Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Boncap.24


__ADS_3

Disebuah ballroom hotel bintang 5 nampak sebuah resepsi pernikahan yang begitu megah dan mewah.Kedua mempelai yang menjadi Raja dan Ratu malam itu pun nampak begitu berbahagia menerima ucapan selamat dan doa terbaik untuk keduanya.


Tepat dua minggu setelah Rendi dan Tania menikah cara resepsi pun digelar dengan dibantu oleh dua saudara Rendi yang mungkin lebih paham akan hal itu karena keduanya adalah perempuan.


Dan setelah berbagai persiapan akhirnya pesta resepsi pun digelar dengan begitu megahnya.Berhubung Rendi adalah seorang pebisnis jadi tamu undangan pun banyak dari kalangan rekan bisnisnya.


Semua keluarga nampak ikut berbahagia.Bahkan Papah Tania pun akhirnya bisa pulang dan hadir dalam acara resepsi itu meski harus menggunakan kursi roda.


"Selamat ya Ta,ya ampun masih ga percaya deh aku kalau kamu jadi kakak iparnya aku"ujar Aina berhambur memeluk si pengantin wanitanya.


"Iya Na,aku juga masih nggak percaya bisa nikah sama pria yang super ngeselin kaya Mas Rendi"jawab Tania membalas pelukan Aina.

__ADS_1


"Ngeselin?aku memang sengeselin itu ya sayang?"tanya Rendi saat mendengar celotehan istrinya.


"Ngeselin pake banget,ampe tiap malam aku tuh berdoa sama Allah supaya nggak diketemuin sama Mas,eh Allah malah semakin mendekatkan kita ampe nikah segala"jawab Tania membuat Aina tertawa lepas mendengar curhatan kakak iparnya itu.


"Bukan cuma itu eh malah dikasih bonus Rendi junior didalam ini perut"lanjutnya lagi seraya meraba perutnya yang masih rata.


"Sumpah nggak adil banget tahu nggak"ucap Aina yang tiba tiba berenggut saat Tania menyinggung kehamilan nya.


"Ya nggaka dil aja,masa aku yang duluan nikah tapi malah kamu yang hamil duluan"jawab Aina yang membuat semua yang ada disana melongo tak percaya dengan apa yang Aina katakan.


"Sayang sudah dong jangan dibahas lagi.Lagi pula maslaha anak itu tidak bisa ditentukan dengan siapa yang terlebih dahulu menikah"ujar Andri mennagkan sang istri yang memang semenjak mengetahui kehamilan Tani sring merasa seih karena hingga saat ini mereka belum juga diberi kepercayaan untuk memiliki momongan.

__ADS_1


Suasana pun mendadak haru dan sendu saat tiba tiba Aina mengaduh kesakitan dibagian kakinya.


"Aaawwww ya ampun Ta kamu nyapain sih?sakit tahu?"pekik Aina berjongkok memegangi ibu jari kakinya yang berdenyut nyeri setelah Tania menginjaknya.


"Kata orang tua jaman dulu kalau mau cepat hamil itu ibu jarinya harus di injak sama ibu hamil maka akan nular deh hamilnya"jawab Tania sembari memakai kembali sapatu yang ia kenakan sempat dia lepas untuk menginjak ibu jari kaki Aina.


"Masa sih kok aku baru tahu?"ucap Aina meragukan ucapan Tania.


"Benarkah?kamu dengar kata itu dari siapa sayang?kok Mas juga baru dengar?"Rendi juga ikut meragukan ucapan yang Tania ucapkan mengenai mitos kehamilan nular lewat injakan ibu jari di kaki.


"Dari Mamah lah,dulu katanya mamah itu pengen punya anak lagi karena Kak Sania sudah cukup besar dan pengen nambah anak,Setelah nunggu lama tapi tidak hamil hamil juga hingga suatu hari mamah punya teman yang lagi hamil dan sama teman nya itu ibu jari mamah di injak biar hamilnya nular ekh bener dong satu minggu kemudian mamah sakit dan pas diperiksa ternyata hamil.Semoga saja minggu depan kita dapat kabar baik dari kamu ya Na"jelas Tania yang membuat Aina kembali ceria dan menampilkan senyum manisnya.

__ADS_1


Keakraban dan keharmonisan Tania dengan keluarga barunya pun tidak luput dari tatapan sisnis seseorang yang begitu membeni Tania.Siapanlagi kalau bukan Sania.


__ADS_2