Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Tatapan Horor


__ADS_3

Akhirnya selama dua hari ini Aina terpaksa harus menjadi supir pribadi Andri.Aina pun dengan setia mengantarkan Andri kebeberapa tempat wisata yang cukup terkenl diBandung.


Dan ini merupakan hari terakhir Aina menjadi supir sekaligus tourgate untuk Andri yang memang belum mengenal kota itu dan untuk mengucapkan rasa terima kasih nya Andri pun mengajak Aina makan siang disebuah Restoran cukup mewah dikota Bandung.


"Padahal nggak perlu ditempat yang seperti ini Pak kalau mau ajak saya makan,rasanya kurang nyaman"ucap Aina setelah beberapa menit duduk dimeja VIP yang sengaja Andri pesan sehari sebelum mereka kesana


"Tidak apa apa,ini rekomendasi dari teman teman akui diJakarta dan sayang bangetkan kalau nggak dicoba"jawab Andri santai


Jujur Aina memang tidak nyaman selain tempatnya cukup formal harga makanan nya pun terbnilang mahal dan itu membuat Aina semakin tidak nyaman dan tidak enak hati.


Aina tahu pria yang kini duduk didepan nya bukan orang sembarangan bahkan muingkin makan ditempat seperti ini merupakan kegiatan nya sehari hari


Namun untuk Aina yang terbiasa hidup sederhana dan hemat sungguh makan ditempat seperti ini itu sangat membuatnya tidak nyaman tapi Aina harus menghargai apa yang Andri berikan apalagi niat pria itu baik untuk membalas budi atas jasa Aina selama dua hari ini yang setia menemaninya berkeliling kota Kembang


Kedua nya pun menikmati makan dengan ukup santai,selama dua hari selalu bersama membuat mereka sudah cukup akrab dan mengobrol dengan santai


Sudah tidak ada lagi kecanggungan diantara mereka bahkan sesejkali keduanya menceritakan tentang masalah pribadi masing masing.


Selang satu jam, berlalu kedua nya pun telah merampungkan acara makan siang mereka dan akan bergegas melanjutkan perjalanan menuju bengkel untuk mengambil mobil Andri yang telah selesai diperbaiki.

__ADS_1


Namun saat akan keluar dari pintu langkah Aina dan juga Andri terhenti saat seseorang menyerukan nama Aina


"Aina?"


Sontaka Aina dan juga Andri pun menoleh ke arah suara yang memanggil namanya tadi dan terlihatlah seorang pria dengan memakai pakaian ala kantoran berjalan mendekat ke arah Aina dan juga Andri.


"Kak Bagus?"seru Aina begitu tahu siapa orang yang memanggilnya


"Kamu makan siang disini Na?"tanya Bagus pada Aina sembari melirik ke arah Andri yang juga tengah menatapnya dengan tatapan penuh tanya


"Iya Kak,Kakak sendiri ngapain disini?makan juga?dengan siapa?"tanya Aina yang entah kenapa hari ini terlihat kepo akan apa yang dilakukan Bagus


"Iya Aku makan siang disini bersama dengan klien.Kamu mau pulang ya?"tanya Bagus yang memang melihat Aina akan keluar dari sana saat dia memanggilnya.


"Oh gitu,ya sudah hati hati dijalan dan kalau sudah selesai langsung pulang ya"pesan Bagus terlihat begitu perhatian


"Iya siap Kak.Kalau begitu aku duluan yan Kak"pamity Aina pada Andri


"iya hati hati"

__ADS_1


"Siap Kak"


Aina pun berjalan keluar restoran terlebih dahulu dan tanpa Aina sadari Andri menatap tak suka melihat kedekatan antara Ainma dan juga Bagus.


Bahkan Andri berlalu begitu saja tanpa menyapa bagus dan itu membuat sebuah kerutan didahi Bagus


"kenapa tuh orang?horor amat natapnya"gumam bagus dalam hati saat melihat reaksi Andri


Bagus pun segera beranjak menuju kemeja nya kembali karena Bagus memang masih belum menyelesaikan acara metting dengan klien nya.


Sementara Aina mengantarkan Andri ke bengkel untuk mengambil mobilnya agar bisa digunakan oleh si pria itu kembali.


"Yang tadi itu pacar kamu?"tanya Andri saat mereka telah didalam mobil dan dalam perjalanan menuju bengkel


"Bukan,dia itu teman nya Kak Rendi dan kita memang salingv kenal dan akrab karena Kak Bagus adalah langganan ibu dikendai.Memang nya kenapa?"tanya Aina yang memang heran tiba tiba Andri menanyakan prihal pribadi padanya


"nggak,nggak apa apa"jawab Andri mengulas senyum tipis hingga mungkin tidak Aina sadari karena Aina fokus dengan jalanan yang dia lalui.


*

__ADS_1


*


*****


__ADS_2