Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Acara 7 Bulanan


__ADS_3

"Selamat malam semua nya.Maaf saya terlambat,Ibu apa kabar?maaf tidak bisa menjemput Ibu"ucap bima seraya meraih tangan Bu Ratna dan menyalami nya dengan takzim.


"Tidak apa apa Nak.Bagaimana kamu sehat?"tanya Bu Ratna balik.


"Alhamdulillah sehat bu.Apalagi sekarang akan punya anak jauh lebih sehat lagi Bu"ucap Bima seraya duduk dikursi yang telah disediakan untuknya.


"Kamu nggak mau nyapa Om dan Tante mu?jauh jauh loh kita datang eh dicuekin.Apa kita pulang saja ya sayang nggak enak banget sambutannya,dicuekin"gerutu Doni saat Bima hanya menyapa Ibu mertuanya saja itu.


"Astaghfirullahaladzim.Maaf Om baru ngeuh kalau ada Om dan"ucap Bima menghentikan ucapan nya saat bersitatap dengan wanita yang pernah ngisi hati ini tengah tersenyum kikuk disamping Om nya Doni.


"Dan siapa?ingat dia istriku tidak akan aku biarkan kamu merebutnya kembali.Apa lagi kini dia tengah hamil anakku awas aja jngan coba coba"ucap Doni yang langsung memeluk Alena dari belakang.


"Mas ya.Ya ampun malu jangan gini"ucap Alena menolehkan kepalanya kebelakang untuk melihat wajah suaminya yang berdiri dibelakangnya dan memeluk erat tubuhnya.


"Biarin biar semua tahu kalau kamu ini milikku"jawab Doni cuek dan mengabaikan wajah Alena yang kini bagaikan tomat yang sudah kematangan.


"Dasar kang bucin.Memang cuma Om yang punya aku juga punya dan maaf ga minat merebut milik orang apalagi kalian sudah bahagia.Selamat untuk kehamilan kamu Len"ucap Bima tulus seraya memeluk erat pinggang Ayana.


"Tante,panggil dia Tante"sewot Doni yang tak melepas pelukannya pada istrinya Alena


Semua nya pun tertawa bersama melihat Om dan Keponakan nya yang Bucin akut dengan istri istrinya kini tengah berperut buncit.

__ADS_1


Kehangatan keluarga begitu terasa disana dimana semua telah saling memaafkan dan menerima kesalahan yang pernah ada.


Alena dan Bima pun kini mulai beradaptasi dengan status hubungan keduanya yang kini menjadi Keponakan dan juga Tantenya.


*


*


Acara Tujuh Bulanan Ayana pun berjalan dengan baik.Semua prosesi sudah dilakukan oleh calon orang tua baru itu.


Semua mata tertuju pada si mpunya acara penuh dengan rasa haru.Bahkan tak sedikit di antara nya sampai menitikan air mata.


Terutama kedua wanita paruh baya yang begitu bahagia dan juga terharu menyambut calon cucu pertama mereka.


"Kakak?"ucap Aina yang melihat orang yang kemrin masuk bersama nya kedalam kolam.


"Kenapa disini?seluruh keluarga nampak berkumpul disana?"tanya Andr yang langsung mengambil duduk disamping Aina.


"Nggak lagi pengen disini aja.Lagi pula acara nya kan sudaj selesai tinggal beramah tamah saja dengan para tamu undangan.Aina canggung Kak,Aina nggak kenal siapa siapa jadi lebih baik disini jauh lebih nyaman"jawab Aina yang memang kurang nyaman dengan kondisi saat ini.Dimana dia harus bersama orang orang yang tidak dia kenali.


"Oh iya,bisa pinjam ponsel kamu?"tanya Andri yang tiba tiba menengadahkan tangannya didepan Aina

__ADS_1


"Buat apa?kan Kakak juga punya?"


"Aku lupa nyimpen dimana.Makanya pinjem ponsel kamu buat miscall"


"Oh...."


Aina pun segera memberikan ponsel yang ada didalam tas kecil yang dia bawa.Dan tiba tiba bunyi ponsel oun terdengar dari saku celana bahan milik Andri yang tengah dia pakai.


"Oh disini ternyata.Ini,makasih ya"ucap Andri saat mendengar kalau ponsel yang dia hubungi asa didalam saku celana nya.


"Iya Kak sama sama"jawab Aina lalu kembali memasukan ponselnya kedalam tasnya.


"Ya sudah Kakak kedepan duluan ya takut Mamah nyariin"ujar Andri lalu beranjak dari duduknya.


"Iya Kak,nanti aku nyusul bentar lagi"jawab Aina.


Sementara Andri tersenyum senang saat melihat layar ponselnya tertera nomor ponsel seseorang yang membuat nya penasaran selama beberapa bulan ini.


"Akhirnya dapat juga"gumam Andri sembari meninggalkan Aina disana sendirian.


*

__ADS_1


*


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2