![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
Sania begitu kesal dengan sang adik yang mendapatkan nasib baik.Bertemu dengan pria yang bertanggung jawab dan tentunya sangat kaya di usianya yang masih terbilang muda.
Hal itulah yang selama ini di impikan oleh Sania.Menikah dengan pria kaya dan mampu memberikan apapun yang dia inginkan.
Namun sayang nasib sial selalu saja menimpanya.Bukan nya mendapatkan pria kaya dan mapan namun Sania malah bertemu dengan seorang penipu.
Pria brengsek yang mengakunya masih lajang namun teryata sudah beristri bahkan memiliki dua orang anak dan yang lebih parahnya lagi pria itu hidup dengan mengandalkan harta sang istri.
Sania mendengus kesal saat begitu banyak orang yang datang memuji kecantikan dan keramahan sang mempelai wanitanya.
Bahkan tak sedikit orang yang mengatakan kalau Rendi beruntung memiliki istri cantik dan juga ramah seperti Tania.
Lagi lagi Sania harus merasa kalah oleh Tania dan hal itu membuat Sania semakin kesal.Saking kesalnya Sania pun hingga pergi meninggalkan tempat acara resepsi itu padahal acara belum selesai.
*
*
__ADS_1
"Mas bisa bantuin aku bukain sleting gaun ini?gerah banget aku mau mandi tp susah ngga nyampe tangan nya"tanya Tania yang memang sedikit kesulitan untuk meraih sleting dibagian punggung nya.
Kini kedua pasutri itu sudah menempati salah satu kamar hotel tempat dimana mereka melakukan resepsi pernikahan.
Rendi langsung membawa Tania masuk kedalam kamar begitu para tamu telah meninggalkan ballroom.
Melihat Tania yang sudah nampak kelelahan Rendi pun meminta ijin untuk beristitahat duluan walaupun didalam ballroom masih terdapat sanak saudar yang masih betah bercengkerama melepas rindu karena begitu jarang bertemu.
"Bisa dong sayang,sini mana yang harus aku bukain"Rendi pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Tania yang memang sedang kesusahan membuka gaun besar yang dia kenakan malam ini.
Rendi menelan saliva nya begitu rel sleting gaun Tania sudah berhasil dibuka dan menampilkan punggung mulus Tania.
Grepp...
"Mas?"Tania terlonjak kaget saat akan melangkah tiba tiba tubuhnya ditahan oleh pelukan yang Rendi lakukan.
"Apa sayang?"ucap Rendi sembari menjelajahi leher hingga bahu Tania yang terbuka.
__ADS_1
"A_aku mau mandi dulu Mas"jawab Tania yang tiba tiba merasakan seluruh tubuhnya meremang.
"Nanti saja setelah kita selesai berolah raga"bisik Rendi dengan suara parau nya.
Tanpa menunggu lagi Rendi pun mengangkat tubuh setengah polos Tania dan membawanya ke arah ranjang besar yang akan mereka tempati malam ini.
Dengan perlahan dan hati hati Rendi membaringkan sanh istri diranjang.Rendi menatap lekat dan dalam pada wajah cantik yang kini ada dibawah kungkungan nya.
"Ke_kenapa melihatku seperti itu Mas?apa ada yang salah dengan wajahku?"tanya Tania yang merasa gugup saat Rendi mantapnya.
"Cantik,kamu sangat cantik dan Mas senang akhirnya Mas bisa menjadikan kamu istri Mas"jawab Rendi membelai sayang wajah istrinya itu.
"Terima kasih,aku juga beruntung bisa nikah sama cowok kaya raya seperti Mas.Wah kebayang deh bisa beli apa saja yang aku mau tanpa mikirin harganya berapa dan habisin uang berapa"ucap Tania lagi terkekeh kala mengingat semua fasilitas yang Rendi berikan untuknya.
Meski belum genap satu bulan mereka menikah namun Tania sudah bisa memiliki beberapa barang mahal yang dulu dia inginkan namun terhalang dengan isi dompet.
Dan kini bisa dia miliki berkat memiliki suami kaya dan Rendi sama sekali tidak keberatan akan hal itu tong selama ini dialah yang memberikan itu bukan Tania yang minta.
__ADS_1
Dibantu oleh sang adik untuk mendapatkan informasi tentang gadis yang kini menjadi istrinya Rendi jadi lebih tahu lagi tentang Tania.
Dan semua yang gadis itu inginkan namun belum tercapai karena keterbatasan ekonomi yang dia miliki.