![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
Tania tak henti hentinya melirik pria yang kini tengah mencoba beberapa kemeja baru karena kemeja yang tadi dia pakai kotor karena ulah gadis kecil yang sejak dua Bulan lalu begitu mencuri perhatian nya.
Sorot mata yang lembut dan senyumnya yang terlihat manis begitu sulit pria itu lupakan.
Sayang pengalaman nya dalam percintaan terbilang buruk sehingga dia kesulitan mengapresiasikan perasaan nya.
Dan malah berakhir dengan sebuah pertengkaran dan selalu membuat gadis itu kesal dibuatnya.
"Kak sudah belum sih nyobain kemejanya?ini sudah mau malam dan aku sudah harus pulang"tanya Tania sedikit menekan rasa kesalnya.
Pasalnya sudah satu jam lebih dan sudah setumpuk kemeja yang Rendi coba namun belum mendapatkan yang dia inginkan.
"Ya ampun,apa aku harus lakukan sholat taubat ya biar nggak dipertemukan terus dengan pria menyebalkan ini"gerutu nya dalam hati.
Karena terus di abaikan Tania yang begitu kesal pun akhirnya mengambil satu buah kartu debit miliknya dan menyerahkan secara paksa ke tangan Rendi yang mengabaikan semua pertanyaan nya dan asik memilih dan mencoba kemeja kemeja yang ada ditoko pakaian khusus pria itu.
__ADS_1
"Kalau masih lama silahkan belanja sendiri.Ini buat bayarnya maaf saya pamit dulu karena sudah mau malam dan saya harus pulang kerumah"kesal Tania seraya menyimpan sebuah kartu debit ditangan Rendi lalu segera pergi meninggalkan Rendi yang nampak kaget dengan aksi yang Tania lakukan.
"Gadis yang m**enarik"gumam Rendi tersenyum licik saat melihat punggung Tania menjauh dan menghilang masuk kedalam lift.
Tak lama setelah kepergian Tania Rendi pun mengambil begitu saja kemeja yang ada disana secara random.(jangan senyum senyum sendiri ya lihat kelakuan Rendi.Maklum masa pubernya telat jadi we gitu 🤭).
Tania menghempaskan tubuh lelahnya kekasur yang mejadi tempat favotit dan juga kesayangannya.Ingatan nya kembali pada sesosok pria super nyebelin yang baru saja berpisah dengan nya.
Eh ralat bukan berpisah namun Tania tinggalkan saking kesalnya denga prilaku pria dewasa yang kurang kerjaan itu.
*
*
Pagi ini,dengan tampilan yang rapih dan juga cukup elegan Tania berdiri dibarisan kedua dari dua barisan yang dibuat oleh para calon pekerja magang diperusahaan dimana Tania diterima untuk magang.
__ADS_1
Ditemani oleh sepuluh orang lainnya dari universitas yang berbeda yang juga diterima magang disana Tania berdiri dengan menekan rasa gugupnya.
Karena tinggal menghitung menit jam ditangan nya mereka akan dipertemukan dengan penanggung jawab dan juga yang akan membantu dan membimbing para mahasiswa/wi itu selama mereka magang disana.
Ckleeekkkk....
Suasana tegang pun bertambah saat terdengar suara handel pintu yang berbunyi yang menandakan kalau mereka akan bertemu dengan penanggung jawab mereka selama bekerja disana.
Deg....
Jantung Tania seakan berhenti berdetak saat melihat pria berjas lengkap dengan dasinya duduk dimeja dengan papan nama bertuliskan Wakil Direktur.Rendi Rahardiansyah.
Tania menelan salivanya saat pria yang berstatus atasana nya kini itu menatap tajam ke arah nya.Tania mencoba bergeser setengah langkah kekiri agar tubuh nya terhalangi oleh orang yang berdiri didepan nya.
Namun naas namanya malah disebut oleh orang yang jadi juru bicara dan menyuruh Tania untuk maju kedepan.
__ADS_1
"Tania Sabiani Putri,tolong maju kedepan"titah wanita yang bernama Ana Herlina itu,wanita yang menjabat sebagai ketua HRD disana.