mendengar percakapan antara Angga dan juga Gilang.


Entah mengapa Rendi tiba tiba teringat dengan Tania disaat Gilang menyebut nama Tania dalam obrolannya bersama dengan Angga.


Setelah merasa kalau kedua orang itu sudah pergi dari sana Rendi pun bergegas keluar toilet lalu mencari meja yang dipesan oleh Angga dan juga teman temannya.


Jantung Rendi berdegup dengan kencang,dadanya bergemuruh menahan amarah yang kini membakar seluruh tubuhnya saat netranya menangkap sosok Angga.


Rendi membelalakan mata nya saat melihat kalau Tania yang mereka maksud ternyata Tania yang juga dia kenali.


Dengan langkah cepat Rendi segera mendekati meja tempat dimana Tania berada dan segera menarik gadis itu untuk menjauh dari kumpulan muda mudi yang berniat jahat padanya.


"Hey apa yang kamu lakukan?lepaskan dia,dia itu temanku"seru Angga yang langsung berdiri dari duduknya saat melihat Tania ditarik oleh seorang pria dan mencengkram pergelangan tangan sebelah kanan Tania.


Dan hal itu membuat langkah Rendi terhenti dan segera membalik tubuhnya hingga Angga pun reflek melepaskan tangan Tania saat bersitatap dengan pria yang pernah membuat wajahnya babak belur dan perlu berminggu minggu untuk membuat luka diwajahnya sembuh dan kembali normal akibat bogem mentah yang dilayangkan Rendi padanya.

__ADS_1


"Ma_maaf Bang aku tidak tahu kalau dia adik Abang juga"lirih Angga dengan suara bergetar karena menahan rasa takut saat Rendi menatapnya dengan tatapan yang cukup tajam.


Tanpa menjawab perkataan Angga Rendi pun segera membawa tubuh Tania yang nampaknya sudah setengah mabuk keluar dari tempat itu dan mangabaikan Bagus yang tengah menunggunya.


"Ta_Tania mau dibawa kemana Pak?"tanya Tania yang masih bisa mengenali orang yang membawa nya keluar dari restoran itu.


"Kita pulang"jawab Rendi dengan nada dingin lalu membawa Tania masuk kedalam lift yang menuju ke lobby hotel.


Namun saat keduanya berada didalam lift Rendi tiba tiba dikejutkan dengan aksi Tania yang menurutnya sangat berani.Dimana Tania membuka baju yang dia kenakan.


"Hey apa yang kamu lakukan?"tanya Rendi sembari menahan tangan Tania yang akan membuka dress yang dia kenakan.


"Pa_Panas Pak.Baju ini membuatku tidak nyaman dan begitu kepanasan"jawab Tania yang kembali berusaha membuka dressnya.


Merasa ada yang tidak beres Rendi pun bergegas menuju ke

__ADS_1


Meja resepsionis untuk memesan satu kamar hotel untuk dia gunakan untuk membantu Tania menghilangkan pengaruh obat perangsang yang diberikan oleh Angga pada minuman nya tadi.


__ADS_2