![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
Setelah mendengar semua cerita tentang dua anak muda yang kini ada didepan nya Bu Ratna pun setuju untuk ikut serta dalam perjalanan Tania dan juga Rendi menuju keSurabaya.
Dan setelah mendapat restu dari Bu Ratna Rendi dan Tania pun berpamitan untuk menyiapkan segala sesuatu yang akan dibutuhkan saat pernikahan nanti.
Dan saat ini kedua nya sudah tiba di apartemen milik Rendi yang sudah dia tempati selama 6 bulan terakhir ini.
Rendi memang sudah tidak tinggal bersama dengan Bu Ratna namun tetap memantau keadaan sang ibu walaupun dari jauh.
Karena terlalu sering lembur membuat Rendi memilih membeli satu unit apartemen yang tidak jauh dari gedung kantornya.
Dan selama 6 bulan terakhir ini Rendi pun lebih banyak tinggal disana dari pada dirumah sang ibu.
Rendi hanya akan pulang kerumah ibunya kalau tengah berlibur namun sepertinya Rendi orang yang gila kerja kadang waktu liburnya dia habiskan dengan bekerja.
"Masuklah,Mas mau ngumpulin berkas berkas yang akan dibutuhkan untuk pernikahan kita nanti"ujar Rendi mempersilahkan calon istrinya masuk kedalam ruang pribadinya.
__ADS_1
Ini adalah kali pertama Rendi membawa masuk seorang wanita kedalam apartemen miliknya.Dan Tanialah wanita pertama dan sepertinya akan menjadi wanita terakhir yang masuk kesana.
"Jadi Mas tinggal disini?"tanya Tania saat masuk kedalam unit apartemen milik Rendi.
"Iya dan nanti setelah kita menikah kita akan tinggal disini.Tidak apa apakan?"tanya Rendi menuntun Tania masuk kedalam apatrtemen nya dan mempersilahkan sang calon nyonya rumah untuk duduk disofa ruang tamu nya.
Sedangkan Rendi sendiri langsung masuk kedalam kamar untuk mengumpulkan berkas berkas yang akan dibutuhkan untuk pernikahan nya dengan Tania nanti di Surabaya.
Setelah mengetahui kondisi Papah Tania akhirnya Rendi pun memilih untuk menikah disurabaya dan karena itu Rendi harus mengurtus banyak hal agar pernikahan nya berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun.
"Boleh sayang,semua bahan makanan ada dikulkas.Buatlah apapun yang kamu mau"seru Rendi dari dalam kamar.
Seketika jantung Tania serasa berhenti berdetak saat Rendi mulai menyematkan kata 'sayang' untuk dirinya.
Hatinya menghangat saat menyadari betapa lembut dan penuh perhatian nya pria yang selalu membuatnya kesal di awal pertemuan mereka dulu.
__ADS_1
Tania pun beranjak bergegas menuju mini dapur yang ada di unit milik Rendi itu dengan senyum manis terpasang diwajah cantiknya.
Meneliti isi dapur milik pria yang sebentar lagi akan menjadi suami sekaligus ayah untuk ank yang kini tumbuh didalam rahim nya.
Memang semenjak hamil selera makan Tania semakin bertambah hingga kini tubuhnya semakin berisi.Dan untuk kehamilan pertama nya ini memang cukup lancar tidak mabuk apapun hanya akan merasa mual dioagi hari setelahnya berjalan biasa saja.
Bahkan bisa memakan apapun jenis makanan nya dan dengan porsi yang jumbo atau nggak doubel alias nambah porsi.
Setelah mendapatkan beberapa bahan makanan akhirnya Tania pun memilih membuat seblak.Makanan yang begitu digemari para muda mudi di kota Kambang tempatnya tinggal saat ini.
Dengan cekatan Tania mulai menyiapkan semua bahan yang akan dia jadikan menu ngemilnya siang ini.
Setelah semua siap Tania pun mulai memasukan satu persatu bahan bahannya kedalam wajan panas berisi minyak untuk menumis bumbu dan juga bahan isian seblak.
Tania terkesiap saat sepasang tangan kekar Rendi tiba tiba melingkar diperutnya yang masih terlihat rata walaupun kini tengah berisi satu nyawa hasil dari ketidak sengajaan yang mereka alami.
__ADS_1