![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
"Aaawwww sssttt"pekik Ayana memegangi perutnya yang kembali berdenyut nyeri saat kontraksi itu datang kembali.
Kini Ayana dan juga Bima tengah berada dirumah sakit setelah tadi malam perut Ayana merasakan sakit berketerusan.
Dan saat dibawa kerumah sakit benar saja Ayana sedang mengalami kontraksi dan sudah pembukaan lima.
"Apa sakit sekali?"tanya Bima disela mengusap ngusap punggung Ayana yang terasa ngilu.
"Iya Mas sakit"jawab Ayana lirih.
"Apa kita lakuka operasi saja?Mas takut terjadi sesuatu sama kamu sayang"
"Nggak Mas.Aku bisa kok,insha allah aku kuat"jawab Ayana yakin kalau dia akan melahirkan secara normal walaupun entah sampai kapan dia harus menahan rasa yang begitu dahsyat karena kontraksi diperutnya.
Namun Ayana tetap bertekad untuk melahirkan secara normal.Secara tidak ada kendala yang mengharuskan nya menjalani operasi.
Kondisi Ayana dan juga calon bayinya sehat dan sangat memungkin kan untuk melahitka secara normal.
__ADS_1
Sementara diluar ruangan nampak Mamah Risma ditemani oleh Andri menunggu dengan cemas.Selang beberapa menit kemudian terdengar derap langkah mendekat ke arah Mamah Risma dan juga Andri yang masih berdiri didepan pintu ruang bersalin dimana Ayana berada.
"Bagaimana keadaan Ayana jeng?"tanya Bu Ratna begitu Bua Ratna dan juga Aina tiba didekat Mamah Risma dan juga Andri.
"Masih menunggu pembukaan sempurna jeng.Mari kita duduk dan menunggu dikursi saja,kita sama sama berdoa untuk kelancaran dan kesehatan Ayana dan juga bayinya"Mamah Risma pun menuntun Bu Ratna menuju kursi yang tidak jauh dari posisi mereka berdiri.
Sementara Aina sendiri mengekori Ibu dan Mamah mertua dari Kakak sulung nya itu tanpa tahu kalau ada sepasang mata yang terus menatapnya dengan intens.
*
*
Akhirnya setelah beberapa jam menunggu dengan rasa yang campur aduk suara tangis bayi pun melepas semua kecemasan dan kegelisahan yang dirasakan oleh orang orang yang masih setia ditempatnya menunggu hadirnya si calon keluarga baru didalam keluarga nya.
Selang 30 menit kemudian terlihat seorang suster membawa bayi mungil berjenis kelamin perempuan yang masih merah itu dalam dekapan nya.
Dibelakang nya nampak Bima mengikuti langkah suster itu untuk mengadzani sang anak sebelum dibawa keruangan perawatan bayi untuk melakuka observasi pasca dilahirkan.
__ADS_1
"Apa itu cucu kami sus?"tanya Mamah Risma yang sudah tidak sabar melihat wajah mungil hasil karya si anak bungsu nya.
"Iya Bu tapi mohon maaf belum boleh disentuh ya.Sembari di adzani oleh Bapak,Ibu dan yang lain boleh melihat bayi kecilnya.Nanti setelah masa observasi pasca dilahirkan nya selesai dan tidak ada masalah Ibu san Bapak boleh menyentuh dan menggendong nya"jelas suster yang membawa bayi Bima dengan cukup ramah dan juga sopan.
"Baik sus,kami mengerti"jawab Mamah Risma yang tak mengalihkan pandangan nya pada wajah Bima persi mini itu.
Tentu saja hal itu juga membuat semua pasang mata mengalihkan pandangan nya pada warga baru dikeluarganya.
Tidak terkecualin satu pasang mata yang tidak mengalihkan pandangan nya sedikit pun dari gadis manis yang terlihat antusian dengan hadirnya keluarga baru di antara mereka.
'Menggemaskan'gumam nya dalam hati diiringi oleh senyum tipis dibibirnya.
Setelah selesai di adzani ayah dan anak itu pun harus dipisahkan untuk sementara waktu karena sanv bayi harus melewati masa perawatan terlebih dahulu untuk memastika kondisi nya baik baik saja pasca dilahirkan.
*
*
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...