![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
"Makanan nya sudah siap ayo sini kita makan siang bereng.Aku juga sudah masak makanan kesukaan kamu loh,jadi ayo sini makan dulu"lanjutnya dengan begitu santai seolah olah Rendi tengah menunggunya.
Namun pria itu bergeming bahkan mengabaikan ocehan wanita yang mulai berani berpenampilan sedikit terbuka demi memperlihatkan tubuh indahnya pada pria beristri tersebut.
Sayang nya hal itu tidak pernah membuat Rendi tertarik sama sekali.Baginya tubuh istrinyalah yang paling indah dan seksi meski pun kini tubuh itu sudah melebar dua kali lipat dari pertama kali mereka bertemu.
Melihat Rendi yang tak kunjung beranjak dari duduknya Sania pun terpaksa menghampiri pria dingin itu dan meraih lengan si pria untuk mau mengikuti langkahnya menuju sofa yang sudah tersedia menu makan siang untuk keduanya.
"Ayo makan dulu,simpan dulu pekerjaan nya nanti kamu sakit"ujarnya memanjakan suaranya layaknya seorang istri yang tengah membujuk suaminya untuk makan.
"Sayang aku lapar"
Deg....
__ADS_1
Tiba tiba tubuh Sania membeku tangan nya yang melingkar dilengan Rendi pun reflek terlepas kala mendengar suara seseorang yang begitu dia kenali masuk kedalam indra pendengarnya tengah menyerukan panggilan sayang pada pria yang masih anteng duduk dikursi kebesaran nya.
Mendengar namanya diserukan oleh orang yang begitu dia cintai Rendi pun segera bangkit dan menghampiri wanita hamil yang kini tengah berdiri didepan pintu kamar pribadi yang biasa dia gunakan untuk beristirahat dikantor melewaati tubuh Sania begitu saja.
"Kok sudah bangun?bukan nya baru saja tertidur ya?"tanya Rendi yang langsung mendaratkan kecupan sayang dikening dan juga bibir sang istri yang nampaknya masih mengantuk itu namun terpaksa harus bangun karena perutnya yang keroncongan.
.
đ¸ Malam sebelum kejadian...
Merasa lelah menghadapi kakak ipar yang terus saja mendatanginya membuat Rendi jengah dan akhirnya menceritakan semuanya pada Tania.
Meski awalnya merasa tidak enak hati namun Rendi tidak mau terjadi kesalah pahaman diantara dirinya dan juga sang istri dengan mendiamkan atau menyembunyikan prihal kedatangan Sania kekantornya tanpa alasan yang jelas.
__ADS_1
"Maafkan Kak Sania Mas"lirih Tania setelah mendengar semua cerita dari suaminya tentang apa yang dilakukan oleh kakaknya Tania juga merasa begitu malu akan tingkah laku sang Kakak yang begitu nekad mendekati suami adiknya sendiri.
Bahkan rela menjatuhkan harga dirinya dengan demi bisa mendekati adik iparnya.Padahal pernikahan sang adik dan adik iparnya itu nampak baik baik saja dan harmonis.
Apalagi saat ini keduanya pun tengah berbahagia menanti kelahiran anak pertama mereka yang sebentar lagi akan lahir menyapa Papah dan Mamahnya.
"Sudahlah tidak perlu merasa bersalah,Mas cerita ini bukan ingin mendengar kata maafmu.Mas hanya ingin kamu tahu apa yang selama ini Sania lakukan dan Mas mohon jangan membencinya dia mungkin hanya butuh bimbingan saja.Semoga kelak dia mendapatkan jodoh yang bisa membimbing nya menjadi jauh lebih baik lagi"
"Aamiin Mas,terima kasih sudah mau jujur denganku"
"Itu harus sayang,Mas tidak mau ada kesalah pahaman diantara kita tapi apa kamu bisa bantu Mas besok?"tanya Rendi yang langsung mendapatkan tatapan heran dari sang istri.
"Membantu apa Mas?Tania usahakan akan membantu Mas semampu yang Tania bisa"jawab Tania yang sebenarnya masih bingung dengan apa yang akan suaminya lakukan dengan meminta bantuan nya.
__ADS_1
"Datanglah kekantor satu jam sebelum jam makan siang,kita akan menegur Sania bersama sama secara baik baik dan semoga setelah ini dia tidak lagi melakukan hal bodoh dengan mendekati suami orang dan mencari jodohnya yang masih sendiri tidak terikat hubungan apapun dengan wanita manapun.Bagaimana apa kamu bisa membantu Mas agar Sania tidak lagi mempermalukan dirinya sendiri?"jelas Rendi pada Tania.
"Baiklah Mas,jika itu yang terbaik maka akan Tania lakukan".